BKG

Dewi, ApriliaAntika (2015) Identifikasi Ketahanan Tujuh Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Phytophthora capsici (Penyebab Penyakit Busuk Batang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Cabai yang dibudidayakan secara luas di Indonesia ialah cabai besar dan cabai rawit yang termasuk spesies C. annuum dan C. frutescens. Menurut Badan Statistik Nasional (2011), produksi cabai di Indonesia terus meningkat dari tahun 2009 sebesar 1.378.727 ton hingga tahun 2012 sebesar 16.508.311 ton. Meningkatnya produksi cabai tersebut di imbangi dengan meningkatnya kebutuhan akan cabai masyarakat. Akibatnya di musim penghujan harga cabai dapat melonjak tinggi karena ketersediaannya menurun dan kebutuhannya tetap meningkat. Kendala yang menyebabkan menurunnya produksi cabai rawit di musim penghujan yaitu hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang cabai adalah penyakit busuk batang, daun, dan buah yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora capsici. Cendawan Phytophthora capsici menyerang setiap bagian tanaman dan juga pada tiap fase pada tanaman cabai (Prajnanta, 2007). Salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan kerusakan akibat cendawan ini adalah dengan penggunaan varietas tahan. Identifikasi dan pengujian ketahanan tanaman diperlukan untuk mengetahui prokduktivitas dan adaptabilitasnya serta ketahanannya terhadap suatu penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil produksinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui genotip cabai rawit yang tahan terhadap penyakit busuk batang dan untuk mengetahui pendugaan heritabilitas sebagai acuan kriteria seleksi tanaman cabai rawit yang tahan terhadap penyakit busuk batang. Hipotesis yang diajukan yaitu diantara genotip yang diuji terdapat genotip cabai rawit yang tahan terhadap penyakit busuk batang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April–Oktober 2014 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang merupakan lokasi endemik untuk penyakit busuk batang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan genotip cabai rawit yaitu genotip Bara, Taruna, Jossy, Tidar, Wijaya, Pusaka 18, dan Prentul dimana 2 genotip digunakan sebagai pembanding yaitu Pusaka 18 (tahan) dan Prentul (rentan). Perlakuan tersebut diulang tiga kali sehingga terdapat 21 petak percobaan. Variabel yang diamati yaitu kejadian penyakit (KP), intensitas penyakit (IS), tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), dan lebar kanopi (cm), diameter dan panjang buah (cm), warna buah muda, tipe tumbuh tanaman, dan umur berbunga (hst) pada 14 – 119 hst. Data pengamatan yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan ii analisis varian (ANOVA) rancangan acak kelompok (RAK). Bila hasil pengujian diperoleh perbedaan yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji perbandingan masing-masing klon dengan menggunakan uji Duncan pada taraf 5%. Heritabilitas (h2) dihitung dengan menggunakan rumus heritabilitas arti luas estimasi kuadrat tengah (EKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria tanaman tahan terhadap P. capsici terdapat pada genotip Bara, Taruna, dan Pusaka 18. Kriteria tanaman dengan ketahanan sedang terdapat pada genotip Tidar, dan kriteria tanaman peka terdapat pada genotip Jossy, Wijaya, dan Prentul. Intensitas serangan penyakit pada tanaman cabai semakin bertambah sejalan dengan kejadian penyakit tanaman. Semakin besar intensitas serangan penyakit, semakin besar pula kejadian penyakitnya dan semakin rentan pula tanaman tersebut. Intensitas terendah terdapat pada varietas Bara yaitu sebesar 3,33 %, sedangkan intensitas tertinggi terdapat pada varietas Wijaya yaitu sebesar 66,7 %. Besarnya heritabilitas menentukan prosedur seleksi yang digunakan dan keefektifan seleksi. Nilai heritabilitas arti luas (h2) pada karakter diameter batang dan lebar kanopi menunjukkan nilai heritabilitas yang rendah (<0,2), sedangkan pada karakter diameter buah dan panjang buah memiliki nilai heritabilitas tinggi (>0,5). Pada karakter tinggi tanaman, kejadian penyakit, dan intenitas penyakit menunjukkan nilai heritabilitas sedang (0.2 < h2 ≤ 0.5). Dengan kriteria karakter diameter buah, panjang buah, tinggi tanaman, kejadian penyakit, dan intensitas penyakit tersebut dapat ditentukan metode seleksi yang digunakan. Selain itu, kriteria tersebut dapat dijadikan acuan untuk bahan perakitan cabai tahan penyakit P. capsici.

English Abstract

The chili cultivated in Indonesia is a chili (C. annuum) and cayenne pepper (C. frutescens). Based on data from Indonesia Statistics (2011), production of chili in Indonesia always increased from 1.378.727 ton in 2009 to 16.508.311 ton in 2012. The production of chili increases as the result of the increased societys need. The societys need is still high in rainy season. Thus, the price of chili is getting higher because the supply is getting lower during rainy season. Pests and diseases cause the reduction of cayenne pepper production. One of the diseases is steem, leaves, and fruit rot disease caused by Phytophthora capsici. Phytophthora capsici attacks in each part of the plant and also at each phase of cayenne pepper (Prajnanta, 2007). One of the effective way to control the damage is to use resistant varieties. Identification and test of plant resistance is needed to know the productivity, adaptibility and it’s resistance to disease that can affect the growth and production of cayenne pepper. The objective of this research is to determine the resistant genotype of cayenne pepper toward steem rot disease and to determine heritabilily as criteria referenced selection of the cayenne pepper plant. The hypothesis of this research was the test genotypes there were cayenne pepper genotype that were resistant to steem rot disease. This research was conducted in April-October 2014 at Gunungsari Village, Bumiaji, Batu and the location is an endemic to steem rot disease. This research used a randomized block design (RBD) with 7 treatments cayenne pepper genotypes. They were Bara, Taruna, Jossy, Tidar, Wijaya, Pusaka 18, and Prentul genotypes with 2 genotypes to check (susceptible was Prentul and resistance was Pusaka 18). The treatment was three replication so there were 21 experimental plots. Variable observed were disease event, disease intensity, plant height (cm), stem diameter (cm), canopy wide (cm), diameter and fruit length (cm), color of the young fruit, type of plant growth, and days to flowering (dap) at 14-119 dap. Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). When the test results obtained is the significant, it will be followed by a comparison test of each clone by using the Duncan test at 5% level . Heritability (h2) was analyzed by broad sense heritability equation mean of squares. The results showed that the resistant plants criteria to P. capsici found on Bara, Taruna, and Pusaka 18 genotypes. The medium resistant plants criteria found on Tidar genotype, and susceptible plants criteria found on Jossy, Wijaya, and Prentul genotypes. The disease intensity of cayenne pepper plants increase iv followed by the disease event. The greater disease intensity, the greater disease event and also the more susceptible the plant. The lowest intensity was Bara genotype at 3.33%, while the highest intensity was Wijaya genotype at 66.7%. Heritability can determine the selection procedure used and the effectiveness of selection. Heritability (h2) in the character of steem diameter and canopy width showed a low heritability (<0.2), while the character of fruit diameter and fruit length showed a high heritability (>0.5). Plant height, disease event, and disease intensity showed a medium heritability (0.2 <h2 ≤ 0.5). These criteria can be use as selection method. In addition, these criteria can be used as a reference to assembly materials cayenne pepper that are resistant to P. capsici disease.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/71/051501758
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130744
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item