BKG

Apriliyanti, NenyFidiyah (2015) Keragaman Genetik pada Generasi F3 Cabai (Capsicum annum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Cabai merah ( Capsicum annum L.) ialah komoditas penting di Indonesia, sebab cabai mempunyai manfaat yang cukup banyak, selain itu cabai juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Menurut Anonymous (2013), produksi cabai di Indonesia dari tahun 2008 sampai tahun 2012 berturut-turut sebesar 695.707, 787.433, 807.160, 888.852, 954.310 ton, sedangkan luas panen cabai berturut-turut109.178, 117.178, 112.755, 121.063, 120.275 ha, sehingga produktivitas dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 yaitu 6,37; 6,72; 6,58; 7,247,93 ton/ha. Potensi tersebut masih rendah karena potensi produktivitas cabai mencapai 20 ton/ha (Harpenas dan Dermawan, 2010). Program pemuliaan ialah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas cabai. Program pemuliaan ini diantaranya untuk menghasilkan varietas yang memiliki karakter sesuai dengan yang diinginkan. Keragaman (variabilitas) ialah suatu sifat individu pada setiap populasi tanaman yang memiliki perbedaanantara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya berdasarkan sifat yang dimiliki. Apabila variasi genetik dalam populasi besar, maka hal ini menunjukkan bahwa individu dalam populasi yang diamati beragam sehingga peluang untuk mendapatkan genotip yang diharapkan akan besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman pada generasi F3 cabai ( Capsicum annuum L.) hasil persilangan TW2 x PBC 473 dan hasil persilangan TW2 x Jatilaba. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini ialah terdapat keragaman pada karakter-karakter seleksi generasi F3 cabai ( Capsicum annuum L.) hasil persilangan TW2 x PBC 473 dan hasil persilangan TW2 x Jatilaba. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2014 sampai dengan bulan Juni 2014. Lokasi percobaan berada di Desa Patok, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian disusun dengan menggunakan metode single plant , yaitu dengan menanam tujuh famili generasi F3 hasil persilangan TW2 x PBC 473 dan tujuh famili generasi F3 hasil persilangan TW2 x Jatilaba. Jarak tanam yang digunakan 40 cm x 60 cm. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah rak tray untuk semai,plastik semai, sprayer, gembor, mulsa plastik, tali rafia, ajir, kertas, meteran, kertas label, plastik panen, alat tulis dan kamera. Bahan yang digunakan antara lain semua tujuh famili generasi F3 hasil persilangan TW2 x PBC 473 dan tujuh famili generasi F3 hasil persilangan TW2 x Jatilaba. Pengamatan yang dilakukan adalah karakter kuantitatif yaitu tinggi tanaman (cm), umur berbunga (HST), umur panen (HST), panjang buah (cm), diameter buah (mm), tebal daging (mm), panjang tangkai buah (cm), bobot per buah (g), bobot total buah baik (g), bobot total buah jelek (g), bobot total buah (g), jumlah bunga per tanaman, jumlah buah baik, jumlah buah jelek dan jumlah buah total. Pengamatan kualitatif diantaranya tipe pertumbuhan, posisi bunga, warna mahkota, warna kotak sari, warna putik, posisi putik, warna buah mentah, warna buah matang, bentuk ujung buah dan bentuk buah. Prosedur pengamatan mengacu pada Descriptor for Capsicum yang diterbitkan oleh International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI, 1995). Data hasil pengamatan kuantitatif dianalisa dengan melakukan pendugaan nilai Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan Koefisien Keragaman Fenotip (KKF). Karakter bobot total buah baik, bobot total buah jelek, bobot total buah, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah baik, jumlah buah jelek, jumlah buah total memiliki nilai KKG dan KKF cukup tinggi dan tinggi sehingga menunjukkan keragaman luas dan penampilan yang beragam. Karakter kualitatif yang menunjukkan seragam ialah posisi bunga dan warna mahkota, sedangkan karakter lainnya yaitu tipe pertumbuhan, warna kotak sari, warna putik, posisi putik, warna buah mentah, warna buah matang, bentuk ujung buah dan bentuk buah menunjukkan adanya keragaman.

English Abstract

Red chili is an important commodity in Indonesia, because it has many of benefit. Besides that, chili has high economic value. According to the anonymous (2013), amount of chili’s production in Indonesia along 2008 until 2012 consecutively 695.707, 787.433, 807.160, 888.852, 954.310 tons, while the wide of chili’s harvest consecutively 109.178, 117.178, 112.755, 121.063, 120.275 ha, so that the productivity along 2008 until 2012 are 6,37; 6,72; 6,58; 7,24 7,93 tons/ha. The potential is still low because only reached 20 tons/ha (HarpenasdanDermawan, 2010). Breeding program is one of the ways to to increase the productivity of chili. Breeding program include to yield the character which are expected. The variability is a character of individual each the population of the plant which has a lot of difference between one plant to another according the character. If genetic variation in big population, it show that individual in population which observed is diverse so the chance to get the expected genotype is high. The aim of this research is to know the variability at generation F3 of chili from crossing result TW2xPBC 473 and TW2xJatilaba. The proposed hypothesis at this research is the diversity at the selection characters at generation F3 of chili from crossing result TW2xPBC 473 and TW2xJatilaba was existed. Research was conducted along January 2014 until April 2014. The location of research is in Patok Village, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Research was prepared using single plant method; plant all seven families of generation F3 from crossing result TW2xPBC 473 and TW2xJatilaba. Planting space is used 40 cm x 60 cm. Equipments were used of the research are Tray racks for nursery, nursery plastics, sprayer, watering can, mulch plastics, raffia rope, stakes, papers, gauge, label papers, harvest plastics, stationery and camera. The materials are all seven families of generation F3 from crossing result TW2xPBC 473 and TW2xJatilaba. Observation was done are quantitative character that are height (cm), blossom age (HST), harvest age (HST), fruit height (cm), fruit diameter (cm), flesh thickness (mm), fruit stalk height (cm), weight per fruit (g), weight total of good fruits (g), weight total of bad fruits (g), weight total of fruits (g), number of flower per plant, number of good fruits, number of bad fruits and number total of fruits. Qualitative observations including the growth type, flower position, crown color, color of (kotaksari), color of (putik), (putik) position, color of unripe fruit, color of ripe fruit, fruit shape at blossom end and fruit shape. Observation procedure refers to Descriptor for Capsicum published by the International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI, 1995). Quantitative observation data were analyzed by estimating the value of coefficient of Genetic Diversity (KKG) and coefficient Phenotype Diversity (KKF). The diversity of the total weight of good fruits, the total weight of bad fruits, total weight of fruits, number of flower planting, the number of good fruit, bad fruit number, total fruit number which KKG and KKF quite high and high to show the wide diversity and diverse appearance. KKG and KKF value calculation aims to determine that there is diversity in a population derived from the value of a quantitative character. Qualitative character that shows the uniform is the position of the flowers and color of flower crown. The other characters are the type of growth, color of (kotak sari), color of (putik), (putik) position, color of raw fruit, color of ripe fruit, fruit shape at blossom end and fruit shape showed diversity.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/70/051501757
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130733
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item