BKG

Kurniawan, Berry (2015) Pengaruh Beberapa Macam Media terhadap Pertumbuhan Stek Plantlet Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola Kembang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman kentang ( Solanum tuberosum L.) menghasilkan umbi sebagai komoditas sayuran yang diprioritaskan untuk dikembangkan dan berpotensi untuk dipasarkan di dalam Negeri dan diekspor. Tanaman kentang dapat dikembangbiakkan dengan dua cara, yaitu perbanyakan secara tradisional dan perbanyakan secara cepat. Perbanyakan secara cepat dapat mempersingkat massa perbanyakan bibit dan dapat meningkatkan jumlah bibit dengan kualitas yang terjamin. Perbanyakan kentang melalui kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan cepat dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas umbi. Planlet yang diperoleh kemudian diperbanyak secara in situ melalui stek batang dalam rumah kaca. Keberhasilan stek asal in vitro dalam membentuk akar pada beberapa kultivar kentang tergantung pada kombinasi optimum dari temperatur, cahaya, kelembaban relatif, dan media tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tumbuh yang paling optimal sehingga dapat memberi pengaruh yang baik pada pertumbuhan stek plantlet kentang. Hipotesis yang diajukan adalah beberapa macam media tumbuh yang berbeda akan memberi pengaruh yang berbeda pula terhadap pertumbuhan stek plantlet kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2014. Penelitian dilaksanakan di Green House Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di cangar, Dusun Sumber brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tempat ini memiliki ketinggian 1650 m dpl dengan suhu minimum 15oC dan suhu maksimum 25oC dan kelembaban relatif 90 %. Alat yang digunakan ialah bak stereofoam berukuran 50 x 32 x 14 cm, gunting, penggaris, alat tulis, kamera, stik kayu, ayakan berukuran 2 mm, cangkul, tugal, timbangan, hand sprayer. Bahan yang digunakan ialah bahan tanam stek pucuk tanaman kentang Varietas Granola Kembang yang diperoleh dari hasil kultur jaringan, alkohol 70 %, hormon Rootone F. Media yang digunakan ialah arang sekam padi, tanah, cocopeat, humus, pupuk kandang ayam yang digunakan secara tunggal maupun kombinasi dari media-media tersebut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 9 perlakuan sebagai berikut :K 1 : Media tanah, K 2 : Media arang sekam, K 3 : Media arang sekam + tanah (1 : 1), K 4 : Media cocopeat, K 5 : Media cocopeat + tanah (1 : 1),K 6 : Media humus, K 7 : Media humus + tanah (1 : 1), K 8 : Media pupuk kandang ayam, K 9 : Media pupuk kandang ayam + tanah (1 : 1). Pada setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 27 petak perlakuan. Pengamatan dilakukan secara non destruktif pada stek dengan 5 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 14 HST, 21 HST, 28 HST, dan 35 HST. Parameter yang diamati pada stek, yaitu persentase tumbuh tanaman stek (%), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang tunas (cm), dan diameter batang (mm). Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian terdapat pengaruh nyata dari perlakuan yang diberikan, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh nyata pada p erlakuan media tanah, media arang sekam, media arang sekam + tanah 1: 1, media cocopeat, media cocopeat + tanah 1 : 1, media humus, media humus + tanah 1 : 1, dan media pupuk kandang ayam + tanah 1 : 1 memiliki kemampuan yang sama dalam meningkatkan persentase tumbuh tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tunas dan diameter batang. Hasil tersebut memiliki nilai lebih tinggi dibanding perlakuan media pupuk kandang ayam. Hal ini terlihat pada hasil uji BNT 5 % menunjukan tidak ada perbedaan antara macam media tersebut. Pada p erlakuan media pupuk kandang ayam menghasilkan nilai lebih rendah dalam meningkatkan persentase tumbuh tanaman, tinggi tanaman, AMILY: "

English Abstract

Potato plant (Solanum tuberosum L.) tuber yield of vegetables as a priority for development and the potential to be marketed in the State and exported. Potato plants can be propagated in two ways, namely the propagation of traditional and rapid propagation. Rapid multiplication can shorten the mass propagation of seedlings and can increase the number of seeds with a guaranteed quality. Potato propagation through tissue culture is one way of rapid multiplication in an effort to improve the quality and quantity of bulbs. Plantlets were then propagated in situ through stem cuttings in the greenhouse. The success of cuttings origin in vitro to form roots in some potato cultivars depending on the optimum combination of temperature, light, relative humidity, and growing media. This study aims to get the most optimal growing medium that can give a good influence on the growth of potato plantlets cuttings. The hypothesis is some kind of different growth media will give different effect on the growth of potato plantlets cuttings. This study was conducted in March and June 2014. The research was conducted in the Green House Garden Experiments Cangar Brawijaya University, located in Cangar, Hamlet Source Brantas, Tulungrejo, Bumiaji, Batu. This place has an altitude of 1650 m above sea level with a minimum temperature of 15oC and a maximum temperature of 25oC and 90% relative humidity. The tools used are stereofoam tub measuring 50 x 32 x 14 cm, scissors, rulers, stationery, cameras, wooden sticks, measuring 2 mm sieve, hoes, Portugal, scales, hand sprayer. The materials used are of planting material cuttings Flower Granola potato varieties obtained from tissue culture, alcohol 70%, hormone Rootone F. The medium used is rice husk charcoal, soil, cocopeat, humus, chicken manure used singly or combination of these media. The method used was a randomized block design (RBD), which consists of 9 perlakuansebagai follows: K1: Media ground, K2: Media husk, K3: Media husk + soil (1: 1), K4: Media cocopeat, K5: Media cocopeat + soil (1: 1), K6: Media humus, K7: + Media humus soil (1: 1), K8: Media chicken manure, K9: Media chicken manure + soil (1: 1). In each treatment was repeated three times, in order to obtain 27 treatment plots. Observations were made in non-destructively on the 5 plant cuttings sample for each treatment combination were carried out at the time the plant was 14 DAT, DAT 21, DAT 28, and 35 days after planting. The parameters observed in cuttings, ie the percentage of cuttings grown plants (%), plant height (cm), number of leaves (strands), shoot length (cm), and stem diameter (mm). Observational data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) at 5% level. If the test results are significant effect of treatment given, then continued with Least Significant Difference test (LSD) at 5% level.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/7/051500666
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130732
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item