BKG

Rachmah, Chasanatur (2015) Pengaruh Aplikasi Pupuk Kalsium (Caco3) Dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan, Hasil, Dan Kualitas Buah Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) ialah tanaman sayuran semusim yang menyerbuk sendiri. Produksi tanaman tomat di Indonesia pada tahun 2012 mengalami penurunan sebanyak 6,35 % menjadi 893.463 ton (Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura, 2013). Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tomat adalah dengan aplikasi giberelin. Namun menurut beberapa hasil penelitian, pengaplikasian giberelin dapat meningkatkan terjadinya blossom-end rot pada tanaman tomat. Oleh karena itu, penambahan pupuk kalsium diharapkan dapat mengurangi blossom-end rot pada buah tomat agar hasil buah tomat lebih berkualitas. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh dosis pupuk kalsium dan konsentrasi giberelin yang optimal bagi pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah tanaman tomat. Hipotesis yang diajukan adalah (1) Semakin tinggi konsentrasi giberelin, semakin tinggi pula dosis pupuk CaCO3 yang diberikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah tanaman tomat dan mengurangi kelainan fisiologis blossom-end rot pada tanaman tomat, (2) Aplikasi pupuk CaCO3 dengan dosis 5 kg ha-1 dapat mengurangi blossom-end rot, (3) Aplikasi giberelin pada konsentrasi 70 mg L-1 merupakan konsentrasi yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah tomat. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, mulai dari bulan Juni hingga bulan November 2014. Penelitian dilakukan di dalam rumah plastik milik Venus Orchid, Desa Tegal Weru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan adalah polybag ukuran 10 cm x 5 cm, polybag ukuran 10 kg, cangkul, sekop, gembor, mortar dan pistil, gelas ukur, pasak bambu, gunting, tali rafia, meteran, sprayer, plastik mika, dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan adalah media tanam (tanah), benih tomat varietas Fortuna 23, bahan kimia giberelin, aquadest, pupuk kalsium (CaCO3), pupuk kandang ayam, Urea, SP-36, KCl, pestisida Saromyl 35 SD, Winder 100 EC, Dithane M-45 80 WP, Furadan, dan air. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah pupuk CaCO3 (C0 = Tanpa pupuk CaCO3, C1 = 5 kg ha-1 pupuk CaCO3, C2 = 10 kg ha-1 pupuk CaCO3) dan faktor ke dua adalah giberelin (G0 = 0 m L-1 (Air 100%), G1 = 70 mg L-1 giberelin, G2 = 140 mg L-1 giberelin), dengan 27 petak percobaan dengan ukuran tiap petak 5.1 m x 0.9 m. Setiap petak percobaan terdapat 8 tanaman contoh dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, umur berbuah, jumlah tandan buah, umur panen pertama. Parameter pengamatan hasil meliputi: jumlah buah panen per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot segar per buah, diameter buah, kualitas buah, dan analisis kandungan kalsium pada buah. Pengujian data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan ii analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila hasil pengujian diperoleh pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kalsium dan giberelin hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah tandan buah per tanaman dengan kombinasi perlakuan pupuk kalsium dosis 5 kg ha-1 dan giberelin konsentrasi 70 ppm. Namun dari semua perlakuan yang dicoba tidak mempengaruhi bobot segar buah dan diameter buah yang dipanen. Aplikasi pupuk kalsium berpengaruh nyata terhadap kualitas buah, baik jumlah buah dengan kelainan blossom end-rot maupun jumlah buah normal. Aplikasi pupuk kalsium 10 kg ha-1 menunjukkan jumlah buah normal lebih banyak dan jumlah buah dengan kelainan blossom-end rot lebih sedikit. Aplikasi giberelin hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (umur 21, 42, 49, dan 56 HST), jumlah daun (pada umur 49 dan 56 HST), jumlah cabang (pada umur 28 dan 35 HST), dan kualitas buah, baik buah dengan kelainan keretakan kutikula maupun buah normal. Perlakuan kontrol (giberelin 0 ppm) menunjukkan jumlah buah normal lebih banyak dan jumlah buah dengan kelainan keretakan kutikula lebih sedikit.

English Abstract

Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.) are self-pollinated seasonal plants. Production of tomato in Indonesia in 2012 decreased by 6,35% to 893.463 tons (Central Bureau of Statistics and the Directorate General of Horticulture, 2013). One effort to increase tomato production is the application of gibberellin. However, according to some studies, the application of gibberellins may increase the occurrence of blossom-end rot on tomatoes. Therefore, the addition of calcium fertilizers are expected to reduce blossom-end rot in tomatoes so the tomatoes better quality results. The purpose of this research is to obtain an optimal dose of calcium fertilizer and gibberellins concentration for growth, yield, and fruit quality of tomato plants. The hypothesis are (1) If the concentration of gibberellin is higher, higher dose of fertilizer CaCO3 given to improve growth and yield of tomato plants and reduces blossom-end rot fruit physiological disorders on tomatoes, (2) CaCO3 fertilizer application at dose 5 kg ha-1 can reduce blossom-end rot, (3) Gibberellin application at concentration of 70 mg L-1 is the most effective concentration to increase growth and yield of tomato fruit. This research was conducted for 5 months, from July to November 2014. The research was conducted in a plastichouse belonging to the Venus Orchid, Tegal Weru, Dau, Malang. Tools that will be used are polybags 10 cm x 5 cm size, polybags 10 kg size, hoes, shovels, yells, mortar and pistil, measuring cups, bamboo pegs, scissors, rope, measuring tool, sprayer, plastic mica, and analytical balance. Materials that used is the planting media (soil), tomato seed varieties Fortuna 23, gibberellins chemicals, distilled water, calcium fertilizer (CaCO3), chicken manure, Urea, SP-36, KCl, pesticides Saromyl 35 SD, Winder 100 EC, Dithane M-45 80 WP, Furadan, and water. This research was used randomized block design (RBD) factorial with two factors repeated three times. The first factor is CaCO3 fertilizer (C0 = Without CaCO3, C1 = 5 kg ha-1 of CaCO3 , C2 = 10 kg ha-1 of CaCO3) and the second factor is gibberellins (G0 = 0 ppm (100% of water), G1 = 70 ppm of gibberellin, G2 = 140 ppm of gibberellin), with 27 experimental plots with each plot size of 5.1 m x 0.9 m. Each experimental plot contained 8 plants with a spacing of 60 cm x 60 cm. Growth parameters observed were: plant height, number of leaves, number of branches, days to flowering, fruiting age, the number of fruit cluster, the harvest age. Yield parameters observed were: the number of fruits per plant harvest, fruit weight per plant, fresh weight per fruit, fruit diameter, fruit quality, and analysis of calcium content in fruit. The test conducted with data obtained using analysis of variance (F test) at 5% level. If the test results obtained by significantly affected then continued with a comparison test between treatments by LSD test at 5% level. iv The results showed that calcium fertilizer application significantly affected the number of leaves and number of fruit cluster per plant at dose 5 kg ha-1 and gibberellin at concentration 70 ppm (C1G1). However, all treatments were tested did not affect the fresh fruit weight and diameter of the fruits harvested. Calcium fertilizer significantly affected the fruit quality, that is number of fruit with blossom-end rot and number of normal fruit. Calcium fertilizer dose of 10 kg ha-1 showed more number of normal fruit and fewer number of fruit with blossom-end rot. gibberellin application significantly affected the plant height (at 21, 42, 49, and 56 DAT), number of leaves (at 49 and 56 DAT), number of branches (at 28 and 35 DAT), and fruit quality, that is number of fruit with cuticle cracking and normal fruit. Control treatment (gibberellin 0 ppm) showed that more number of normal fruit and fewer number of fruit with cuticle cracking.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/697/ 051507690
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130729
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item