BKG

Dalimunte, Taufik (2015) Efektivitas Olah Tanah Dan Pemberian Pupuk Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi ialah tanaman pangan utama yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan beras yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kebutuhan yang tinggi ini tidak ditunjang oleh peningkatan produksi nasional. Data dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan besaran 142,7 kg/orang pada tahun 2005 dan menjadi 154,1 kg/orang pada tahun 2008. Sementara data Sucofindo mencapai 132,2 kg/orang pada tahun 2007. Menurut Sumarno (2007) untuk mendapatkan produksi maksimal, padi varietas unggul dan padi hibrida harus ditanam pada lahan yang subur, unsur hara harus tersedia, pengairan yang cukup, pengendalian hama terpadu, dan pengelolaan tanaman harus dilakukan secara baik. Mengingat pengolahan tanah membutuhkan banyak tenaga kerja, pemakaian bahan kirnia (herbisida) untuk mengendalikan gulma sebelum tanam perlu dicobakan. Tanpa olah tanah pada tanaman padi sawah merupakan teknologi hemat air, biaya produksi, waktu, dan tenaga kerja. Dari hasil penelitian Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) di Subang menunjukkan bahwa dengan memakai teknologi tanpa olah tanah (TOT) secara finansial lebih menguntungkan dari tradisionil tillage. Sedangkan pemupukan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada dalam tanah, sehingga jumlah nitrogen, fosfor dan kalium yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat. Tujuan penelitian ialah mengetahui dan memperbaiki pertumbuhan serta produksi padi sawah (Oryza sativa L.) melalui persiapan tanah dan pemberian pupuk yang tepat, selain itu dapat diketahui analisis usaha taninya. Hipotesis dari penelitian ini ialah akan ada pebedaan disetiap pelakuan, selain itu terdapat interaksi antara tanpa olah tanah dengan pemberian pupuk sehingga memberikan hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan olah tanah sempurna. Penelitian diadakan di Dusun Mlaten Desa Mangunrejo Kepanjen, Malang. Terletak di koordinat 06.72.727 LS dan 112.98.180 BT dengan ketinggian 336 mdpl. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2013 hingga Agustus 2013. Alat yang digunakan pada penelitian ini ialah cangkul, alat ukur, papan informasi, alat ukur tanam 25 X 25 cm, kamera, oven, alat tulis dan timbangan. Bahan yang digunakan ialah benih padi varietas Ciherang, pupuk urea dengan dosis N sebesar 150 kg ha-1, pupuk KCl dengan dosis K2O sebesar 100 kg ha-1, pupuk SP36 dengan dosis P2O5 sebesar 100 kg ha-1, Pupuk kandang (sapi) sebanyak 1,69 kg/petak dan herbisida (glifosat). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah (RPT) Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang diulangan sebanyak 4 kali, dengan menggunakan 2 faktor yaitu persiapan lahan sebagai petak utama, meliputi olah tanah sempurna (OTS) (T1) dan tanpa olah tanah (TOT) (T2). Sedangkan pemupukan sebagai anak petak yaitu, pemberian pupuk anorganik (P0), pemberian pupuk anorganik dan organik dengan perbandingan dosis 50:50 (P1) dan pemberian pupuk organik (pupuk kandang) (P2). Analisis data, data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaaan yang nyata dalam perlakuan dilanjutkan uji BNT 5%. Pada hasil diketahui bahwa rerata jumlah anakan menunjukan pengaruh yang beda pada perlakuan pemupukan dengan umur pengamatan 14, 28 dan 42 hst. Hasil yang lebih tinggi ditunjukan pada perlakuan pemberian pupuk urea dan juga perlakuan kombinasi pemberian pupuk. Sedangkan pada umur 56, 70 dan 82 hst, tidak terdapat pengaruh yang beda. Secara umum penambahan rerata jumlah anakan per rumpun sebesar 3-4 anakan per 14 harinya. Rerata bobot kering total tanaman dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan pada umur 14, 28, 42 dan 56 hst. Pada umur 14 hst hasil yang lebih tinggi tunjukan pada perlakuan pemberian pupuk urea dan juga kombinasi pemberian pupuk. Sedangkan pada umur 28, 42 dan 56 hst perlakuan pemberian pupuk urea menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian pupuk kandang atau kombinasi pemberian pupuk. Rata-rata peningkatan bobot kering tanaman per 14 harinya bekisar antara 15-20 gr. Untuk luas daun dan indeks luas daun dapat diketahui bahwa pengaruh yang nyata terdapat pada perlakuan pemberian pupuk pada masing-masing umur pengamatan. Peningkatan rerata luas daun dan indeks luas daun tertinggi terdapat pada kombinasi pemberian pupuk kandang dan urea. Pada perlakuan olah tanah sempurna, tidak terdapat peningkatan yang signifikan, rata-rata peningkatan luas daun sekitar 40% hingga 50% dapat dilihat mulai 14-70 hst, dengan rata-rata peningkatan tertinggi pada perlakuan pemberian pupuk urea. Peningkatan tertinggi terjadi pada umur pengamatan 14-28 hst. Untuk rerata laju pertumbuhan, diketahui bahwa laju pertumbuhan tanaman mengalami peningkatan yang kemudian diikuti penurun. Peningkatan laju pertumbuhan terjadi pada umur 14-42 dan 42-70 hst pada masing-masing perlakuan. Sedangkan puncak tertinggi terjadi pada umur 28-42 hst, kemudian turun hingga 84 hst. Perubahan paling signifikan terjadi pada perlakuan tanpa olah tanah dengan pemberian pupuk urea. Perubahan tertinggi terjadi pada umur 28-42 hst sebesar 16,27. Adanya peningkatan tinggi tanaman pada olah tanah sempurna pada perlakuan pemberian pupuk kandang dan urea pada umur 14 hampai 28 hst. Selain itu, terdapat juga peningkatan tinggi pada umur 42-56 hst pada perlakuan tanpa olah tanah dengan pemberian pupuk kandang. Tinggi tanaman pada umumnya seragam pada tinggi 56-68 cm dari tanah hingga ujung tanaman teringgi. Rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman terjadi pada umur 14 hingga 28 hst, sebesar 20,46 - 33,55 cm pada perlakuan tanpa olah tanah dengan pemberian pupuk kandang dan urea. Tinggi tanaman terendah terdapat pada perlakuan olah tanah sempurna dengan pemberian pupuk kandang. Pada hasil panen terdapat beda nyata pada perlakuan pemberian pupuk terhadap parameter pengamatan hasil panen. Dari perlakuan pemupukan, pemberian pupuk urea masih lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk kandang. Pada parameter pengamatan hasil ton per hektare, hasil panen pemberian pupuk urea sebesar 5.32 ton/ha sedangkan pemberian pupuk kandang sebesar 4.43 ton/ha. Pada perlakuan olah tanah, penggunaan system olah tanah sempurna memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan system tanpa olah tanah. Selisih penggunaan system olah tanah berkisar antara 1%-2% pada masing-masing parameter pengamatan. Analisis usaha tani diketahui bahwa olah tanah sempurna lebih menguntungkan dibandingkan tanpa olah tanah, berkisar antara 8 juta rupiah hingga 10 juta rupiah dengan R/C antara 1.76 hingga 1.91. Sedangkan keuntungan pada tanpa olah tanah bekisar antara 6 juta rupiah hingga 9 juta rupiah per satu kali musim tanam per hektar. Untuk pemberian pupuk, pemberian pupuk urea dan pupuk kandang lebih menguntungkan dengan selisih 1-2 juta rupiah dengan cost ratio 1.91. Sedangkan masa tanam padi pada perlakuan tanpa olah tanah berkurang 1 hingga 3 minggu setelah panen, karena tidak adanya penggunaan traktor untuk olah tanah.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/693/051507686
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130725
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item