BKG

Kristantyo, Yohanes (2015) Pengaruh Aplikasi Polimer Superabsorben Pada Beberapa Kadar Lengas Tanah Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu(Saccharum Officinarum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) ialah tanaman penghasil gula terbesar yang termasuk ke dalam famili Gramineae. Gula ialah salah satu kebutuhan pokok bagi penduduk Indonesia yang selalu meningkat terus dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatan konsumsi tidak dapat dipenuhi dari produksi gula dalam negeri, sehingga negara perlu impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Permasalahan kekurangan akan suplai gula yang terjadi disebabkan karena produksi tebu yang tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap kebutuhan gula, oleh sebab itu tingkat produktivitas tebu yang cenderung masih rendah. Faktor yang menyebabkan tidak optimalnya suatu produktivitas tanaman tebu salah satunya ialah kebutuhan air untuk menunjang pertumbuhan tanaman tebu yang tidak terpenuhi. Tebu ialah tanaman yang membutuhkan air banyak untuk diserap sehingga mampu menghasilkan rendemen tebu yang tinggi. Pemberian polimer superabsorben yang berupa poliakrilamida (PAM) ke dalam tanah efektif dalam mengikat air dalam tanah, menstabilkan agregat tanah, mengurangi erosi tanah dan air, meningkatkan infilitrasi air, sebagai conditioner tanah dan mempengaruhi pertumbuhan serta hasil tanaman. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari respon tanaman tebu pada aplikasi polimer superabsorben (PAM) pada beberapa kadar lengas tanah dan mempelajari peningkatan pertumbuhan tanaman tebu akibat perlakuan polimer superabsorben. Percobaan telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2015 di Rumah Kaca Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, Jawa Timur. Ketinggian lokasi 6-91 m dpl. Metode penelitian yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dimana petak utama adalah kadar lengas tanah, terdiri atas empat taraf yaitu 100% kapasitas lapang (K1), 75% kapasitas lapang (K2), 50% kapasitas lapang (K3) dan 25% kapasitas lapang (K4) sedangkan anak petak adalah dosis polimer superabsorben poliakrilamida, terdiri atas lima taraf yaitu tanpa polimer superabsorben (P0), 0,5 g polibag-1 (P1), 1 g polibag-1 (P2), 1,5 g polibag-1 (P3), 2 g polibag-1 (P4) dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi persentase berkecambah, panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, tinggi batang dan jumlah batang. Data hasil pengamatan dianalisis statistika sesuai rancangan ii yang digunakan ialah dengan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Jika perlakuan menunjukkan perbedaan nyata pada F-hitung maka dilanjutkan dengan uji lanjut dengan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian beberapa dosis polimer superabsorben pada berbagai kadar lengas tanah terlihat dari pengamatan persentase perkecambahan, panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, tinggi batang dan jumlah batang tanaman tebu. Faktor tunggal kadar lengas tanah memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, tinggi batang, jumlah batang. Faktor tunggal dosis polimer superabsorben memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Pertumbuhan tanaman tebu pada kadar lengas 50% dan 75% kapasitas lapang memberikan hasil tidak beda nyata dengan pemberian air 100% kapasitas lapang. Pemberian polimer superabsorben yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu pada pemberian 1 g polibag-1 dimana tidak beda nyata dengan dengan dosis polimer superabsorben 0,5 g polibag-1 dan 1,5 g polibag-1.

English Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is the largest sugar-producing plants belonging to the family Gramineae. Sugar is one of the basic needs for the Indonesian people that increases steadily from year to year as the number of population. Sugar consumption can not be fulfilled from domestic sugar production, so that the country needs to import to sufficient domestic demand. Problems deficit of sugar supply due to the production of sugar cane is bellow its potential. Some factors affected sugarcane crop productivity. One of the factors is water availability that is very limited. Sugarcane is a plant that needs a lot of water to be absorbed to produce a high yield of sugarcane. Treatment of superabsorbent polymers in the form of polyacrylamide (PAM) into the ground to be effective in binding water in the soil, stabilize soil aggregates, reducing soil erosion and water, improve water infiltration, as a soil conditioner and affect growth and yield. The purpose of this experiment are study about sugarcane respon of absorbent polymer (PAM) application in several levels of soil moisture and study about sugarcane increase finally absorbent polymer treatment. Experiment has been conducted on January 2015 to April 2015 in Indonesian Sugar Research Institute, Pasuruan. The altitude is 6-91 meters above sea level. Experiment was arranged as Split Plot design namely the main plot were soil moisture level, consists of four treatments 100% field capacity (K1), 75% of field capacity (K2), 50% of field capacity (K3) and 25% of field capacity (K4) while the sub plot is a superabsorbent polymer dosage, consisting of five treatments is no superabsorbent polymer (S0), 0,5 g polybag-1 (S1), 1 g polybag-1 (S2), 1,5 g polybag-1 (S3) and 2 g polybag-1 (S4) and the number of replication was three time. Parameters of observations included percentation of germination, plant lenght, number of leaves, number of tillers, stalk height, number of stalk. The data were statistically analyzed according to the design used ie analysis of variance (F test) at 5% level. Among the treatments showed significant differences the analysed then followed by a further test by honestly significant difference (HSD) 5%. The result of the experiment showed that there is no interaction between superabsorbent polymers dosage and several levels of soil moisture for parameters of percentage of germination, plant length, number of leaves, iv number of tillers, stalk height and number of stalk sugarcane. Single factor of soil moisture levels give significantly effect to the length of the plant, number of leaves, number of tillers, stem height and number of stems. Single factor of superabsorbent polymer dosage significantly effected on plant height and number of tiller. Growth of sugarcane in the 50% field capacity and 75% field capacity were not significantly different from 100% field capacity. Treatment of polymer superabsorben which can increase growth of sugarcane was 1 g polybag-1 however not significantly different from 0,5 g polybag-1 and 1,5 g polybag-1 superabsorbent polymer.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/669/ 051507662
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130698
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item