BKG

Saraswati, IkaDyah (2015) Analisis Kekerabatan 22 Galur Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Menggunakan Teknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kacang Bogor atau dikenal dengan Bambara Groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) dapat digunakan sebagai salah satu alternatif diversifikasi pangan dalam kelompok kacang-kacangan karena nilai gizinya tidak kalah dengan kacang kedelai, lentil, buncis dan kacang-kacangan lainnya. Oleh karenanya kacang bogor perlu diperhatikan dan dikembangkan, misalkan untuk peningkatan produksi kacang bogor di tingkat petani dapat dimulai dengan perbaikan melalui teknik budidaya dan peningkatan potensi genetik. Keragaman genetik sangat penting fungsinya dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Keragaman genetik yang tinggi memungkinkan pemulia untuk memilih plasma nutfah dengan sifat yang diinginkan sehingga seleksi lebih efektif dan perakitan varietas menjadi lebih mudah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 22 galur kacang bogor dari beberapa daerah di Indonesia dan menggunakan teknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendapatkan primer polimorfik dan (2) mengklarifikasi adanya hubungan kekerabatan antar aksesi-aksesi kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt). Hipotesis dari penelitian ini adalah (1) terdapat primer yang polimorfik dan (2) galur-galur yang diteliti menunjukkan kelompok-kelompok berdasarkan kemiripan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013-September 2014 di Laboratorium Sentral Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengecambahkan dulu benih kacang bogor hingga terbentuk daun untuk selanjutnya diekstraksi DNA. DNA yang didapat lalu diamplifikasi dengan primer acak dengan teknik RAPD. Hasil amplifikasi selanjutnya dielektroforesis dalam gel agarose untuk melihat band atau pita DNA yang selanjutnya di skroing ke dalam data biner untuk analisis. Lima primer terpilih dari 31 primer tunggal dan 5 primer campuran menunjukkan polimorfisme sekitar 18,87%. Koefisien kemiripan 22 galur kacang bambara yang diteliti antara 0,9492-1,00. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman antar galur yang diujikan rendah. Marka morfologi menunjukkan koefisien keragaman yang lebih besar dengan menggunakan galur yang sama pada penelitian yang lain.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/662/051507655
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130691
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item