BKG

Apriliani, IinNur (2015) Pengaruh Kalium Pada Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas (L.) Lamb). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb) ialah tanaman yang mengandung karbohidrat non biji yang penting bagi sumber makanan dunia, yang termasuk ke dalam kelompok umbi-umbian yang mempunyai potensi cukup penting sebagai sumber bahan pangan substitusi. Indonesia merupakan negara penghasil ubi jalar nomor empat di dunia sejak tahun 1968, 89% produksi ubi jalar digunakan sebagai bahan pangan dengan tingkat konsumsi 7,9 kg/kapita/tahun, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk bahan baku industri, terutama saus, dan pakan ternak. Setelah tahun 2000, pemanfaatan ubi jalar sebagai bahan pangan dan nonpangan mulai bervariasi. Beberapa tahun terakhir ini, tanaman ubi jalar menunjukan perkembangannya secara pesat (Wandana et al., 2012). Beberapa tahun terakhir ini, tanaman ubi jalar menunjukan perkembangannya secara pesat. Pesatnya perkembangan tersebut tidak hanya ditunjukan dengan lahirnya berbagai produk makanan yang bersumber dari umbi ubi jalar, akan tetapi juga diperlihatkan dengan lahirnya berbagai macam varietas ubi jalar baru yang tidak hanya unggul dalam kandungan gizi dan vitaminnya, akan tetapi juga unggul dalam penampilan bentuk maupun warna kulit dan daging umbinya. Diharapkan melalui penelitian ini akan diperoleh informasi tentang dosis pemupukan K yang tepat serta varietas yang cocok sehingga produktivitas tanaman ubi jalar dapat ditingkatkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mempelajari pengaruh pemupukan kalium pada pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman ubi jalar, (2) Menentukan dosis pemupukan K yang tepat untuk kedua varietas ubi jalar agar dapat dicapai pertumbuhan dan hasil umbi yang tinggi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah macam varietas akan memberikan respon yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil umbi pada tingkat aplikasi pupuk K yang berbeda. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan April 2014 sampai dengan bulan Agustus 2014 di Dusun Bulakunci, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Alat yang digunakan berupa cangkul, sabit, gunting, timbangan, meteran, penggaris, kertas label, alat tulis, kamera, LAM (Leaf Area Meter) dan oven. Bahan yang digunakan ialah bibit varietas Orange madu dan varietas Ayamurasaki, pupuk N (berupa Urea: 46% N), pupuk P (berupa SP-36: 36% P2O5) dan pupuk K (berupa KCl: 60% K2O). Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 kali ulangan, menempatkan macam varietas pada petak utama dan terdiri dari 2 macam, yaitu: varietas Orange madu (V1) dan varietas Ayamurasaki (V2). Sedangkan macam dosis pupuk Kalium ditempatkan pada anak petak dan terdiri dari 5 macam kombinasi, yaitu: Kontrol (K0), 70 kg K2O ha-1 (K1), 140 kg K2O ha-1 (K2), 211 kg K2O ha-1 (K3), 281 kg K2O ha-1 (K4). Pengamatan dilakukan secara destruktif dengan cara mengambil 2 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 35 hst, 55 hst, 75 hst, 95 hst dan pada saat panen yang meliputi komponen pertumbuhan dan hasil, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis penunjang (analisis tanah). Pengamatan komponen pertumbuhan meliputi: jumlah cabang, ii panjang sulur tanaman, panjang akar, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman. Pengamatan komponen hasil meliputi: bobot segar total tanaman (panen), bobot kering total tanaman (panen), jumlah umbi, panjang umbi, diameter umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, hasil panen (ton ha-1) , jumlah umbi ekonomis per tanaman, bobot umbi ekonomis per tanaman, hasil panen umbi ekonomis per tanaman. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi: Laju Pertumbuhan Relatif (LPR) dan Indeks Pembagian. Analisis tanah meliputi: Sifat kimia tanah yang mencakup pengukuran kandungan K tanah yang dilakukan pada awal (sebelum penanaman), setelah aplikasi seluruh pupuk dan pada saat panen. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf α = 0,05 untuk mengetahui terdapat tidaknya interaksi atau pengaruh nyata dari perlakuan. Apabila terdapat interaksi atau pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji antar perlakuan dengan menggunakan BNT pada taraf p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum interaksi nyata tidak terjadi antara macam varietas dan dosis pupuk K pada berbagai parameter yang diamati, termasuk parameter hasil. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa hasil paling rendah didapatkan pada tanaman yang tidak dipupuk kalium dan tertinggi dihasilkan oleh tanaman yang dipupuk kalium dosis 211 kg K2O ha-1. Rendahnya hasil baik untuk komponen pertumbuhan maupun komponen hasil tersebut diduga sebagai akibat lebih rendahnya tingkat ketersediaan K tanah yang dilakukan oleh tanaman yang tidak dipupuk kalium. Berdasarkan hasil analisis usaha tani, penggunaan pupuk kalium dosis 211 kg K2O ha-1 adalah lebih efisien, dengan nilai B/C ratio tertinggi yaitu varietas Orange madu sebesar 0,76 dan varietas Ayamurasaki sebesar 0,88.

English Abstract

Sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lamb) is a plant that contains a non-seed carbohydrates are important for world food resources, which belong to the group of tubers that have a significant potential as a source of food substitution. Indonesia is the fourth produc of sweet potatoes in the world since 1968, 89% of the production of sweet potato are used as food by the level of consumption of 7.9 kg / capita / year, while the rest is used for industrial raw materials, especially the sauce, and fodder. After 2000, the utilization of sweet potato as food and non-food start to vary. These last few years, the sweet potato plants showed progress rapidly (Wandana et al., 2012). The last few years, the sweet potato plants showed progress rapidly. The rapid development of not only shown by the birth of a variety of food products sourced from sweet potato tubers, but also demonstrated by the establishment of a wide range of new sweet potato varieties that are not only superior in nutrients and vitamins, but also superior in appearance form and color and tuber flesh. Hopefully, through this research will be obtained information about the proper dose of K fertilization and varieties suited to the sweet potato crop productivity can be improved. The purpose of this study was (1) To study the effect of potassium fertilization on growth and yield of two sweet potato varieties, (2) To determining the proper dose of K fertilizer on two sweet potato varieties in order to achieve growth and high tuber yield. The hypothesis Kind of varieties sweet potato give a different response to the growth and tuber yield from different of potassium fertilizer. The study was conducted from April 2014 through the month of August 2014 in Bulakunci, Nogosari Village, District Pacet, Mojokerto. The tools used in the form of a hoe, sickle, scissors, scales, meter, ruler, paper labels, stationery, cameras, LAM (Leaf Area Meter) and oven. The material used is Orange madu varieties and Ayamurasaki varieties, N fertilizer (Urea: 46% N), P fertilizer (SP-36: 36% P2O5) and K fertilizers (KCl: 60% K2O). Research used Split plot design by placing a variety as main plot and consists of two kinds, namely: Orange madu varieties (V1) and Ayamurasaki varieties (V2). While kinds Potassium fertilizer placed on the subplot and consists of 5 different combinations, namely: Control (K0), 70 kg K2O ha-1 (K1), 140 kg K2O ha-1 (K2), 211 kg K2O ha-1 (K3), 281 kg K2O ha-1 (K4). Observations used destructively by taking 2 plants for each combination treatment, when the plants were 35 dap, 55 dap, 75 dap, 95 and at the harvest (120 days after planting), which includes growth and yield, plant growth analysis and supporting analysis. Observations components of growth include: the number of branches, length tendrils, the length of root, number of leaves, leaf area, total fresh weight per plant, total dry weight per plant. Observations of yield: total fresh weight of plants (harvest), total dry weight per plant (harvest), the number of tubers per plant, length of tubers, diameter of tubers, fresh weight of tuber per plant, yield per hectare, the number economicof tubers per plants, economical weight of tubers iv per plant, yield tuber economic per hectare. Plant grow analysis: Relative Growth Rate (LPR) and Partision Indeks. Soil analysis: beginning soil (before planting) covers of N, P, and K contents, middle soil analysis (after treatment) K contents and final soil analiysis (after harvest) K contens. The data was analysis by using F test at level α = 0.05. If there is interaction or significant effect of the treatment, then followed by using LSD test between treatments at the level of p = 0.05. The results showing that is there not real interaction between variety and fertilizer dose of K treatment at various parameter that is observed including yield component. Based on the analysis that has been conducted shows that the lowest results obtained on plants that are not fertilized highest potassium and produced by plants fertilized potassium dose of 211 kg K2O ha-1. The results for the components of growth and yield components is expected as a result of lower levels of K availability of land by plants that are not potassium fertilized. Pursuent to analysis result, application of 211 kg K2O ha-1 kalium fertilizer is efficient, with highest B/C value for varietas Orange madu is 0,76 and Ayamurasaki is 0,88.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/66/051501753
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130688
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item