BKG

Kusumawati, RissyaDewi (2015) Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Interval Pemberian Air Sampai Dengan Kapasitas Lapang Terhadap Produksi Tanaman Cabai Rawit ( Capsicum Frutescens L. ). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi cabai di Indonesia adalah rendahnya hasil panen dari luasan areal tanaman. Penanaman cabai membutuhkan lahan yang luas, tetapi lahan yang ada semakin sempit dan harus berkompetisi dengan tanaman pangan lainnya. Kondisi ini dapat diatasi dengan menanam cabai dalam polybag yang juga dapat mempermudah pemeliharaannya. Budidaya tanam dalam polybag mempunyai kekurangan, yaitu faktor ketersediaan air dan kepadatan media tanam. Kekurangan air pada cabai akan menyebabkan tanaman kerdil dan buah menjadi kecil. Pemberian air dapat meningkatkan ketersediaan air tanah dan memperpanjang masa tanam. Pemberian air dengan interval 2-4 hari masih memungkinkan tanaman tumbuh dengan baik, karena kelembapan tanah masih cukup tinggi (19,50-24,80%). Media tumbuh harus mempunyai empat fungsi utama untuk memberikan pertumbuhan yang baik bagi tanaman, menjaga ketersediaan air bagi tanaman, menyimpan hara bagi tanaman, menunjang tanaman dan mempunyai aerasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan interval pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014 bertempat dirumah kaca Ds.Tegalgondo, Kec.Karang Ploso-Malang. Ketinggian tempat 550 m dpl dengan suhu ratarata berkisar antara 22-29˚C. Alat penelitian adalah peralatan tulis,timbangan, kertas label, plastik, kamera, meteran (ukuran 5m), kalkulator dan gunting. Bahan penelitian adalah bibit cabai rawit Hibrida jenis Bara,tanah, sekam padi, kompos, pupuk NPK (15:15:15), polybag 5 kg, dan air. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri atas M1(Tanah 100%), M2(Tanah 75% : Sekam Padi 25%), M3(Tanah 75%: Kompos 25%), M4(Tanah 50% : Sekam Padi 25% : Kompos 25%). Faktor kedua adalah interval pemberian air yang terdiri dari A1 (3 hari sekali), A2 (5 hari sekali) dan A3 (7 hari sekali). Parameter pengamatan nondestruktif antara lain Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun per tanaman (helai), Jumlah cabang per tanaman (cabang), Jumlah buah per tanaman (buah), Jumlah buah total per tanaman (buah), Bobot segar buah per pertanaman (g), Bobot segar total buah per tanaman (g). Pengamatan dilakukan pada umur 14 HST, 28 HST, 42 HST, 56 HST, 70 HST, 84 HST dan 98 HST. Pengujian pengaruh perlakuan dilakukan dengan menggunakan uji F (analisis ragam) dengan taraf 5%. Apabila terjadi pengaruh yang nyata diantara perlakuan, maka dilakukan uji perbandingan menggunakan BNT5%. Pada komposisi media tanam apapun tidak dapat mempengaruhi pemberian air sebaliknya pada pemberian air berapapun tidak dapat mempengaruhi komposisi media tanam sehingga tidak terdapat interaksi. Komposisi media tanam tanah+kompos dapat meningkatkan hasil bobot segar total buah per tanaman sebesar 45,25% dibandingkan dengan perlakuan media tanah. Pemberian air dengan interval 5 hari sekali dapat meningkatkan hasil tanaman cabai sebesar 52,04% dibandingkan dengan perlakuan pemberian air dengan interval 3 hari sekali.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/651/05157644
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130679
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item