BKG

Putra, HerryPratama (2015) Pengaruh Macam Bahan Organik dan Inokulum Rhizobium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Hasil olahan kedelai yang berupa tahu, tempe dan susu kedelai merupakan jenis makanan yang sangat disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain harganya murah, kandungan gizi pada kedelai juga sangat tinggi. Di dalam 100 g kedelai terdapat energi sebesar 381 kkal, protein 40,4 g, karbohidrat 24,9 g, lemak 16,7 g, kalsium 222 mg, fosfor 682 mg, dan zat besi 10 mg. Nilai protein kedelai jika difermentasi dan dimasak akan memiliki mutu yang lebih baik dari jenis leguminosa lain. Tingkat permintaan kedelai sebagai bahan pangan sangat tinggi.Namun tingginya tingkat permintaan tidak diimbangi dengan peningkatan produksi kedelai. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2013) produksi kedelai di Indonesia pada tahun 2011 yaitu 851.286 ton sedangkan pada tahun 2012 sebesar 843.153 ton. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta orang dan rata-rata konsumsi per kapita kedelai sebesar 10 kg thn-1 maka diperlukan kedelai untuk kebutuhan pangan minimal 2 juta ton per tahun. Karena itu diperlukan upaya untuk peningkatan produksi kedelai. Salah satu upaya peningkatan produksi kedelai adalah dengan melakukan inokulasi Rhizobium. Sebagai tanaman golongan Leguminoceae, tanaman kedelai mampu mengadakan simbiosis dengan bakteri tertentu sehingga dapat langsung memfiksasi nitrogen dari udara. Residu biochar dan penambahan pupuk kompos diharapkan dapat meningkatkan efektifitas bakteri Rhizobium. Biochar merupakan bahan arang yang dibuat dari limbah pertanian organik, yang bisa berasal dari sisa-sisa penebangan kayu, tempurung kelapa, tongkol jagung, jerami padi, dan kotoran sapi. Biochar dihasilkan melalui proses pirolisis biomasa. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi macam bahan organik dan dosis legin terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Hipotesis yang diajukan ialah macam bahan organik dapat mempengaruhi kebutuhan dosis legin untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang yang terletak pada ketinggian ± 303 mdpl, suhu minimal berkisar antara 18ºC – 21ºC, suhu maksimal berkisar antara 30ºC – 33ºC, pH tanah 6 – 6,2 dan jenis tanah Alfisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2014 sampai bulan September 2014. Alat yang digunakan pada penelitian ialah Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, meteran, oven, kamera digital, gembor, penggaris, alat tugal, dan tali rafia. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas lokal grobogan yang diperoleh dari Balitkabi (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi). Legin yang digunakan berasal dari lab Mikrobiologi UGM. Residu Biochar berasal dari sekam padi dan kompos berasal dari UPT kompos Universitas Brawijaya. Fungisida yang digunakan ialah Dhitane M 45. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Faktorial yang diulang 3 kali. Perlakuan yang diberikan yaitu faktor satu ii adalah pemberian bahan organic yang terdiri dari: B1 = tanpa aplikasi bahan organik, B2 = residu biochar dan B3 = kompos 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah penggunaan legin yang terdiri dari: L1 = tanpa legin, L2 = dosis legin 8 g kg-1 dan L3 = dosis legin 12 g kg-1. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, jumlah Polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot hasil biji (ton ha-1), jumlah bintil akar dan jumlah bintil akar efektif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%. Bila terdapat interaksi atau pengaruh maka dilanjutkan dengan uji perbandingan diantara perlakuan dengan menggunakan uji BNT pada p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan penambahan bahan organik kompos 10 ton ha-1 dan residu biochar tidak mempengaruhi kebutuhan dosis legin. Kompos 10 ton ha-1 berpengaruh nyata untuk meningkatkan jumlah polong per tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) sebesar 71,21 %. Dosis legin tidak berpengaruh nyata terhadap hasil panen tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril)

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/632/051507625
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130658
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item