BKG

Qadaryani, Annisa (2015) Pengaruh Penggunaan PGPR (Bakteri Pseudomonas fluorenscens, Bacillus Sp., Azotobacter) terhadap Intensitas Cucumber Mosaic Virus (CMV) Pertumbuhan, dan Produksi pada Tanaman Tomat Varietas Permata. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tomat adalah salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Tomat kaya akan vitamin C, vitamin A, zat besi (Fe) dan zat potassium. Menurut BPS (2012) dari data Dirjen Bina Hortikultura, produksi tomat nasional menurun dari 954.046 ton pada tahun 2011 menjadi 893.504 ton pada tahun 2012. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi tomat dalam negeri adalah serangan virus tanaman. Virus tanaman yang sering menyerang tanaman tomat dan familinya (Solanaceae) adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV). Berbagai cara pengendalian virus yang menginfeksi tanaman diantaranya dengan eradikasi gulma, menanam di daerah terisolasi, mengendalikan serangga vektor, proteksi silang maupun dengan cara induksi ketahanan tanaman menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) (Kokalis et al,. 2002). Pseudomonas fluorescens, Bacillus sp. dan Azotobacter merupakan agens hayati yang telah digunakan untuk mengendalikan berbagai patogen tanaman. Bakteri tersebut termasuk PGPR. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan PGPR pada tanaman tomat yang terinfeksi CMV. Hipotesis dari penelitian ini Pseudomonas fluorescens, Bacillus sp., Azotobacter dan kombinasi dapat menurunkan intensitas serangan infeksi CMV pada tanaman tomat dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di rumah kawat STPP Ijen Nirwana dan Laboratorium Bakteriologi, Fakultas Petanian Universitas Brawijaya. Penelitian dimulai pada bulan Maret 2014 – November 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan, yaitu PGPR P. fluorecens (P1), PGPR Azotobacter (P2), PGPR Bacillus sp. (P3), PGPR P. fluorecens dan Azotobacter (P4), PGPR P. fluorecens dan Bacillus sp (P5), PGPR Azotobacter dan Bacillus sp (P6), tanpa PGPR (P7). Masing – masing perlakuan diulang empat kali. Data pengamatan yang diperoleh dari percobaan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%, kemudian data yang signifikan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Variable pengamatan yang digunakan adalah masa inkubasi dan serangan penyakit; intensitas serangan; jumlah daun; bobot basah tanaman; bobot kering tanaman; pertumbuhan bakteri pada media; dan produksi tanaman ii Gejala serangan CMV pada tanaman tomat adalah daun mosaik. PGPR dengan isolat tunggal P. fluorescens, Azotobacter, dan Bacillus sp. serta bakteri PGPR kombinasi P. fluorescens dan Azotobacter, P. fluorescens dan Bacillus sp. dan Azotobacter dan Bacillus sp. dapat menurunkan intensitas serangan CMV pada tanaman tomat varietas permata. Bakteri PGPR P. fluorescens dan Azotobacter mempunyai masa inkubasi lebih lama dibandingnkan dengan perlakuan bakteri lainnya. Bakteri PGPR dengan isolat tunggal Azotobacter dapat meningkatkan bobot basah dan bobot kering pada tanaman tomat varietas permata.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/624/051507617
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130650
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item