BKG

Pratama, FarisFikardian (2015) Pengaruh Ketinggian Tempat dan Aplikasi Boron Terhadap Fertilitas Polen dan Hasil Gandum (Triticum aestivum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Rerata konsumsi tepung tergiu yang terbuat dari biji gandum di Indonesia meningkat dari 1,19 kg per kapita pada tahun 2012 menjadi 1,25 kg per kapita pada tahun 2013 atau meningkat sebesar 0,66% dari tahun sebelumnya (APTINDO, 2013). Namun, permintaan tepung terigu yang meningkat tidak diikuti dengan produksi gandum yang tinggi khususnya di Indonesia. Maros 7 (M7) merupakan satu dari galur gandum tropis yang telah ditanam di Indonesia bagian Timur yaitu Maros, Sulawesi Selatan. Galur gandum M7 memiliki umur panen yang pendek dan viabilitas biji yang tinggi. Salah satu syarat tumbuh yang mempengaruhi produksi biji gandum yaitu suhu udara (15-25oC). Produksi biji yang optimal dapat diperoleh dengan menanam gandum di dataran tinggi di atas 1000 mdpl khususnya di Indonesia (Daerah Tropis). Selain itu, penambahan unsur hara seperti boron berfungsi meningkatkan produksi tanaman dengan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tabung polen sehingga, boron perlu diaplikasikan pada gandum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil biji yang optimal pada ketinggian tempat dan aplikasi boron yang tepat. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2014 sampai April 2015 di dua lokasi, pertama kebun Percobaan FP-UB Cangar (1.650 mdpl) dengan suhu rerata harian sekitar 19oC, kedua di Dusun Areng-areng, Desa Dadaprejo Kota Batu (700 mdpl) dengan rerata suhu harian sekitar 29oC. Alat yang digunakan antara lain penggaris, gelas ukur, timbangan digital, plastik mika, kamera digital, alat tulis, termometer maksimumminimum, dan RH meter. Bahan yang digunakan antara lain Polybag ukuran 20 x 20 x 40 cm3, plastik polyethilene, tanah andosol, benih gandum galur M7, Pupuk Urea, SP-36, KCl, pupuk borate 48 (14,3% boron), air destilasi, insektisida Diazenon 60 EC 1 ml l-1. Penelitian menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor dan diulang 4 kali. Faktor pertama yaitu ketinggian tempat yang terdiri dari 2 taraf meliputi (A1) dataran tinggi 1.650 mdpl (Cangar) dan (A2) dataran medium 700 mdpl (Dadaprejo). Faktor kedua yang tersarang pada faktor pertama yaitu aplikasi boron dengan empat taraf konsentrasi meliputi (B0) kontrol, (B1) 0,23 mM, (B2) 0,49 mM dan (B3) 1 mM. Percobaan dilakukan dalam tanah di media polybag dan pada setiap plot aplikasi boron terdiri dari 12 polybag, selanjutnya masing-masing polybag ditanam 2 biji gandum. Pengamatan penelitian terdiri dari fase generatif dan hasil. Pengamatan fase generatif meliputi parameter umur berbunga (HST), jumlah bunga per malai, jumlah spikelet per malai, dan jumlah malai per tanaman. Pengamatan panen meliputi parameter umur panen (HST), jumlah biji isi per malai, jumlah biji per malai, persentase biji panen ii (%), bobot 100 biji (gram) dan hasil biji per tanaman (gram). Selanjutnya data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila hasil menunjukkan beda nyata maka dilakukan uji lanjutan (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara aplikasi boron pada dataran tinggi 1.650 mdpl dan medium 700 mdpl terhadap pengamatan hasil. Interaksi tersebut menunjukkan pengaruh nyata pada pengamatan bobot 100 biji. Namun, pengaruh tidak nyata ditunjukkan oleh pengamatan panen yang lain meliputi jumlah biji isi per malai, jumlah biji per malai, persentase biji panen dan hasil biji per tanaman. Aplikasi boron di dataran tinggi 1.650 mdpl menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah bunga per malai, jumlah spikelet per malai, jumlah biji isi per malai, persentase bij panen dan hasil biji per tanaman pada taraf konsentrasi boron 0,49 mM. Sementara itu, pengaruh nyata di dataran tinggi 1.650 mdpl ditunjukkan parameter jumlah biji per malai pada taraf konsentrasi 1 mM. Sedangkan aplikasi boron di dataran medium menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah bunga per malai, jumlah spikelet per malai, jumlah biji isi per malai, jumlah biji per malai dan hasil biji per tanaman pada taraf konsentrasi boron 1 mM. Namun, pada persentase biji panen di dataran medium 700 mdpl menunjukkan pengaruh nyata pada taraf konsentrasi boron 0,49 mM.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/623/051507616
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130649
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item