BKG

Putra, MuhammadFadliDwi (2015) Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Dosis Pupuk NPK pada Hasil Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Beberapa jenis tanaman hias mempunyai potensi yang tinggi, sehingga layak untuk dikembangkan, salah satu dari tanaman hias itu ialah tanaman krisan (Chrysanthemum sp.). Di Indonesia, krisan merupakan tanaman yang cukup populer. Bunga krisan banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias dalam pot atau vas, untuk upacara adat, pernikahan, dan lain-lain sehingga menimbulkan peningkatan jumlah produsen dan daya beli konsumen yang diikuti dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap krisan. Luas lahan krisan potong di tahun 2009 sampai 2013 cenderung berkurang, namun untuk produksi dan produktivitas bunga krisan bertambah setiap tahunnya (Badan Pusat Statistik, 2014). Disamping itu, kebutuhan konsumen terhadap bunga krisan juga semakin bertambah tiap tahunnya. Pemberian pupuk yang tepat dan unsur hara yang seimbang dilakukan untuk mendapat pertumbuhan dan hasil bunga krisan yang diinginkan. Penggunaan pupuk anorganik memegang peranan penting untuk menambah kebutuhan unsur hara tanaman. Akan tetapi, jika memakai pupuk anorganik secara terus menerus akan dapat merusak kondisi tanah. Oleh karena itu dibutuhkan bahan organik agar kondisi tanah tetap terjaga baik sifat fisik, biologi, dan kimia. Penggunaan kombinasi antara dosis pupuk anorganik NPK dengan jenis pupuk kandang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik, dan memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimia tanah, serta meningkatkan efisiensi pemupukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan dosis pupuk NPK yang tepat untuk hasil tanaman krisan. Hipotesis yang diajukan yaitu 1) Pemberian pupuk kandang ayam dapat mengurangi kebutuhan dari pupuk anorganik majemuk NPK, 2) Perlakuan jenis pupuk kandang ayam memberikan hasil terbaik pada tanaman krisan, 3) Perbedaan dosis pupuk NPK memberikan perbedaan hasil pada tanaman krisan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2015 di dalam rumah lindung di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Batu dengan ketinggian ± 950 mdpl dengan curah hujan sekitar 2400 mm/tahun dan kelembaban nisbi udara 86 %, serta suhu rata-rata harian berkisar antara 18-240C. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi cangkul, ember, cetok, tugal, gembor, sprayer, jaring penegak tanaman, instalasi pencahayaan, kertas label, penggaris, meteran, timbangan analitik, jangka sorong, kamera digital dan alat tulis. Bahan yang digunakan ialah bibit krisan varietas Bacardi White, air, pupuk NPK 16:16:16, pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam, fungisida, insektisida dan pupuk daun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis pupuk kandang (K) yang terdiri dari K1=pupuk kandang ayam dan K2=pupuk kandang sapi, sedangkan faktor kedua ialah dosis pupuk NPK (A) yang terdiri dari A1=1000 kg/ha, A2=2000 kg/ha, A3=3000 kg/ha, A4=4000 kg/ha, A5=5000 kg/ha. Pengamatan dilakukan ii pada 28, 42, 56, dan 70 hst yang meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan jumlah tunas ketiak, sedangkan untuk parameter pengamatan panen meliputi panjang tangkai bunga, diameter bunga, jumlah kuntum bunga, jumlah petal, dan umur panen yang dilakukan saat panen. Untuk jumlah kuncup bunga, waktu munculnya kuncup bunga, umur pecah kuncup dan umur berbunga dilakukan pada saat menjelang panen. Data hasil pengamatan akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk NPK 16:16:16 hanya terjadi pada variabel panjang tangkai bunga krisan. Perlakuan pupuk kandang ayam 20 ton/ha + NPK 16:16:16 1000 kg/ha, pupuk kandang sapi 20 ton/ha + NPK 16:16:16 1000 kg/ha, pupuk kandang sapi 20 ton/ha + NPK 16:16:16 2000 kg/ha, dan pupuk kandang sapi 20 ton/ha + NPK 16:16:16 3000 kg/ha memberikan rata-rata panjang tangkai yang lebih tinggi. Secara terpisah, perlakuan pupuk kandang sapi memberikan rata-rata tinggi tanaman krisan yang lebih tinggi dari perlakuan pupuk kandang ayam pada umur pengamatan 28 dan 42 hst. Perlakuan pupuk kandang sapi juga menghasilkan rata-rata diameter batang yang lebih besar daripada pemberian pupuk kandang ayam pada umur pengamatan 70 hst. Sementara itu, perlakuan dosis pupuk NPK 16:16:16 hanya berpengaruh nyata pada pengamatan umur berbunga mekar. Pemberian dosis pupuk NPK 16:16:16 2000 kg/ha, 3000 kg/ha, dan 4000 kg/ha menghasilkan umur berbunga yang lebih cepat dibandingkan umur berbunga pada pemberian dosis pupuk NPK 16:16:16 5000 kg/ha.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/603/051507596
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130626
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item