BKG

Fitriyah, Arifatul (2015) Pengelompokan 30 Kultivar Pisang (Musa spp.) Berdasarkan Genom dan Hubungan Kekerabatannya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia merupakan pusat diversitas marga Musa. Keanekaragaman hayati memegang peranan penting dalam ketersediaan sumber pada program pemuliaan tanaman untuk peningkatan produktivitas pangan dan hortikultura di Indonesia. Di dalam Laporan Tahunan Kementerian Pertanian pada tahun 2004-2012, menunjukkan produktivitas pisang meningkat sekitar 2,89 %. Tetapi nilai ekspor pisang lebih rendah dibandingkan nilai impornya. Tingginya nilai impor disebabkan oleh produk pisang yang ada di Indonesia belum bisa menandingi kualitas produk pisang dari negara lain. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengetahui karakteristik pisang di Indonesia yang tidak hanya berupa identifikasi tetapi juga pengelompokkan genom dan menganalisis hubungan kekerabatan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 30 kultivar pisang koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan genom dan mendapatkan hubungan kekerabatannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Kebun Koleksi Pisang Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan dengan metode observasi lapang pada 30 kultivar pisang yang telah mencapai fase generatif, meliputi 70 karakter morfologi sesuai dengan pedoman karakterisasi pada deskriptor tanaman pisang. Data pengamatan selanjutnya diskoring untuk mengelompokkan genom dengan menggunakan metode dari Simmonds dan Shepherd (1982), Silayoi dan Chamchalow (1987), Singh dan Uma (1996) dan Rinaldi, Mansyurdin dan Hermanto (2014) dan analisis hubungan kekerabatan dengan metode Unweighted Pair-group Method with Arithmatic Averaging (UPGMA) menggunakan program komputer MVSP (Multi-Variete Statistical Package). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 kultivar pisang terbagi menjadi lima kelompok. Kelompok genom AA/AAA terdiri dari pisang Musa acuminata var. tomentosa, pisang Kreas, dan pisang Grito. Kelompok genom AAB terdiri dari pisang Rojo Marto, pisang Rayap, pisang Cici Hutan, pisang Pulut, pisang Susu, pisang Kates, pisang Blitung, pisang Rojo Molo, pisang Awak, pisang Jambe, pisang Jaran, pisang Kayu, pisang Usuk, pisang Tanduk Hijau, pisang Plembang, pisang Berlin Kuning, pisang Cici, pisang Kongkong, pisang Rojo Glintung, dan pisang Brentol Warangan. Kelompok genom AB terdiri dari pisang Mas Mirah, pisang Rojo Siem, pisang Sobo Awu, pisang Ebung, dan pisang Rojo Bandung. Kelompok genom ABB terdiri dari pisang Klutuk. Dan kelompok terakhir yaitu BB terdiri dari pisang Klutuk Wulung. Kebanyakan pisang yang diteliti merupakan hibrid. Hubungan kekerabatan berdasarkan 70 karakter membagi 30 kultivar pisang menjadi dua kelompok besar dengan nilai koefisien kemiripan 62–84%. Hal tersebut menunjukkan hubungan kekerabatan yang dekat pada 30 kultivar pisang yang diamati. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu pisang Kongkong dengan Brentol Warangan, M. acuminata var. tomentosa dengan Grito, Klutuk dengan Klutuk Wulung pada koefisien 84%.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/585/051507575
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130605
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item