BKG

Ishaq, RizkiMaulana (2015) Potensi Hutan Konservasi PT Agro Menara Rachmat dalam Melestarikan Keanekaragaman Vegetasi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Hutan konservasi PT Agro Menara Rachmat (PT AMR) memiliki keanekaragaman struktur dan komposisi tanaman yang unik dan langka seperti Shorea balangeran, Eusideroxylon zwageri, dan lain-lain. Sebagian wilayah hutan ini berada di dataran rendah sehingga menyebabkan kondisi hutan telah terjadi penggenangan selama musim penghujan. Kondisi lahan yang tergenang tersebut menyebabkan kondisi biofisik lahan beragam dan komposisi jenis tumbuhan serta struktur vegtasi yang beragam pula. Dengan demikian hutan konservasi memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dan mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kerapatan dan keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan konservasi PT AMR. Penelitian dilaksanakan di hutan konservasi PT AMR anak perusahaan dari PT Astra Agro Lestari Tbk, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari bulan September 2014 – Maret 2015. Strategi pengambilan contoh di lapangan mengikuti Rancangan Tersarang yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1: Ekosistem (ekosistem tergenang (T) dan ekosistem tidak tergenang (TT)). Faktor 2: sub ekosistem terdiri dari (T1, T2, T3, T4 dan TT1, TT2, TT3, TT4). Plot pengukuran dan pengamatan di masing-masing sub ekosistem diulang sebanyak (3) tiga kali, sehingga total plot pengukuran sebanyak 24 plot. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kondisi bentuk lahan yang beragam, menyebabkan sebagian tempat di hutan mengalami penggenangan selama musim penghujan, sehingga struktur dan keanekaragaman jenis hutan juga beragam. Hasil pengamatan genangan air menunjukkan bahwa tinggi genangan tertinggi mencapai 200 cm dengan lama genangan rata-rata 2 bulan terjadi pada bulan Februari dan Maret. Tingkat kerapatan vegetasi di hutan konservasi bervariasi, dimana kerapatan semai di ekosistem tergenang memiliki kerapatan lebih rendah dari pada di ekosistem tidak tergenang, masing-masing 47 indiv.m-2 dan 121 indiv.m-2, sedangkan kerapatan sapihan dikedua ekosistem sama dengan rata-rata 44 indiv.m-2. Namun untuk kerapatan pancang di ekosistem tergenang memiliki kerapatan 893 indiv.ha-1 lebih tinggi dari pada di ekosistem tidak tergenang 591 indiv.ha-1, sedangkan kerapatan pohon dikedua ekosistem sama memiliki kerapatan rata-rata 538 indiv.ha-1. Hutan konservasi PT AMR merupakan habitat bagi 333 spesies tumbuhan yang termasuk dalam 52 famili. Hutan konservasi ekosistem tergenang didominasi oleh spesies Shorea balangeran, Callicarpa havilandii, Baccaurea edulis, dan Polyalthia xanthopetala, sedangkan di ekosistem tidak tergenang didominasi oleh pioneer Schima wallichii, Hevea brasiliensis, dan Macaranga gigantea. Tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan konservasi PT AMR termasuk kelas sedang (H=1-3) yang ditunjukkan di berbagai stadia pertumbuhan (semai, sapihan, pancang, pohon) di ekosistem tidak tergenang (H’=2.6) lebih tinggi dari pada di ekosistem tergenang (H’=1.5). i

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/584/051507577
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130603
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item