BKG

Nursa`adah, Ika (2015) Keragaman Galur Inbrida Generasi S3 Jagung Ungu (Zea mays var Ceratina Kulesh). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung adalah palawija yang memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, protein, lemak dan serat. Lahan pertanian di Indonesia yang luas penggunaannya sebagai lahan jagung terbilang sangat sedikit. Jagung ungu memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari jagung kuning dan jagung putih. Selain itu, jagung ungu memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin bersifat sebagai antioksidan di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit penyumbatan pembuluh darah. Berbagai manfaat positif dari antosianin untuk kesehatan manusia adalah untuk melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindungi otak dari kerusakan. Pentingnya ungu menjadikan para pemulia tanaman untuk mengembangkan menjadi varietas unggul. Generasi selfing ke-3 (S3) pada proses pembentukan galur inbrida merupakan generasi penting. Pada generasi ini dapat diketahui terjadinya segregasi apabila tanaman S2 yang dipilih ternyata heterozigot. Tingginya tingkat heterozigositas populasi maka komposisi genetik hasil persilanganpun menjadi sangat beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genotip jagung ungu pekat dan jagung ungu ketan generasi S3 dan mengetahui keragaman antar famili jagung ungu pekat dan jagung ungu ketan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 hingga Maret 2015 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Alat yang digunakan ialah cangkul, tugal, selang pengairan, tangki penyemprotan, kaleng pupuk, sungkup tongkol, sungkup malai, papan label (papan impraboard), gunting, kertas label, dan spidol. Sedangkan alat pengukur yang digunakan dalam pengamatan keragaman jagung ialah meteran atau penggaris, timbangan analitik, jangka sorong, colour chart, kamera, dan alat tulis. Benih yang ditanam pada penelitian ini adalah dua genotip jagung ungu dan terdapat 16 famili antara lain: genotip jagung ungu pekat (UP) : UP 1, UP 2, UP 3, UP 4, UP 5, UP 6, UP 7, UP 8, UP 9, UP 10, UP 11, UP 12, UP 13, UP 14, UP 15, UP 16 ; dan genotip jagung ungu ketan (UK) : UK 1, UK 2, UK 3, UK 4, UK 5, UK 6, UK 7, UK 8, UK 9, UK 10, UK 11, UK 12, UK 13, UK 14, UK 15, UK 16. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu genotip tanaman. Percobaan ini terdiri dari tiga kelompok yang masing-masing menyatakan ulangan. Variabel pengamatan terbagi menjadi kuantitatif dan kualitatif. Karakter kuantitatif yaitu tinggi tanaman, tinggi tongkol, umur anthesis, umur berbunga betina, jumlah tongkol per tanaman, jumlah baris biji per tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, dan bobot 100 biji. Variabel kualitatif yaitu bentuk ujung daun, warna batang, warna glume, warna anther, warna silk, warna biji, dan warna janggel. Analisis data kualitatif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam deskripsi populasi masing-masing karakter yang dimiliki tanaman. Sedangkan data kuantitatif menghitung analisis ragam. Analisis ii dilakukan dengan menggunakan uji F. Jika uji F berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5% dan dibandingkan dengan menggunakan ujji ortogonal kontras. Setelah itu menghitung heritabilitas koefisien keragaman genetik, koefisien keragaman fenotip pada setiap variabel pengamatan kuantitatif dan mengitung simpangan baku pada setiap famili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman Genotip jagung ungu ketan (UK) dan jagung jagung ungu pekat (UP) dalam kriteria keragaman genetik rendah yaitu kurang dari 25%. Genotip jagung ungu ketan (UK) memiliki nilai KKG 0,00 – 7,02%, sedangkan genotip jagung ungu pekat (UP) memiliki nilai KKG 0,00 – 7,26%. Keragaman antar famili jagung ungu ketan (UK) secara kualitatif terdapat pada beberapa nomor famili yaitu UK1, UK4, UK10, UK14 dan UK16. UK1 memiliki keragaman warna biji 46,67%, UK4 memiliki keragaman warna biji 7,69%, UK10 memiliki keragaman warna janggel 20,00%, UK14 memiliki warna batang 41,03%, warna biji 45,45%, dan warna janggel 18,18%, serta UK16 memiliki keragaman karakter warna batang 21,80%. Sedangkan pada famili jagung ungu pekat (UP) memiliki keragaman pada 16 nomor famili pada karakter warna batang, warna glume, warna anther, warna silk, warna biji, dan warna janggel, namun pada karakter bentuk ujung daun sudah seragam. Karakter dalam famili dari 16 famili jagung ungu ketan (UK) dan 16 famili jagung ungu pekat (UP) memiliki nilai simpangan baku yang sempit.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/576/051507569
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130597
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item