BKG

Listyaningtyas, AfifahEndri (2015) Pengaruh Macam Pupuk Kandang Pada Pertumbuhan Dan Hasil Lima Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) Di Kebun Percobaan Cangar, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kentang ialah satu dari beberapa tanaman hortikultura kelompok sayuran penghasil karbohidrat yang banyak dikonsumsi diberbagai negara. Tanaman kentang ini merupakan sumber karbohidrat yang bisa sebagai tanamana pangan alternative selain tanaman padi, gandum, dan jagung. Pada tahun 2009 produksi kentang sebanyak 1.176.304 ton dengan luas lahan panen 71.238ha, dan tahun 2010 produksi sebanyak 1.060.805 ton dengan luas lahan panen 66.531 ha. Tahun 2011 produksi kentang sebanyak 955.488 ton dengan luas lahan 6.563 ha. Tahun 2012 produksinya 1.094.240 ton dan pada tahun 2013 produksinya mencapai 1.124.282 ton Produktivitas kentang berturut-turut ialah 16,51 ton/ha, 15,94 ton/ha, 15.96 ton/ha, 16.58 ton/ha, dan 16.02 ton/ha. Produksi ini masih rendah dibandingkan dengan potensi hasilnya yang diusahakan secara intensif yaitu sebesar 30 ton/ha. Produksi kentang Indonesia hanya dapat memenuhi 10% dari konsumsi kentang nasional, yaitu 8,9 juta ton per tahun (BPS, 2014). Peningkatan produktivitas tanaman kentang selain dengan budidaya yang tepat juga dapat diupayakan melalui pemilihan varietas dan dengan memberikan suplai hara yang cukup dan seimbang melalui pemupukan. Varietas adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pertumbuhan dan hasil tanaman selain faktor lingkungan. Penggunaan varietas unggul merupakan komponen teknologi yang penting untuk mencapai produksi yang tinggi. Pupuk organik sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah (Kartikawati et al.,2011). Pupuk kotoran sapi yang matang secara alami telah banyak digunakan pada budidaya berbagai komoditas. Pupuk kotoran sapi merupakan satu dari beberapa contoh pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah (Nurmawati dan Anang, 2000). Berdasarakan hasil penelitian Mulyati (2007), Pemberian pupuk kotoran ayam dapat memperbaiki struktur tanah yang sangat kekurangan unsur organik serta dapat memperkuat akar tanaman. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil pada lima varietas tanaman kentang (varietas Granola Lembang UB, Granola Lembang BPTP, Granola Kembang UB, Granola Kembang BPTP, dan Nadia). Hipotesis yang diajukan ialah Pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil pada lima varietas tanaman kentang tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai Mei 2015 di lahan percobaan Universitas Brawijaya di Desa Sumber Brantas, Dusun Cangar Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan dengan pemberian pupuk kandang sebagai petak utama yang terdiri dari dua level yaitu pupuk kandang sapi 10 ton/ha dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha. Sedangkan untuk anak petaknya ialah perbedaan varietas yang terdiri dari 5 level yaitu varietas Granola 1, varietas Granola 2, varietas Granola Kembang 1, varietas Granola Kembang 2, dan varietas Nadia. Sehingga diperoleh 10 kombinasi perlakuan dengan 30 petak percobaan. Pengamatan yang dilakukan secara non destructive yang meliputi Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (helai), Diameter Batang (cm), dan Jumlah Batang. Selain itu juga dilakukan pengamatan deskripsi varietas dengan variabelnya umur berbunga, bentuk batang, deskripsi daun, dan panjang tangkai, serta pengamatan panen yang meliputi jumlah umbi bobot umbi. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diuji, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5%. Apabila berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Berdasarkan hasil penelitiian menunjukkan bahwa, pemberian perlakuan pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam tidak memberikan interaksi dengan lima varietas kentang terhadap pertumbuhan dan hasil pada lima varietas tersebut. Macam dari pupuk kandang berpengaruh pada jumlah daun, sedangkan lima varietas memberikan perbedaan pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, jumlah umbi per tanaman, dan bobot per umbi. Dari lima varietas tersebut, varietas Nadia merupakan varietas kentang yang memiliki hasil tinggi yaitu 12,68 kg/petak atau 28,33 ton/ha. Sedangkan hasil yang rendah terdapat pada kentang varietas Granola Lembang BPTP yaitu 9,65 kg/petak atau 21, 43 ton/ha.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/571/051507564
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130592
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item