BKG

Janah, DikaChiqmatul (2015) Aplikasi Lama Perendaman Plant Growth Promoting Rhizobakteria (PGPR) Dan Pemangkasan Pucuk Terhadap Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang berasal dari keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) yang berasal dari Himalaya di Asia Utara. Semakin meluasnya persebaran mentimun akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi mentimun khususnya di Jawa Timur. Data luas panen, produksi dan produktivitas mentimun di Jawa Timur dari lima tahun terakhir berfluktuatif, pada tahun 2009 luas panen mentimun 2.593 ha, produksi 583,139 ton dengan produktivitas 134.7 ku ha-1 ; tahun 2010 luas panen mentimun di Jawa Timur 2.759 ha, produksi 547,141 ton dengan produktivitas 130.2 ku ha-1 ; tahun 2011 luas panen 2.792 ha, produksi 521535 ton dengan produktivitas 123.4 ku ha-1 ; tahun 2012 luas panen 2.616 ha produksi 511,525 ton dengan produktivitas 133.75 ku ha-1 dan tahun 2013 luas panen 2.408 ha, produksi 491,636 ton dengan produktivitas 139.5 ku ha-1 (Kementan, 2014). Upaya peningkatan produksi mentimun dapat dilakukan dengan penggunaan teknologi baru yaitu dengan pemanfaatan bakteri rhizobakteria yang berperan sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pemangkasan pucuk pada tanaman mentimun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobakteria (PGPR) dan pemangkasan pucuk untuk meningkatkan produksi mentimun (Cucumis sativus L). Perendaman Plant Growth Promoting Rizhobakteri (PGPR) selama 10 menit dan pemangkasan pucuk ruas ke 15 mampu meningkatkan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L). Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret-Mei 2015, dilakukan dengan menggunakan percobaan pot pada polybag di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Ngijo Karangploso Malang. Dengan ketinggian 600 mdpl. Jenis tanah yang digunakan yaitu inceptisol. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekop, polybag, gembor, bambu, Ember, tali rafia, gelas ukur volume 1000 ml, Jangka sorong, meteran, penggaris, timbangan analitik, gunting pangkas, Leaf Area Meter (LAM), oven, alat tulis, dan kamera digital. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Plant Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR) yang berasal dari labolatorium Bakteriologi HPT FP-UB, benih mentimun varietas Harmony, pupuk kandang ayam, pupuk Urea, SP-36 dan KCl, pestisida. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali yaitu (A): Tanpa perendaman PGPR+tanpa pemangkasan pucuk, (B): Tanpa perendaman PGPR+pemangkasan pucuk ruas ke 10, (C): Tanpa perendaman PGPR+pemangkasan pucuk ruas ke 15, (D): Perendaman PGPR 5 menit+tanpa pemangkasan pucuk, (E): Perendaman PGPR 5 menit+pemangkasan pucuk ruas ke 10, (F): Perendaman PGPR 5 menit+pemangkasan pucuk ruas ke 15, (G): Perendaman PGPR 10 menit+tanpa pemangkasan pucuk, (H): Perendaman PGPR 10 menit+ pemangkasan pucuk ruas ke 10, (I): Perendaman PGPR 10 menit+pemangkasan pucuk ruas ke 15. Pengamatan dilakukan yaitu destruktif, non destruktif dan Panen. Pengamatan non destruktif meliputi panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga. Pengamatan destruktif yaitu luas daun, panjang akar, bobot kering total tanaman. Pengamatan panen meliputi jumlah buah per tanaman, bobot per buah, panjang buah, diameter buah dan bobot buah per tanaman. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi laju pertumbuhan tanaman (RGR) dan indeks luas daun (ILD). Data hasil yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisa ragam (uji F) dengan taraf 5 % Apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan perendaman PGPR 10 menit dan pemangkasan pucuk ruas ke-15 merupakan perlakuan terbaik pada peningkatan pertumbuhan tanaman dan hasil. Perlakuan kombinasi perendaman PGPR dan pemangkasan pucuk berpengaruh terhadap peningkatan panjang tanaman, jumah daun, panjang akar, luas daun dan indeks luas daun. Perendaman PGPR 10 menit dan pemangkasan pucuk ruas ke-15 mampu menghasilkan bobot per buah dan bobot buah per tanaman masing-masing sebesar 40,5% dan 31,3% apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/570/051507563
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130591
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item