BKG

Heriyansyah, Fadli (2015) Eksplorasi dan Identifikasi Karakter Morfologi Tanaman Suweg (Amorphophallus campanulatus Bl) di Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Suweg adalah tanaman anggota marga Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) dan iles-iles (Amorphophallus muelleri). Purwantoro (2014) menyatakan umbi suweg memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai bahan diversifikasi pangan dimasa depan, karena kandungan patinya kurang lebih 18,44% dan memiliki Indeks Glikemik yang rendah, sehingga sangat aman untuk penderita diabetes, dan kemampuan hidup tanaman suweg yang mampu hidup di bawah naungan sehingga dapat ditanam berdampingan dengan tanaman yang tinggi. Akan tetapi belum dilakukan pengembangan terhadap tanaman suweg seperti perakitan varietas, padahal suweg dapat diolah menjadi makanan seperti keripik, tepung dan mi. Untuk melakukan perakitan varietas tahap pertama yang dilakukan adalah eksplorasi plasma nutfah, dimana dengan semakin beragamnya plasma nutfah maka akan semakin banyak sumber-sumber genetik untuk pemuliaan tanaman suweg. Di Jawa Timur 82,7% tanaman suweg telah dibudidayakan oleh penduduk secara teratur (Direktorat Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 2002) sehingga Jawa Timur menjadi tempat yang cocok untuk eksplorasi tanaman suweg agar dapat digunakan sebagai bahan perbaikan genetik tanaman suweg. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keberadaan tanaman suweg, mencari tahu perbedaan karakteristik tanaman suweg yang berada di wilayah Jawa Timur, serta pemanfaatan tanaman suweg oleh penduduk setempat. Hipotesis yang diajukan adalah terdapatnya perbedaan karakteristik pada tanaman suweg yang berada di wilayah Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan di wilayah Jawa Timur, meliputi Kabupaten Malang, Blitar, Ponorogo dan Madiun, dari bulan Maret sampai dengan Juni 2014. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat tulis, kuisioner, kamera, pisau, GPS, termometer, panduan deskriptor tanaman suweg. Bahan yang digunakan adalah tanaman suweg yang ada pada empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan hasil wawancara. Metode yang digunakan ialah eksplorasi tanaman suweg yang berada pada empat kabupaten di Jawa Timur. Penentuan lokasi mengacu pada hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan sebelumnya. Tanaman suweg kemudian dilakukan deskripsi tanaman, deskripsi tersebut berupa pengamatan karakter morfologi tanaman yang meliputi bagian umbi, daun, tangkai daun, bunga dan deskripsi umum keadaan wilayah ditemukannya suweg. Parameter pengamatan : Tangkai daun (batang semu): warna tangkai, permukaan tangkai daun, warna belang, bentuk belang, diameter tangkai, panjang tangkai. Daun: warna anak daun, bentuk anak daun, ujung anak daun, lebar anak daun, lebar kanopi. Umbi: warna kulit, warna daging umbi. Bunga: warna kelopak dan warna mahkota. Selain dengan cara eksplorasi juga dilakukan pengumpulan data sekunder dengan cara wawancara para petani tentang budidaya dan pemanfaatan tanaman suweg di daerah tersebut. Penelitian dilakukan dengan teknik pengamatan langsung pada objek di lapang dengan vi analisis data deskriptif, selain itu dilakukan analisis kekerabatan sampel tanaman suweg dengan cara manual dan menggunakan software NTSys 2.0. Perbedaan karakter morfologi tanaman suweg dapat terlihat secara langsung dari warna tangkai, dan bentuk daun. Warna tangkai daun suweg merupakan salah satu ciri dalam membedakan varian suweg, berdasarkan hasil karakterisasi, tanaman sampel dari Blitar lokasi 2 (S2) dan Blitar Lokasi 3 (S3) adalah termasuk suweg varian dua, yang memiliki warna tangkai daun hijau gelap, keragaman karakter morfologi tanaman sampel suweg yang diperoleh menunjukkan keragaman yang tinggi, tidak ditemukan bunga tanaman suweg selama penelitian berlangsung. Analisis kekerabatan yang dilakukan menghasilkan dendrogram menunjukkan bahwa terdapat dua kelompok (cluster) yang memisahkan 14 tanaman suweg sampel. Kelompok pertama terdiri dari sampel S4 (Ponorogo lokasi 1), S5 (Ponorogo lokasi 2 sampel 1), S6 (Ponorogo lokasi 2 sampel 2), S7 (Ponorogo lokasi 3), S8 (Malang lokasi 1), S9 (Malang lokasi 2 sampel 1), S12 (Madiun lokasi 1), S13 (Madiun lokasi 2) dan S14 (Madiun lokasi 3). Kelompok kedua terdiri dari S1 (Blitar lokasi 1), S2 (Blitar lokasi 2), S3 (Blitar lokasi 3), S10 (Malang lokasi 2 sampel 2) dan S11 (Malang lokasi 3). Sampel yang berada pada kelompok yang sama menunjukkan hubungan kekerabatan yang dekat. Dari hasil analisis kekerabatan juga diperoleh nilai matriks kemiripan (similarity matrix) yang menunjukkan nilai kemiripan pada masing-masing sampel. Dari nilai matriks kemiripan dapat diketahui bahwa tingkat keragaman tanaman suweg sangat tinggi hal ini dapat dilihat dari nilai kemiripan 0,28 – 0,91. Tingkat keragaman yang tinggi ini menunjukkan bahwa di Jawa Timur memiliki potensi genetik yang tinggi yang dapat digunakan untuk mengembangkan tanaman suweg.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/551/051507545
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130570
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item