BKG

Ningrum, WulanAsri (2015) Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Kompos Kotoran Kelinci Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat. Salah satu kebutuhan akan makanan pokok yang mengalami peningkatan dari tahun ketahun adalah konsumsi jagung, namun peningkatan konsumsi jagung tidak diimbangi dengan peningkatan produksi jagung nasional. Menurut Badan Pusat Statistik (2014), rata-rata laju pertumbuhan produksi jagung selama 2008-2012 adalah 3,21% per tahun, sedangkan laju peningkatan konsumsi pada tahun 2008-2012 mencapai 5,41% per tahun, total ini lebih cepat dibanding laju pertumbuhan produksi. Rendahnya produksi jagung nasional dalam memenuhi permintaan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya yaitu luas lahan pertanian yang semakin menyempit dari tahun ketahun, serangan hama dan penyakit serta penggunaan pestisida dan pupuk anorganik secara berlebihan. Penggunaan pestisida dan pupuk anorganik yang berlebihan saat ini menimbulkan masalah yang besar terutama bagi kesehatan tanah dan mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman. Salah satu upaya dalam menangani masalah tersebut yaitu dengan penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang kelinci. Menurut McMillan (2007), PGPR aktif mengkoloni akar tanaman dengan memiliki tiga peran utama bagi tanaman yaitu sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman dan lingkungan yang seimbang bagi bakteri diperlukan penambahan bahan organik. Pemberian pupuk kandang kelinci diasumsikan dapat menyediakan nutrisi bagi PGPR, sehingga mikroorganisme dalam PGPR mampu bertahan pada lingkungan rizosfer dan menjalankan fungsinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi yang tepat pemberian pupuk kandang kelinci dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan produktifitas tanaman Jagung manis (Zea mays saccharata). Hipotesis dari penelitian ini yaitu : Peningkatan dosis pemberian pupuk kompos kotoran kelinci mampu mengurangi pemberian dosis PGPR; Perbedaan pemberian dosis PGPR dan pupuk kandang kelinci memberikan perbedaan hasil pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur dengan tinggi ± 600 mdpl. Suhu rata-rata 28oC dan kelembaban 78%. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2015. Pelaksanaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama pemberian PGPR (V) dengan 4 taraf yaitu : tanpa PGPR (V1); 10 ml PGPR (V2);20 ml PGPR (V3); 30 ml PGPR (V4). Faktor kedua pemberian pupuk kandang kelinci dengan 3 taraf yaitu: Tanpa pupuk kandang kelinci (K1); Pupuk kandang kelinci 10 ton ha-1 (K2); Pupuk kandang kelinci 20 ton ha-1 (K3). Sehingga didapatkan dua belas kombinasi perlakuan dan masingmasing kombinasi perlakuan menggunakan ulangan sebanyak tiga kali. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), ii jumlah daun (helai), luas daun (cm2), indeks luas daun (cm2), bobot kering tanaman (g), panjang tongkol tanpa kelobot (cm), dimeter tongkol tanpa kelobot (cm), bobot tongkol yanpa kelobot (g), bobot tongkol dengan kelobot (g), bobot tongkol persatuan hektar (ton ha-1). Jika perlakuan menunjukkan perbedaan nyata pada F-hitung, maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi paling tepat yaitu pada pemberian 30 ml PGPR dan 20 ton ha-1 pupuk kandang kelinci karena menunjukkan nilai tertinggi secara umum pada seluruh parameter pengamatan apabila dibandingakan dengan perlakuan kontrol. Penambahan bahan organik berupa kompos kotoran kelinci mampu menurunkan dosis penggunaan PGPR. Interaksi antara PGPR dan pupuk kandang kelinci berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, bobot kering tanaman, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol dengan kelobot dan bobot tongkol persatuan hertar. Pada pengamtan hasil tanaman pemberian 30 ml PGPR dan 20 ton ha-1 pupuk kandang kelinci mampu meningkatkan hasil hingga 35,63% apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/548/051507541
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130566
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item