BKG

Sari, WindaIsmaya (2015) Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Penambahan Berbagai Dosis Pupuk Organik Vermikompos Dan Pupuk Anorganik. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas pertanian yang disukai oleh masyarakat karena rasa yang lebih manis, mengandung karbohidrat, protein dan vitamin yang tinggi serta kandungan lemak yang rendah. Tanaman jagung manis merupakan tanaman yang sangat memerlukan kecukupan akan kebutuhan unsur hara. Unsur hara di peroleh tanaman dari dalam tanah maupun dari penambahan pupuk. Penggunaan pupuk anorganik dalam jumlah besar dan secara terus menerus tentunya akan mengakibatkan adanya degradasi tanah. Pengurangan penggunaan pupuk kimia sintetis dapat dimulai dengan penambahan pupuk vermikompos.Tujuan penelitian ini mempelajari pengaruh pemberian pupuk vermikompos dan anorganik dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Menentukan dosis pupuk organik vermikompos dan anorganik yang tepat pada budidaya tanaman jagung manis dan Mengetahui adanya interaksi antara pupuk vermikompos dan pupuk anorganik. Peneitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2014 di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Batu dengan ketinggian tempat 900 m dpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang di susun secara faktorial (RAK Faktorial) 3 kali ulangan. Yaitu faktor 1 Vermikompos (K1) = 2,5 ton ha-1 Vermikompos (K2) = 5 ton ha-1 Vermikompos (K3) = 10 ton ha-1 dan faktor 2 Anorganik 25% V1 (urea 75 kg ha-1, SP 36 25 kg ha-1, dan KCl 12,5 kg ha-1),Anorganik 50 % , V2 = (urea 150 kg ha-1, SP 36 50 kg ha-1, dan KCl 25 kg ha-1 ) dan Anorganik 100 % V3 =(urea 300 kg ha-1, SP 36 100 kg ha-1, dan KCl 50 kg ha-1). Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan pengamatan panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk vermikompos dengan pupuk anorganik terhadap parameter pertumbuhan jagung manis yaitu tinggi tanaman pada umur 28 hst, luas daun dan indeks luas daun pada umur 42 hst, bobot kering total tanaman pada umur 56 hst. Pada komponen hasil berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tongkol,diameter tongkol,bobot tongkol tanpa klobot per tanaman (g tan-1), bobot tongkol tanpa klobot (ton ha-1), bobot tongkol dengan klobot per tanaman (g tan-1), bobot tongkol dengan klobot (ton ha-1). Kombinasi pemberian vermikompos 5 ton ha-1 dengan penambahan pupuk anorganik Urea 150 kg ha-1, SP36 50 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1 (K2V2) meningkatkan bobot tongkol tanpa klobot dari 5,62 ton ha-1 menjadi 9,52 ton ha-1 atau setara dengan 69,36%.Penggunaan pupuk vermikompos dengan dosis 5 ton per Ha perlu diimbangi dengan penggunaan pupuk Anorganik sebesar 50% dari dosis rekomendasi

English Abstract

Sweet corn is one of the agricultural commodities preferred by the community as a sweeter taste, contains carbohydrates, protein and vitamins and low fat content. Sweet corn plant is a plant that is in need of the need for nutrient adequacy. Nutrients in plants obtained from the soil or fertilizer additions. The use of inorganic fertilizers in bulk and continuously of course will lead to land degradation. Reduction in the use of synthetic chemical fertilizers can be initiated by the addition of fertilizer vermikompos. Aim the research are study the effect of vermicompost and inorganic fertilizers with different dosage on growth and yield of sweet corn. Determining the vermicompost organic fertilizer and inorganic right on the sweet corn crop cultivation and understanding the interaction between vermicompost fertilizer and inorganic fertilizer. The research held on May until July 2014 in the hamlet Ngujung, Pandanrejo village, Batu with a height of 900 m above sea level. The study used a randomized block design are collated in factorial (RAK factorial) 3 replications. Vermicompost is factor 1 (K1) = 2.5 tons ha-1 Vermicompost (K2) = 5 ton ha-1 Vermicompost (K3) = 10 ton ha-1and factor 2 Inorganic 25% V1 (urea 75 kg ha-1, SP 36 25 kg ha-1, and KCl 12.5 kg ha-1), Inorganic 50%, V2 = (urea 150 kg ha-1, SP 36 50 kg ha-1, and KCl 25 kg ha-1) and inorganic 100% V3 = (urea 300 kg ha-1, SP 36 100 kg ha-1, and KCl 50 kg ha-1). Observation parameters are parameters of growth and harvest observation. The results showed that There is a significant interaction between fertilizer application vermicompost with inorganic fertilizer on growth parameters, namely sweet corn plant height at 28 days after planting, leaf area and leaf area index at age 42 HST, total plant dry weight at the age of 56 HST. On yield components significantly affect the length parameter cob, cob diameter, cob without husks weight per plant (g tan-1), the weight of cobs without husks (ton ha-1), weight cob with husks per plant (g tan-1), weight cob with husks (tons ha-1). The combination of giving vermicompost 5 ton ha-1 with the addition of inorganic fertilizers Urea 150 kg ha-1, SP-36 50 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1 (K2V2) increase corncob without husks of 5.62 tons ha-1 to 9 , 52 ton ha-1, equivalent to 69.36% .Penggunaan vermicompost fertilizer with a dose of 5 tons per ha needs to be balanced with the use of inorganic fertilizers by 50% of the dose recommendation.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/27/051500686
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130260
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item