BKG

Sumarsono, ArachisRatnasari (2015) Evaluasi Kenyamanan Taman Jalur Hijau Kota Surabaya (Studi Kasus : Jalan Raya Darmo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Surabaya adalah kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Kota Surabaya adalah ibukota dari Propinsi Jawa Timur, sehingga pusat jasa industri perdagangan dan kebudayaan terjadi di kota Surabaya. Dengan kondisi seperti itu, maka Kota Surabaya akan menjadi kawasan yang dapat memiliki daya tarik bagi masyarakat untuk dapat tinggal dan beraktivitas dengan nyaman. Jalur hijau jalan adalah kawasan hijau sekitar lingkungan pemukiman atau sekitar kota. Salah satu bentuk jalur hijau adalah taman jalur hijau jalan. Kota Surabaya adalah kota yang memiliki kelembaban rata-rata minimum sebesar 50% dan maksimum 92%. Sedangkan suhu rata-rata minimum Kota Surabaya adalah sebesar 23,6oC dan suhu rata-rata maksimum adalah 33,8oC. Kecepatan angin rata-rata minimum Kota Surabaya adalah 6,4 Knot dan maksimum adalah 20,3 Knot (Pemerintah Kota Surabaya, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan indeks kenyamanan dan metode pengukuran yang tepat pada taman jalur hijau Jalan Raya Darmo Surabaya. Hipotesis dari penelitian ini adalah (1) Metode THI mempunyai akurasi yang tinggi dalam mengukur tingkat kenyamanan di taman jalur hijau Jalan Raya Darmo, dan (2) semakin tinggi kerapatan tajuk tanaman angsana (Pterocarpus indicus), maka suhu di taman jalur hijau Jalan Raya Darmo akan semakin rendah. Penelitian ini dilaksanakan mulai Bulan Agustus 2014 sampai Bulan Oktober 2014 pada ruang terbuka hijau khususnya lanskap taman jalur hijau Jalan Raya Darmo Surabaya sepanjang 660 meter. Jalan Raya Darmo terletak pada Kota Surabaya berada pada dataran rendah dan secara geografis terletak pada 7o16’ – 7o17’ Lintang Selatan dan 112o44’ Bujur Timur. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, kertas, kamera digital, thermohygrometer, anemometer dan quantum meter. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah quisioner, ruang terbuka hijau di Jalan Darmo Surabaya, data klimatologi Kota Surabaya yang terdiri dari data suhu, kelembaban, radiasi matahari dan kecepatan angin. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat kenyamanan adalah metode Thermal Humidity Index (THI) (Sham, 1986) dan metode RayMan (Matzarakis, Rutz dan Mayer, 2000). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode pengumpulan data langsung dari taman jalur hijau Jalan Raya Darmo Surabaya dan quisioner. Data suhu, kelembaban, intensitas radiasi matahari dan kecepatan angin diperoleh dari pengamatan selama 5 kali dalam sehari, yaitu pada pukul 06.00, 09.00, 12.00, 15.00 dan 18.00 WIB yang dilakukan setiap dua minggu sekali. Jumlah zona pengambilan data adalah 5 zona dengan 2 titik pengamatan pada setiap zona. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa : (1) pengukuran tingkat kenyamanan yang mempunyai akurasi yang tinggi adalah bukan dengan menggunakan Metode THI, melainkan Metode RayMan karena data yang dibutuhkan pada Metode RayMan lebih lengkap (tanggal dan waktu pengamatan, letak geografis, ketinggian tempat, zona waktu, temperatur udara, kelembaban, kecepatan angin, radiasi matahari, tinggi pengamat, berat badan pengamat, umur pengamat, jenis kelamin pengamat dan data pakaian serta aktivitas pengamat), sedangkan metode THI hanya menggunakan data suhu dan kelembaban udara; dan (2) semakin tinggi kerapatan tajuk tanaman angsana (Pterocarpus indicus) dapat menurunkan suhu udara secara linier dengan persamaan y = -0.03x + 30.04 dan R2 = 0.96 serta meningkatkan kelembaban udara secara linier dengan persamaan y = 0.19x + 49.79 dan R2 = 0.97.

English Abstract

Surabaya is the second metropolitan cities in Indonesia following Jakarta. Surabaya is the capital of East Java Province, therefore this city has become the center of trading industries and services, as well as culture. Consequently, Surabaya has attraction for the people to stay and do activities in comfort. Medians are green areas that surround the settlements or around the town. One of them is the green line park. Surabaya has minimum mean humidity for about 50% and maximum is about 92%. Meanwhile, minimum mean temperature in Surabaya is about 23.6oC and maximum mean temperature is about 33.8oC. The minimum mean of wind velocity in Surabaya is about 6.4 Knot and maximum is about 20.3 Knot (Government of Surabaya, 2014). Objective of the research was to obtain the comfort index and appropriate measurement method on pedestrian of the green line park in Raya Darmo Road. Hypothesis of the research are (1) THI method have the high accurate score of cpmfort standard in green line park at Raya Darmo Road; and (2) the high progressively in vegetation density of angsana trees (Pterocarpus indicus) so more than the lowest progressively of air temperature in green line park at Raya Darmo Road. The research was conducted from August 2014 to October 2014 at the green open space, particularly the green line park landscape at Raya Darmo Road in Surabaya that extends 660 meter. Raya Darmo Road lies on the lowland and geographically locates at 7o16’ – 7o17’ South Latitude and 112o44’ East Longitude. Equipments used in the research included writing utensils, millimeter block paper, digital camera, thermohygrometer, anemometer, and quantum meter. Materials of the research included questionnaires, green open space at Raya Darmo Road in Surabaya, climatology data of Surabaya that comprised of data on temperature, humidity, sun radiation, and wind velocity. In order to find out the comfort level, some methods were used, such as Thermal Humidity Index (THI) (Sham, 1986) and RayMan’s method (Matzarakis, Rutz, and Mayer, 2000). Data collecting method in this research applied a direct collecting method in which the data was taken directly from the green line park at Raya Darmo Road and the questionnaires. Data of temperature, humidity, sun radiation, and wind velocity was derived from results of the observation for 5 times a day at 06.00, 09.00, 12.00, 15.00 and 18.00, which were done once in two weeks. Data was taken from 5 zones with 2 spots of observation at each zone. . Based on result of the research, some conclusions have been drawn as follow : (1) RayMan’s method have the high accurate score of cpmfort standard in green line park at Raya Darmo Road due to required data of RayMan’s method more complete than THI method; (2) the high progressively in vegetation density of angsana trees (Pterocarpus indicus) could reduce the temperature linearly by the equation of y = -0.03x + 30.04 and R2 = 0.96, as well as increase humidity linearly by the equation of y = 0.19x + 49.79 and R2 = 0.97.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/25/051500684
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130238
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item