BKG

Pahlevi, RezaWidhi (2015) Pengaruh Kombinasi Proporsi Pemupukan Nitrogen Dan Kalium Pada Pertumbuhan, Hasil Dan Kualitas Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas (L.) Lamb) Varietas Cilembu Pada Dataran Rendah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Varietas Cilembu adalah salah satu diantara berbagai verietas ubi jalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Umbi Cilembu berasal dari Desa Cilembu Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang merupakan desa yang terletak di dataran menengah hingga tinggi. Mengingat konsumen umbi cilembu ini tidak hanya berasal dari wilayah dataran tinggi Jawa Barat saja, akan tetapi juga berasal dari wilayah dataran rendah yang tersebar di seluruh Indonesia, maka dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut, perlu dilakukan pengembangan tanaman ubi Cilembu di wilayah dataran rendah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, apakah tanaman ubi cilembu yang ditanam di daerah dataran rendah khususnya di Jatikerto masih mampu memberikan pertumbuhan, hasil dan kualitas yang sama dengan tanaman ubi Cilembu yang ditanam di daerah Cilembu, walau kebutuhan nutrisi yang berupa N, P, K yang diaplikasikan di daerah Jatikerto adalah sama dengan kebutuhan optimum untuk tanaman ubi Cilembu yang ditanam di desa Cilembu, maka penelitian ini perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mempelajari pengaruh proporsi pemupukan nitrogen dan kalium pada pertumbuhan dan hasil serta kualitas dari tanaman ubi jalar Cilembu yang ditanam di daerah dataran rendah Jatikerto dan (2) Untuk menentukan proporsi pemupukan nitrogen dan kalium yang tepat agar diperoleh pertumbuhan, hasil serta kualitas umbi yang baik dari tanaman ubi jalar Cilembu yang ditanam di daerah dataran rendah Jatikerto. Hipotesis yang diajukan adalah untuk mendapatkan pertumbuhan, hasil dan kualitas umbi ubi jalar yang baik yaitu pada kombinasi pemupukan 50 % N : 100 % K. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga bulan Juni 2014 di Kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, timbangan analitik, penggaris, kamera, kertas label, oven, gunting, dan LAM. Bahan yang digunakan meliputi stek pucuk tanaman ubi jalar varietas cilembu yang telah berumur 2 bulan dengan ukuran panjang 25 cm, pupuk kompos, pupuk N (Urea : 46% N), pupuk P (SP 36 : 36% P2O5) dan pupuk K (KCl : 50% K2O). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok sederhana dengan menempatkan kombinasi proporsi pemupukan N dan K sebagai perlakuan dan terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu P0 : 100% N : 100% K, P1 : 0% N : 150% K, P2 : 25% N : 125% K, P3 : 50% N : 100% K, P4 : 75% N : 75% K, P5 : 100% N : 50% K, P6 : 125% N : 25% K, dan P7 : 150% N : 0% K. Pengamatan dilakukan secara destruktif dengan mengambil 2 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 24 hst, 40 hst, 65 hst, 80 hst, 95 hst, dan pada saat panen (120 hst) yang meliputi komponen pertumbuhan, komponen hasil, analisis pertumbuhan tanaman, dan analisis tanah. Pengamatan komponen pertumbuhan meliputi : jumah daun, panjang sulur, jumlah cabang, luas daun, dan bobot kering total tanaman. Pengamatan komponen hasil meliputi : jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi ekonomis per tanaman, panjang umbi, diameter umbi, hasil panen (ha-1), dan hasil panen umbi ekonomis (ha-1). Analisis pertumbuhan tanaman meliputi : laju pertumbuhan relative (LPR), indeks pembagian, dan laju asimilasi bersih (LAB). Analisis tanah meliputi sifat kimia tanah yang mencakup kandungan N, P, K dalam tanah yang dilakukan pada saat awal (sebelum penelitian), setelah aplikasi perlakuan, dan setelah panen. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf α = 0,05 untuk mengetahui terdapat tidaknya pengaruh nyata dari perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji antar perlakuan dengan menggunakan BNT pada taraf p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan yang paling baik pada parameter panjang sulur, jumlah daun dan luas daun didapatkan pada tanaman yang dipupuk 100 % N : 100 % K dan 150 % N : 0 % K, kemudian pada hasil panen yang lebih tinggi didapatkan pada seluruh kombinasi proporsi N dan K, kecuali perlakuan P1 (0 % N : 150 % K), namun hasil panen yang lebih optimum didapatkan pada proporsi pemberian 82,9 % N dan 65,9 % K yang setara dengan 265 kg ha-1 Urea dan 219,64 kg ha-1 KCl. Sedangkan untuk kualitas umbi yang terbaik didapatkan pada perlakuan P7 (150 % N : 0 % K.) untuk parameter total gula dengan 3,33 % dan pada perlakuan P2 (25 % N : 125 % K) untuk parameter kadar pati dengan 17,69 %.

English Abstract

Cilembu variety is one among various verietas of sweet potato that have high economic value. Cilembu variety from the village of Cilembu, Subdistrict Tanjungsari, Sumedang Regency, West Java, which is a village located in the medium to high land. Considering the consumer of cilembu tuber isn’t only come from the highland region of West Java, but also from the low land areas are spread all over Indonesia, in an effort to meet the needs of consumers, and to develop Cilembu tuber crops in the lowlands. In connection with these problems, whether Cilembu sweet potato plants grown in low land areas, especially in Jatikerto still able to deliver the growth, yield and quality similar to Cilembu sweet potato that growns in the area Cilembu, although nutritional needs in the form of N, P, K were applied Jatikerto area is same to the optimum requirement for Cilembu sweet potato that grown in the village of Cilembu, accordingly this research needs to be done. The purpose of this research is (1) To study the effect of the proportion of nitrogen and potassium fertilization on growth, yield and quality of Cilembu sweet potato plants that grown in low land Jatikerto and (2) To determine the proportion of nitrogen and potassium fertilization in order to obtain proper growth, yield and good quality of Cilembu tubers that grown in lowland Jatikerto. The hypothesis is to get the growth, yield and good quality of sweet potato tubers that the combination of fertilizer 50% N: 100% K. The research has been conducted in February 2014 until June 2014 at Brawijaya University Plantation, which is located in the village Jatikerto, District Kromengan, Malang. The tools used in this research include hoe, analytical balance, ruler, camera, paper labels, oven, scissors, and LAM. Materials used include sweet potato bud cuttings of Cilembu varieties that have been aged 2 months with a length of 25 cm, compost, N fertilizer (urea: 46% N), P fertilizer (SP 36: 36% P2O5) and K fertilizer (KCl : 50% K2O). This research used a randomized block design by placing a combination of the proportion of N and K fertilizer as treatment and consists of 8 treatments and 3 replications, namely P0: 100% N: 100% K, P1: 0% N: 150% K, P2: 25 % N: 125% K, P3: 50% N: 100% K, P4: 75% N: 75% K, P5: 100% N: 50% K, P6: 125% N: 25% K, and P7: 150% N: 0% K. Observations were carried out destructively by taking two examples of plants for each treatment combination were conducted when the plant reached 24 dap, 40 dap, 65 dap, 80 dap, 95 dap, and at harvest (120 dap) which includes components of growth, yield components, analysis of plant growth, and soil analysis. Observations of growth components include: number of leaves, number of branches, leaf area, and total dry weight of plant. Observations yield components include: the number of tubers per plant, tuber weight per plant, economical tuber weight per plant, long tubers, tuber diameter, yields (ha-1), and economically tuber of yields (ha-1). Analysis of plant growth include: relative growth rate (RGR), partition indeks, and net assimilation rate (NAR). Soil analysis covers of the content of N, P, K in the soil were conducted at baseline (before the research), after application of the treatment, and after harvest. The data were analyzed using the F test at level α = 0.05 to determine whether there is a significant effect of treatment. If there is a real effect, then continued with test between treatments using LSD at the level of p = 0.05. The results showed that the best growth with parameters length of tendrils, leaf number and leaf area obtained on plants fertilized 100% N : 100% K and 150% K : 0% K, then the higher yields obtained on all combinations of N and K, except P1 treatment (0% N: 150% K), but the optimum crop yields obtained on the proportion of 82.9% N and 65.9% K which is equivalent to 265 kg ha-1 Urea and 219,64 kg ha-1 KCl. While for better quality tubers obtained on P7 treatment (150% N: 0% K) for the parameters of total sugar with 3.33% and the P2 treatment (25% N: 125% K) for the parameters of the starch content by 17.69%.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/24/051500683
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130227
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item