BKG

Nisaa`, AnnitaKhoirun (2015) Pengaruh Pupuk Hijau Crotalaria mucronata dan C. juncea pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai (Glycine max. L. Merril) ialah komoditas pangan utama setelah padi dan jagung. Data Badan Pusat Statistik (2013) menunjukkan produktivitas kedelai yang rendah pada tahun 2013 sebesar 1,45 ton ha-1 sedangkan produktivitas tersebut dapat ditingkatkan karena melihat potensi hasil dari tanaman kedelai yang cukup tinggi. Lahan pertanian di Indonesia sebagian besar memiliki kandungan bahan organik tanah yang rendah, yaitu di bawah 1%. Salah satu upaya peningkatan kesuburan tanah dengan penambahan bahan organik ke dalam tanah. Pupuk hijau sudah dikenal petani dari dulu, namun petani mulai meninggalkannya karena penggunaan pupuk anorganik yang lebih memberikan hasil langsung telihat nyata daripada pupuk hijau. Apabila penggunaan pupuk anorganik diberikan terus-menerus ke tanah, maka menjadikan tanah padat dan semakin rendah bahan organik tanah. C. juncea adalah jenis yang umum digunakan sebagai pupuk hijau, selain itu jenis lainnya yang memiliki potensi sebagai pupuk hijau adalah C. mucronata. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pupuk hijau pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dan mempelajari pengaruh pupuk hijau untuk mengurangi dosis pupuk anorganik pada tanaman kedelai. Hipotesis yang diajukan dari penelitian ini adalah pupuk hijau C. mucronata dapat menurunkan dosis pupuk anorganik dan dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2014 – Agustus 2014 di desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Penelitian ini meng-gunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Petak Utama, yaitu pemberian pupuk organik dengan perlakuan sebagai berikut: Oo: tanpa pupuk hijau, O1: 25 ton ha-1 pupuk hijau C. mucronata, O2: 25 ton ha-1 pupuk hijau C. juncea. Anak Petak, yaitu pemberian pupuk anorganik dengan perlakuan sebagai berikut : A1: Pupuk anorganik 100% dosis (50 kg ha-1 Urea+150 kg ha-1 SP-36 +100 kg ha-1 KCl), A2: Pupuk anorganik 75% dosis (37,5 kg ha-1 Urea+112,5 kg ha-1 SP-36+75 kg ha-1 KCl), A3: Pupuk anorganik 50% dosis (25 kg ha-1 Urea+75 kg ha-1 SP-36+50 kg ha-1 KCl). Hasil penelitian menunjukkan pupuk hijau dan dosis pupuk anorganik berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman kedelai, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Dari hasil (ton ha-1) kedelai didapatkan bahwa Penambahan pupuk hijau C. juncea 25 ton ha-1 dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 50% dan penambahan pupuk hijau C. mucronata 25 ton ha-1 dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 25%. Perlakuan pupuk hijau C. juncea dan 50% dosis pupuk anorganik meningkatkan hasil kedelai sebesar 5,00% sedangkan Perlakuan pupuk hijau C. mucronata dan 75% dosis pupuk anorganik meningkatkan hasil kedelai sebesar 14,17% dibandingkan tanpa pupuk hijau dan pupuk anorganik 100%.

English Abstract

Soybean (Glycine max. L. Merrill) is a primary food commodity after rice and maize. Data from Badan Pusat Statistik (2013) showed that the low productivity of soybean in 2013 amounted to 1.45 tons ha-1 while that productivity can be increased by its high potential yield. Agricultural land in Indonesia is dominated by a low soil organic matter content (< 1%). One effort to improve soil fertility by adding organic matter to soil. Green manure has already known by farmer from the first, but farmers began to leave it because inorganic fertilizer gave more tangible results on yield. If inorganic fertilizers supplied continuously to ground, then it will make a solid soil and degrade soil organic matter. C. juncea is a common type used as a green manure and the other types which potential to become a green manure is C. mucronata. The purposes of this research were to study the effect of green manure on plant growth and yield of soybean and study the effect of green manure to reduce inorganic fertilizer dosage on soybean. The hypothesis of this research was green manure C. mucronata can decrease the inorganic fertilizer dosage and affect plant growth and yield of soybean. This research was conducted on April 2014 - August 2014 in Jatikerto Village, Kromengan, Malang. This research used Split-Plot Design consisting of two factors and repeated 3 times. Main plot was organic fertilizer with the following treatments: Oo: without green manure, O1: 25 ton ha-1 C. mucronata green manure, O2: 25 ton ha-1 C. juncea green manure. Sub plot was inorganic fertilizer application, with treatments as follows: A1: 100% inorganic fertilizer dosage (50 kg ha-1 urea + 150 kg ha-1 SP-36 + 100 kg ha-1 KCl), A2: inorganic fertilizer 75% dosage (37.5 kg ha-1 urea + 112.5 kg ha-1 SP-36 + 75 kg ha-1 KCl), A3: 50% inorganic fertilizer dosage (25 kg ha-1 urea + 75 kg ha-1 SP-36 + 50 kg ha-1 KCl). The results showed that green manures and inorganic fertilizers was significantly affected to plant growth of soybean, such as plant height, leaf number and leaf area. From the yield results (ton ha-1), found that the addition of 25 ton ha-1 C. juncea green manure could reduce the use of inorganic fertilizers up to 50% and the addition of 25 ton ha-1 C. mucronata green manure can reduce the use of inorganic fertilizers up to 25% . Treatment of C. juncea green manure and 50% inorganic fertilizer increased the yield of soybean up to 5,00%, while the treatment of C. mucronata green manure and 75% inorganic fertilizer increased yield of soybean by 14.17% compared by without green manure and 100% inorganic fertilizer.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/183/051503090
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130164
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item