BKG

Wardani, FajaranyRatih (2015) Pengaruh Pemberian Jenis Pupuk Dan Waktu Pengendalian Gulma Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Atau Sweet Corn Ialah Salah Satu Tanaman Pangan Yang Mempunyai Prospek Penting Di Indonesia. Hal Ini Disebabkan Jagung Manis Memiliki Rasa Yang Lebih Manis Dibandingkan Dengan Jagung Biasa, Sehingga Jagung Manis Banyak Dikonsumsi Oleh Masyarakat. Selain Itu, Umur Jagung Manis Lebih Singkat Sehingga Lebih Menguntungkan Bila Diusahakan. Kebutuhan Jagung Manis Nasional Untuk Pangan Ialah 17,3 Juta Ton Per Tahun. Di Indonesia Hasil Jagung Manis Masih Tergolong Rendah Yaitu 10,7 Juta Ton, Sedangkan Potensi Produksi Jagung Manis Dapat Mencapai 19,83 Juta Ton (Anonymous A, 2006). Satu Dari Beberapa Faktor Yang Menjadi Penyebab Rendahnya Produksi Jagung Manis Dalam Negeri Ialah Gulma. Kehadiran Gulma Pada Pertanaman Jagung Manis Tidak Dapat Dihindarkan, Sehingga Terjadi Kompetisi Antara Keduanya. Karena Itu Dibutuhkan Suatu Usaha Untuk Peningkatan Produksi Jagung Manis Melalui Pengendalian Gulma Secara Efektif Dan Efisien Serta Intensifikasi Untuk Usaha Perbaikan Dalam Teknik Budidaya. Pemupukan Ialah Cara Intensifikasi Untuk Meningkatkan Hasil Panen. Ada Dua Macam Pupuk Yang Digunakan, Yaitu Pupuk Anorganik Dan Pupuk Organik. Pupuk Kandang Dan Pupuk Hijau Termasuk Pupuk Organik. Pupuk Kandang Ialah Pupuk Yang Berupa Kotoran Padat Dan Cair Yang Dihasilkan Oleh Ternak, Salah Satunya Ialah Kotoran Sapi (Syarief, 1989). Sedangkan Pupuk Hijau Merupakan Pemanfaatan Hijauan Tanaman Yang Belum Terdekomposisi Ke Dalam Tanah Yang Bertujuan Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Tanaman (Sutanto, 2002). Tujuan Dilaksanakan Penelitian Ini Ialah Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Jenis Pupuk Dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis Dengan Hipotesis Yang Diajukan Dalam Penelitian Ini Ialah (1) Pemberian Jenis Pupuk Dan Interval Penyiangan Yang Berbeda Memberikan Pengaruh Yang Pada Tanaman Jagung Manis, (2) Perlakuan Pemberian Pupuk Anorganik Dengan Penyiangan Tiga Kali (15, 30, 45 Hst) Memberikan Pertumbuhan Yang Terbaik . Penelitian Ini Dilaksanakan Pada Bulan Agustus – November 2014 Di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Dengan Ketinggian Pada 600m Dpl. Suhu Rata-Rata Berkisar Antara 21°C - 28° C Dan Curah Hujan Bulanan Rata-Rata 100 Mm/Bulan. Penelitian Ini Dilakukan Dengan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (Rak) Sederhana Dengan 12 Perlakuan Yang Diulang 3 Kali Sehingga Total Petak Percobaan Berjumlah 36 Petak. Perlakuan-Perlakuan Tersebut Terdiri Dari (P0) Pupuk Anorganik Phonska 300 Kg/Ha, Urea 200 Kg/Ha Dan Tanpa Penyiangan, (P1) Pupuk Kandang Kotoran Sapi 20 Ton/Ha Dan Tanpa Penyiangan, (P2) Pupuk Hijau Orok-Orok 20 Ton/Ha Dan Tanpa Penyiangan, (P3) Pupuk Anorganik Phonska 300 Kg/Ha, Urea 200 Kg/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, (P4) Pupuk Kandang Kotoran Sapi 20 Ton/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, (P5) Pupuk Hijau Orok-Orok 20 Ton/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, (P6) Pupuk Anorganik Phonska 300 Kg/Ha, Urea 200 Kg/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, 30 Hst, (P7) Pupuk Kandang Kotoran Sapi 20 Ton/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, 30 Hst, (P8) Pupuk Hijau Orok-Orok 20 Ton/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, 30 Hst, (P9) Pupuk Anorganik Phonska 300 Kg/Ha, Urea 200 Kg/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, 30 Hst, 45 Hst, (P10) Pupuk Kandang Kotoran Sapi 20 Ton/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, 30 Hst, 45 Hst, (P11) Pupuk Hijau Orok-Orok 20 Ton/Ha Dan Penyiangan 15 Hst, 30 Hst, 45 Hst. Pengamatan Dilakukan Secara Destruktif Dan Non Destruktif Setiap Dua Minggu Sekali Yaitu Pada Umur Tanaman 14 Hst, 28 Hst, 42 Hst, Dan 56 Hst. Pengamatan Non Destruktif Meliputi : Panjang Tanaman Dan Jumlah Daun. Pengamatan Destruktif Meliputi: Luas Daun Pertanaman Dan Bobot Kering Total Tanaman. Pengamatan Komponen Hasil Panen Meliputi: Bobot Segar Tongkol Berklobot, Bobot Segar Tanpa Klobot, Diameter Tongkol Tanpa Klobot, Panjang Tongkol Tanpa Klobot, Kadar Gula Jagung Manis Dan Hasil Tongkol Per Hektar. Pengamatan Analisis Vegetasi Dilakukan Dengan Cara Mengamati Pertumbuhan Gulma, Dilakukan Dengan Metode Kuadrat Dan Menghitung Nilai Sdr. Kuadran Yang Digunakan Berukuran 50 Cm X 50 Cm. Data Yang Diperoleh Kemudian Dianalisis Dengan Analisis Ragam (Uji F) Dengan Taraf Nyata 5%. Apabila Terdapat Beda Nyata Antara Perlakuan, Maka Akan Dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (Bnt) Dengan Taraf Kesalahan 5%. Dari Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Perlakuan Pemberian Pupuk Anorganik Phonska 300 Kg/Ha, Urea 200 Kg/Ha Dan Penyiangan Sebanyak 3 Kali, Memberikan Nilai Pertumbuhan Dan Hasil Tertinggi Dan Berbeda Nyata Dengan Yang Lainnya. Pemberian Pupuk Anorganik Phonska 300 Kg/Ha, Urea 200 Kg/Ha Memberikan Hasil Tongkol Tertinggi Dengan Nilai 13,90 Ton/Ha. Gulma Yang Dominan Tumbuh Sebelum Olah Tanah Ialah Portulaca Oleraceae, Cyperus Rotundus, Amaranthus Spinosus Dengan Nilai Sdr Masing-Masing 18,04%, 7,77% 20,23% Perlakuan Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Dan Tanpa Penyiangan Memberikan Bobot Kering Gulma Tertinggi Bila Dibandingkan Dengan Perlakuan Penyiangan Baik 1 Kali, 2 Kali Ataupun 3 Kali.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/165/051502861
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130144
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item