BKG

Subagio, YudhistiraAfnanMalay (2015) Pengaruh Aplikasi Kombinasi Bahan Organik dan Salvinia (Salvinia molesta) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Varietas Ciherang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi ialah tanaman utama yang dibudidayakan di Indonesia yang menghasilkan beras sebagai sumber makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, diikuti dengan semakin tingginya permintaan akan beras yang harus disediakan. Pada kenyataannya produksi beras semakin lama semakin menurun. Hal ini diduga karena penggunaan pupuk anorganik terus menerus dalam jumlah yang banyak, yang dimaksudkan untuk memaksimalkan produksi gabah tanpa mementingkan keadaan tanah. Solusi untuk memperbaiki kualitas tanah dan peningkatan hasil panen dengan biaya produksi yang terjangkau ialah dengan menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik di Indonesia sejauh ini masih belum diminati oleh petani, banyak para petani yang kurang percaya akan hasil panen yang akan dihasilkan. Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat menekan biaya produksi yang tinggi. Tujuan dilaksanakan penelitian ini ialah (1) Untuk mempelajari pengaruh aplikasi Biourin pada pertumbuhan dan hasil tanaman Padi (2) Untuk memperoleh kombinasi yang optimum pada aplikasi Biourin dan tanaman Salvinia (Salvinia molesta) pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Hipotesis dari penelitian ini ialah (1) Pemberian Biourine akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Padi (2) Pemberian biourine yang dikombinasikan dengan tanaman Salvinia (Salvinia molesta) akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu yang mempunyai ketinggian ± 800 m dari permukaan laut dan jenis tanah Andisol. Curah hujan rata – rata 2600-3100 mm per tahun. Penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Juni 2014. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari macam pemberian kombinasi bahan organik (S) dan pemberian biourin (B) yang tiga kali ulangan. Adapun macam kombinasi perlakuan tersebut yaitu B1S1 = 1liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 1 kg, B1S2 = 1liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 2 kg, B1S3 = 1liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 3 kg, B2S1 = 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 1 kg, B2S2 = 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 2 kg, B2S3 = 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 3 kg, B3S1 = Urea (46% N) + SP-36 (36% P2O5) + KCl (60% K2O) + salvinia 1 kg, B3S2 = Urea (46% N) + SP-36 (36% P2O5) + KCl (60% K2O) + salvinia 2 kg, B3S3 = Urea (46% N) + SP-36 (36% P2O5) + KCl (60% K2O) + salvinia 3 kg. Pengamatan dilakukan secara non destruktif dan destruktif. Parameter pengamatan non destruktif meliputi : Tinggi tanaman, Jumlah anakan, Luas daun, Jumlah daun. Pengamatan destruktif dilakukan pada umur 21, 42, 63, 84, dan 105 hari setelah tanam dengan parameter pengamatan meliputi : jumlah bulir/malai, jumlah malai / rumpun, bobot 1000 butir, gabah per rumpun, Bobot kering total tanaman. Hasil penelitian menujukkan bahwa aplikasi biourin dengan kombinasi pupuk anorganik berpengaruh nyata pada sebagian parameter pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Perlakuan (B1S3) yaitu 1 liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 1 kg paitan + 0,25 kg gula + 0,25 kg mikoriza + 20 liter air + salvinia 3 kg ialah kombinasi perlakuan yang paling baik dari perlakuan yang lainnya dengan menunjukkan hasil panen yang lebih tinggi dari perlakuan yang lainnya

English Abstract

Rice is the chief crop in indonesia are cultivated as a source of food for the vast majority of the indonesian people. The increasing the population of indonesia , followed the higher demand for rice that must be provided .In fact are more and more decline of rice production. This is allegedly caused by the use of fertilizer inorganic continuously in the amount that many , intended to maximize production of grain without prioritize of the soil .The solution to improve the quality of land and the increase in the results of the harvest with affordable production costs was to use fertilizer organic. The use of organic fertilizer in indonesia so far farmers have still not interested in , many of the farmers of little faith will crop yields to be delivered .The use of organic fertilizer is hoped to reduce high production costs. The purpose of this research is carried out (1) to study the influence of application biourin on growth and crop yield rice (2) to have optimum combination biourin on the application and plants Salvinia (Salvinia molesta) on growth and crop yield rice. Hypothesis from the study is (1) the provision of biourine will increase growth and crop yield rice (2) biourine the provision of which is combined with plants kiambang ( salvinia molesta ) will increase growth and crop yield rice. Research carried out in sekarputih hamlet , pendem village , stone junrejo sub-district city that has a height of ± 800 m of the sea level and a type of soil andisol .Rainfall 2600-3100 average mm per year .Research would be started in march until june 2014. This study was conducted by using the method random design a group (a shelf) simple consisting of sorts of the provision of a combination of organic matter ( s ) and the provision of biourin ( b ) the remedial three times. The kinds of combination treatment are B1S1 = 1liter cow urine or minus one kg of feces cattle + 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 1 kg , B1S2 = 1liter cow urine or minus one kg of feces cattle + 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 2 kg , B1S3 = 1liter cow urine or minus one kg of feces cattle + 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 3 kg , B2S1 = 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 1 kg , B2S2 = 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 2 kg , B2S3 = 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 3 kg , B3S1 = Urea (46 % N) + sp-36, (36 % P2O5) + KCl (60 % K2O) + Salvinia 1 kg , B3S2 = Urea (46 % N) + sp-36 (36 % P2O5) + KCl (60 % K2O) + Salvinia 2 kg , B3S3 = Urea (46 % N) + sp-36 (36 % P2O5) + KCl (60 % K2O) + Salvinia 3 kg. The observation is made in non destructive and destructive. The parameters of observation non destructive includes: high in plant, the number of saplings, broad leaves, number of leaves.Observation is conducted at the age of 21, destructive 42, 63, 84, and 105 days after cropping with the parameters of observation covering: the sum of standing / panicles; the number of panicles / a thicket, weights 1000 grains, of grain per a thicket, dry total weight of a plant. The results of research suggests that biourin application with the combination of inorganic fertilizer influential real in some of the parameters of growth and crop yield rice .( b1s3 treatment which is one liter of urine cattle + 1 kg of feces cattle + 1 kg of paitan + 0.25 kg sugar + 0.25 kg mycorrhizal + 20 liters of water + salvinia 3 kg is a combination treatment most kindly of other treatment shown by crop yields that are higher than other treatment.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/158/051502710
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130136
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item