BKG

Atmasari, Ayu (2015) Pemanfaatan Thermal Unit untuk Menentukan Waktu Panen Tanaman Kailan (Brassica oleracea L. var alboglabra) pada Jarak Tanam dan Varietas yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Di Indonesia peningkatan produksi hortikultura semakin diupayakan seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan. Kailan (Brassica oleracea L. var alboglabra) ialah komoditas yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil produktivitas kailan adalah pengaturan jarak tanam dan penggunaan varietas tanam. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan tahapan perkembangan tanaman secara praktis dan mudah dalam pelaksanaannya adalah metode thermal unit. Menurut Sugito (2012), Satuan panas atau thermal unit adalah jumlah panas yang dibutuhkan tanaman selama siklus hidupnya. Satuan panas tidak sama untuk setiap jenis tanaman. Dengan menggunakan perhitungan thermal unit untuk meramal saat panen yang tepat setelah mengetahui secara umum berdasarkan suhu yang ada. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) Untuk mendapatkan nilai thermal unit saat panen yang tepat pada perlakuan jarak tanam dan varietas yang berbeda, 2) Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan jarak tanam dan varietas yang berbeda, 3) Untuk mendapatkan jarak tanam yang efektif pada setiap varietas, 4) Untuk mendapatkan hasil produksi tertinggi pada setiap varietas dengan jarak tanam yang berbeda. Hipotesis yang diajukan ialah: 1) Penggunaan varietas yang berbeda dengan jarak tanam yang berbeda menghasilkan nilai thermal unit yang berbeda pula, 2) Setiap varietas mempunyai respon yang berbeda terhadap jarak tanam yang berbeda, 3) Penggunaan jarak tanam 40 cm x 15 cm memberikan hasil panen per hektar tertinggi, 4) Penggunaan varietas Veg-gin memberikan hasil panen per hektar tertinggi. Penelitian dilaksanakan Di lahan desa Ngujung Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada ketinggian 890 m dpl. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah penggaris, timbangan analitik, meteran, alat semprot, Leaf Area Meter (LAM), gembor, oven, thermometer min-max, thermometer tanah, cetok dan cangkul. Bahan yang digunakan adalah benih kailan varietas Veg-gin, Nova, dan Tafung, pupuk Urea, SP-36, dan KCL. Metode penelitian merupakan percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor, yaitu Jarak tanam dan Varietas. Jarak tanam dengan 3 taraf yaitu J1= Jarak Tanam 40 cm x 25 cm, J2= Jarak Tanam 40 cm x 20 cm, J3= Jarak Tanam 40 cm x 15 cm. Sedangkan Varietas terdiri dari 3 taraf yaitu V1= Varietas veg-gin, V2= Varietas nova, V3= Varietas tafung. Total Kombinasi perlakuan adalah 3 x 3 = 9 perlakuan. Tiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 petak perlakuan. Pengamatan yang dilakukan meliputi 2 aspek yaitu pengamatan meteorologis (thermal unit, suhu harian maksimum-minimum, suhu tanah) dan pengamatan agronomi (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot segar total per tanaman, bobot kering total per tanaman, laju pertumbuhan tanaman, bobot segar total tanaman panen, dan bobot konsumsi). Pengamatan agronomi dilakukan pada saat tanaman berumur 14, 21, 28 dan 35 HST. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Penggunaan varietas Veg-gin dan Varietas Tafung mempunyai thermal unit saat panen sebesar 600 hari 0C dengan waktu panen 47 hari selisih 13 hari lebih cepat dibandingkan varietas Nova memiliki thermal unit panen sebesar 742 hari 0C dengan waktu panen 60 hari. Setiap varietas menunjukkan respon yang berbeda terhadap jarak tanam yang berbeda hal ini ditunjukkan oleh luas daun pada perlakuan jarak tanam 40 cm x 25 cm dengan varietas Veg-gin menunjukkan luas daun sebesar 203,76 cm2 dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sedangkan pada indeks luas daun, pengaruh paliang berbeda ditunjukkan oleh perlakuan jarak tanam 40 cm x 15 cm dengan varietas Veg-gin sebesar 0,277 cm2. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 15 cm memberikan hasil panen per hektar tertinggi sebesar 8,81 ton/ha, tetapi pada hasil panen per tanaman memberikan hasil terendah sebesar 72,60 g/tanaman. Perlakuan varietas Veg-gin memberikan hasil panen per hektar tertinggi sebesar 9,74 ton/ha.

English Abstract

In Indonesia production of horticultural increasied pursued with the increasing demand of food. Kailan (Brassica oleracea L. var alboglabra) is a commodity that is prospective for development in Indonesia. One effort to improve productivity kailan are spacing and use of plant varieties. One method that can be used to determine the stage of plant development in a practical and easy execution is a method of thermal units. According to Sugito (2012), Unit of heat or thermal unit is the amount of heat needed during the plant life cycle. Therm is not the same for each type of plant. Using calculations to predict the thermal unit at harvest right after knowing in general based on the existing temperature. The purpose of this research are: 1) To obtain the value of thermal units and appropriate harvest time at the treatment plant spacing and different varieties, 2) To determine the effect of interaction between the treatment spacing and varieties, 3) To obtain the effective spacing on each variety, 4) To obtain the highest yields on each variety with different spacing. The hypothesis of this research are: 1) The use of different varieties with different spacing produces thermal units value of different, 2) Each variety has a different response to different spacing, 3) Use of a spacing of 40 cm x 15 cm give the highest yield per hectare, 4) Use of a Veg-gin varieties give the highest yields per hectare. The experiment was conducted in the village land Ngujung Bumiaji, Batu at an altitude of 890 m above sea level. The tools used in this study is the ruler, analytical balance, meter, spray equipment, Leaf Area Meter (LAM), yells, oven, min-max thermometer, soil thermometer, trowel and hoe. The materials used are kailan seed varieties Veg-gin, Nova, and Tafung, Urea, SP-36, and KCL. The research method using factorial experiment using randomized block design (RBD) consists of two factors, namely the spacing and variety. Spacing with 3 levels ie J1 = Spacing 40 cm x 25 cm, J2 = Spacing 40 cm x 20 cm, J3 = Spacing 40 cm x 15 cm. While variety is composed of three levels ie V1 = Veg-gin variety, V2 = Nova variety, V3 = Tafung variety. Total Combination treatment is 3 x 3 = 9 treatments. Each treatment was repeated 3 times so that there are 27 treatment plots. Observations were conducted on the two aspects, namely meteorological observations (thermal units, the maximum-minimum daily temperature, soil temperature) and observation of agronomy (plant height, number of leaves, leaf area, leaf area index, total fresh weight per plant, total dry weight per plant , the rate of plant growth, total fresh weight per plant, harvest, and the weight of consumption). Agronomic observations made on old plants 14, 21, 28 and 35 days after planting. Observational data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) at 5% level. When the test results obtained by a real difference then continued with a comparison test between treatments using the Least Significant Difference (LSD) at 5% level. The results showed that Use of Veg-gin and Tafung varieties have thermal units during the harvest of 600 days 0C with harvest time difference of 13 days 47 days faster than the Nova variety has a thermal unit harvest of 742 days 0C with 60 days of harvest time. Each varieties showed different responses to different spacing of this is shown by the broad leaves of the treatment spacing of 40 cm x 25 cm with Veg-gin varieties showed leaf area of 203,76 cm2 compared with other treatments. While the leaf area index, the effect of different indicated by the treatment spacing of 40 cm x 15 cm with Veg-gin varieties of 0,277 cm2. Treatment spacing of 40 cm x 15 cm give the highest yield per hectare of 8,81 ton/ ha, but the yield per plant gives the lowest yield of 72,60 g/plant. Treatment Veg-gin varieties give the highest yield per hectare of 9,74 ton/ha

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/133/051502466
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130108
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item