BKG

Rahmasari, DewiAyu (2015) Pengaruh Jarak Tanam dan Waktu Tanam Kedelai Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max) Pada Baris Antar Tebu (Saccharum officinarum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman pangan merupakan komoditas penting dan strategis, karena menjadi kebutuhan dasar pemenuhan konsumsi setiap orang. Salah satu komoditas pangan terpenting adalah kedelai. Indonesia juga dikenal sebagai penghasil kedelai peringkat kesepuluh terbesar didunia, setelah USA, Brazil, Argentina, India, China, Canada, Paraguay, Uruguay, Ukraine, Bolivia dan Rusia (FAO,2012). Namun, produksi kedelai di Indonesia pada akhir-akhir tahun ini sedang mengalami penurunan. Tercatat pada tahun 2009 produksi yang dihasilkan sebesar 974.000 ton mengalami penurunan pada tahun 2010 sebesar 907.031 ton dan mengalami penurunan kembali pada tahun 2011 menjadi 851.286 ton. (BPS,2011). Sedangkan kebutuhan kedelai di Indonesia sendiri diharapakan untuk terus meningkat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Penyebab utama menurunya produksi kedelai dalam negeri ialah karena kondisi iklim yang tidak menentu menyebabkan petani gagal panen, sehingga petani beralih menanam komoditas lain yang lebih menguntungkan, hal inilah yang menyebabkan keterbatasan lahan untuk budidaya tanaman kedelai. Salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan lahan untuk tanaman kedelai dan membangkitkan minat petani untuk menanam kedelai adalah dengan cara tumpangsari. Penelitian tumpangsari kedelai dengan tebu merupakan salah satu usaha untuk membantu peningkatan produksi pangan melalui diversifikasi tanaman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mempelajari dan mengetahui pengaruh jarak tanam dan waktu tanam kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada baris antar tebu. 2) Menentukan jarak tanam kedelai dan waktu tanam kedelai yang tepat pada baris antar tebu. Hipotesis yang diajukan adalah 1) Pengaturan jarak tanam dan waktu tanam kedelai yang tepat pada baris antar tebu akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang terbaik. 2) Jarak tanam kedelai 30 cm x 30 cm pada baris antar tebu akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang terbaik. 3)Waktu tanam kedelai 2 Minggu sebelum tanam tebu pada baris antar tebu akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang terbaik Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April - September 2013 di Pabrik Gula Krebet yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Malang, Jawa Timur. Alat – alat yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, gembor, oven, Leaf Area Meter (LAM), kamera, rolmeter, jangka sorong , alat tulis, dan timbangan analitik. Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi media tanam,stek tebu varietas PSJT 941 dan Kedelai varietas Wilis. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea (46% N) dosis 75 kgha-1, SP-36 (36 % P205) dosis 75 kgha-1, KCL (60% K2O) dosis 100 kgha-1 sedangkan pada tanaman tebu pemberian pupuk menggunakan ZA dan Phonska. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi. Petak utama adalah Jarak Tanam , terdiri atas 3 perlakuan yaitu Jarak Tanam 20 cm x 20 cm (A1), Jarak Tanam 25 cm x 25 cm (A2), dan Jarak Tanam 30 cm x 30 cm (A3). Anak petak adalah Waktu Tanam, terdiri atas 3 perlakuan yaitu 2 Minggu Sebelum Tanam Tebu (B1), 1 Minggu Sebelum Tanam Tebu (B2), Saat Tanam Tebu (B3) . Ada dua jenis pengamatan yaitu pengamatan kedelai dan tebu yang dilakukan secara non destruktif dan destruktif. Pengamatan tanaman kedelai dilakukan saat berumur 21, 35, 49, 63 dan 77 hst meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, berat kering total tanaman, jumlah dan bobot polong petanaman, berat kering biji per tanaman, berat kering 100 biji dan hasil . Pengamatan tanaman tebu meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan diameter batang. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kedelai dengan jarak tanam 30 cm x 30 cm (A3) yang dikombinasikan dengan waktu tanam 2 minggu sebelum tanam tebu (B1) berpengaruh nyata pada parameter luas daun paling tinggi, begitu pula yang terjadi pada parameter bobot polong dan bobot biji dengan jarak tanam 30 cm x 30 cm (A3) yang dikombinasikan dengan waktu tanam 2 minggu sebelum tanam tebu (B1) , menghasilkan bobot polong pertanaman paling tinggi sebesar 42,23 g tan-1 dan pada bobot biji paling tinggi sebesar 24,91 g tan-1. Tanaman dengan jarak tanaman 30 cm x 30 cm (A3) dan waktu tanam 2 minggu sebelum tanam tebu (B1) menghasilkan hasil panen paling tinggi masing-masing sebesar 1,44 ton ha-1 dan 1,39 ton ha-1.

English Abstract

Food crops is an important and strategic commodity , because the basic needs fulfillment of consumption per person. One of the most important food commodities are soy. Indonesia is also known as the tenth largest producer of soybeans in the world , after the USA , Brazil , Argentina , India ,China , Canada , Paraguay , Uruguay , Ukraine , Bolivia and Russia ( FAO , 2012) . However , soybean production in Indonesia in recent years is declining. In 2009 production amounted to 974 000 tonnes produced in 2010 decreased by 907.031 tonnes and decreased again in 2011 to 851. 286 tonnes. (BPS, 2011). While soybean demand in Indonesia itself is expected to continue to increase in order to meet the basic needs of everyday people. The main cause of the decline in domestic soybean production is due to the uncertain climate conditions cause farmers to crop failure , so the farmers switched to plant more profitable commodity, this is what causes the limitations of land for soybean cultivation. One way to overcome the limitations of land for soybean and arouse the interest of farmers to plant soy is by intercropping.Soybean intercropped with sugarcane research is an effort to help increase food production through crop diversification . The purpose of this study is to 1) study and know the effect of plant spacing and timing of planting soybeans on growth and yield of soybean plants in the row between cane. 2) Determine the spacing of soybean and soybean planting time right on the line between cane. The hypothesis is 1) Setting a spacing and soybean planting time right on the line between the cane will produce soybean crop growth and yield the best. 2) soybean planting distance of 30 cm x 30 cm on the line between the cane will produce soybean crop growth and yield the best. 3) When planting soybeans 2 weeks before planting sugar cane on the line between cane will produce soybean crop growth and yield the best. This study was conducted in April - September 2013 in the Sugar Krebet located in District Bululawang, Malang, East Java. Tool - a tool that will be used in this study include hoes, yells, oven, Leaf Area Meter ( LAM ), a camera, rolmeter, calipers, stationery, and analytical balance. Materials - materials used in this study include the planting medium, cutting sugar cane varieties and soybean varieties PSJT 941 Wilis. Fertilizer used is urea ( 46 % N ) dose of 75 kgha - 1, SP - 36 ( 36 % P205 ) dose of 75 kgha - 1, KCl ( 60 % K2O ) dose of 100 kgha - 1 while the sugarcane crop fertilizer application using ZA and Phonska .The method used in this research is the design of Divided plots. The main plot is Plant Spacing, consisting of 3 treatments, Plant Spacing 20 cm x 20 cm ( A1 ), Plant Spacing 25 cm x 25 cm ( A2 ), and Plant Spacing 30 cm x 30 cm ( A3 ). The subplots were Planting Times, consisting of 3 treatments, 2 Weeks Before Planting Cane ( B1 ), 1 Week Before Planting Cane ( B2 ), When Planted Sugarcane ( B3 ). There are two types of observations are observations of soybean and sugarcane are performed in non- destructive and destructive. Observations made when soybean plants were 21 , 35 , 49 , 63 and 77 dap plant height , number of leaves, number of branches, leaf area, total plant dry weight, number and weight of pods petanaman, dry weight of seeds per plant, dry weight of 100 seeds and results. Observations sugarcane plant height, number of leaves, number of tillers, and stem diameter.Observational data obtained were analyzed using analysis of variance ( F test ) at 5% level. Differences between treatments were tested using LSD test at 5% level . The results showed that soybean plants with a spacing of 30 cm x 30 cm ( A3 ) are combined with planting time 2 weeks before planting sugarcane ( B1 ) has significant effect on the parameters of the highest leaf area, so it is with the weight parameters pod and seed weight with a spacing of 30 cm x 30 cm ( A3 ) are combined with planting time 2 weeks before planting sugarcane ( B1 ), resulted in the planting pods highest weight of 42.23 g of tan-1 and the highest seed weight of 24.91 g tan-1 . Plants with a spacing of 30 cm x 30 cm (A3) and the time planting 2 weeks before planting sugarcane highest yields respectively 1,44 ton ha-1 and 1,39 ton ha-1.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/131/051502464
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130106
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item