BKG

Sutarto, UlfaAnnisa (2015) Tiga Jenis Sawi (Brassica Sp.) Terhadap Aplikasi Macam Mulsa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) adalah komoditas sayuran yang memiliki tingkat konsumsi yang cukup tinggi dan berprospek untuk dikembangkan di Indonesia. Kebutuhan masyarakat akan sawi semakin meningkat seiring dengan beragamnya menu makanan yang memanfaatkan sayuran ini. Berdasarkan data BPS tahun 1997-2013, produksi sawi mengalami peningkatan dari 441,317 ton pada tahun 1997 menjadi 635,728 ton pada tahun 2013, tetapi luas areal pertanaman selain padi hanya 58,412 hektar (BPS, 2014). Hal ini disebabkan oleh ketidakinginan masyarakat membudidayakan produk ini secara mandiri atau masih mengandalkan petani, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi tanaman sawi dengan luas lahan yang semakin terbatas. Keberadaan jenis sawi yang terbatas dipasaran memungkinkan masyarakat tidak terlalu mengetahui jenis sawi yang ada. Pengembangan perlu dilakukan agar jenis sawi makin beragam dipasaran. Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi sawi yang optimal yaitu dengan memodifikasi iklim mikro disekitar tanaman dengan menggunakan mulsa. Hipotesis yang diajukan adalah (1) ketiga jenis sawi menunjukkan respon yang berbeda terhadap aplikasi macam mulsa yang berbeda. (2) Ketiga jenis sawi menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda. (3) Aplikasi macam mulsa yang berbeda akan memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian yang bertempat di Desa Pagu Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Ketinggian tempat pada lokasi penelitian berkisar ± 500 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2014.Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, tugal, meteran, termometer suhu tanah, timbangan analitik, LAM, oven, dan kamera. Bahan yang digunakan ialah bibit sawi hijau varietas Tosakan, bibit pakcoy varietas Nauli F1, bibit sawi pahit varietas Morakot, jerami padi, mulsa plastik hitam perak, daun tebu, daun jagung, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCL, insektisida dan fungisida. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama ialah jenis sawi yang terdiri dari 3 jenis sawi yaitu sawi hijau, pak coy dan sawi pahit, sedangkan anak petak ialah macam mulsa yaitu mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami, mulsa daun tebu dan mulsa batang jagung. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F pada taraf 5%, jika pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jenis sawi hijau, pak coy dan sawi pahit menunjukkan respon yang berbeda terhadap aplikasi mulsa batang jagung. Perlakuan jenis sawi menunjukkan bahwa tinggi tanaman sawi hijau lebih tinggi daripada sawi pahit. Pada pengamatan jumlah daun menunjukkan bahwa tanaman pak coy lebih tinggi daripada sawi pahit. Pada pengamatan bobot ekonomis tanaman saat panen menunjukkan bahwa pak coy lebih tinggi daripada sawi pahit. Pemberian mulsa jerami, mulsa daun tebu dan mulsa batang jagung menunjukkan hasil rata-rata bobot segar tanaman dan bobot segar tanaman saat panen serta bobot ekonomis saat panen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi mulsa plastik hitam perak. Produksi bobot ekonomis tanaman saat panen menunjukkan bahwa aplikasi mulsa jerami, mulsa daun tebu, dan mulsa batang jagung lebih tinggi daripada aplikasi mulsa plastik hitam perak

English Abstract

Mustard (Brassica juncea L.) is a vegetable commodities that have a fairly high level of consumption and prospected in Indonesia. Mustardneeds increased along with the variety of foods that take advantage of this vegetable. Based on BPS data for 1997-2013, mustard production increased from 441.317 tonnes in 1997 to 635.728 tonnes in 2013, but acreage crops is other than rice only 58.412 hectares. This is caused by the unwillingness of the people to cultivate these products independently or still rely on farmers, so it needeforts to increase the production of mustard plants with increasingly limited land area (BPS, 2014 ). The community are not aware about the existence of a limited type of mustard in the market. Development need more to diverse types of cabbage in the market. In addition, one of the techniques of cultivation to increase the production of mustard optimum is to modify the microclimate around the plant by using mulch. The hypothesis is (1) the three types of mustard showed different responses to the application of different kinds of mulch. (2) The three types of mustard showed the growth and yield of different crops. ( 3 ) The application of different kinds of mulch will provide growth and yield of mustard plants are different. The experiment was conducted in Pagu Wates village, Wates Subdistrict, Kediri. Altitude research sites ranging from ± 500 m above sea level. The experiment was conducted in March and April 2014. The equipment used in this study is a hoe, meter, thermometer soil temperature, analytical scale, LAM, oven, and a camera. The materials used are green mustard seed varieties Tosakan, seed pakcoy varieties Nauli F1, bitter mustard seed varieties Morakot, rice straw, black plastic silver mulch, sugar cane leaves, leaf corn, urea, SP - 36, KCL, insecticide Dursband 200 EC and fungicide Dithane M - 45. The method used in this research is Split Plot Design ( SPD ) with the main plot is kind of sawi which has 3 types of mustard greens, pack coy and bitter mustard, while the subplot is kind of mulch that silver black plastic mulch, straw mulch, sugar cane leaves mulch and leaf corn mulch. Data analysis obtained were analyzed using analysis of F test at 5% level, if the real effect followed by a least significant difference test at 5% significance level . The results showed that there was interaction between three types of mustard and wide application of mulch on plant height at 14, 21 and 28 days after planting. Treatment showed that type of lenght of plant of mustard green are higher than bitter mustard. The number of leaves of pak coy higher than bitter mustrad. The economic weight of plant at harvest showed that pak coy higher than bitter mustard. Application of mulch to give effect to the results of mustard plants in all types of treatment. Straw mulch, sugarcane leaf mulch and leaf corn mulch showed an average yield of fresh weight of plants and plant fresh weight at harvest and economic weight at harvest compared with application of black plastic silver mulch. Economical production plant weight at harvest showed that the application of straw mulch, mulch the leaves of sugarcane, corn stalks and mulch higher than silver black plastic mulch application.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/127/051502460
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130101
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item