BKG

Anggorowati, Dian (2015) Respon Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) Pada Berbagai Tingkat Ketebalan Mulsa Jerami Padi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan salah satu jenis buah yang sangat dikenal masyarakat. Dilihat dari manfaatnya, tomat juga banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung didalamnya adalah vitamin C yang dapat memelihara kesehatan gigi dan gusi, vitamin A (karoten) yang dapat membantu penyembuhan penyakit buta malam, dan mineral (Tugiyono, 2005). Kebutuhan pasar akan buah tomat terus meningkat. Salah satu sentral produksi tomat terbesar yaitu daerah Lembang di Bandung yang bisa menjual sekitar 150 ton/hari saat panen raya. Tanaman tomat membutuhkan kondisi lingkungan berupa suhu maupun kelembaban tanah yang sesuai, menurut Ashari (1995) agar pertumbuhan tomat tumbuh secara optimum diperlukan suhu lingkungan antara 20-250C karena apabila suhu melebihi 260C pada daerah tropik akan menyebabkan dominasi pertumbuhan vegetatif disamping masalah serangan penyakit tanaman. Untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tomat diperlukan adanya modifikasi kondisi lingkungan tumbuh baik berupa suhu tanah maupun kelembaban tanah dengan menggunakan teknologi budidaya tanaman yang tepat salah satunya dengan pengembalian sisa tanaman berupa mulsa organik. Penggunaan mulsa sangat diperlukan karena memberikan keuntungan antara lain, mengurangi laju evaporasi dari permukaan lahan sehingga menghemat penggunaan air, memperkecil fluktuasi suhu tanah serta dapat menjaga struktur tanah. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mempelajari pengaruh mulsa jerami padipada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). (2) Untuk menentukan tingkat ketebalan mulsa yang dapat memberikan respon terhadap produktifitas tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.).Hipotesis yang diajukan adalah pada ketebalan9 cm mulsa jerami padi memberikan hasil yang lebih baik pada tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2014 di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Jawa Timur. Lahan pertanian memiliki ketinggian tempat ± 540m dpl serta dengan suhu antara 18° C - 30°C. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggaris, timbangan, jangka sorong, gembor, label (untuk menandai perlakuan), Soil Moisture Tester, cangkul, jangka sorong, termometer tanah, kamera dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : benih tomat varietas permata, mulsa jerami padi, pupuk N (Urea : 46% N), pupuk P (SP-36 : 36% P2O5) dan pupuk K (KCl : 60% K2O). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Adapun perlakuannya adalah sebagai berikut: M0: tanpa menggunakan mulsa (kontrol), M1: mulsa jerami padi dengan ketebalan 1,5 cm, M2: mulsa jerami padi dengan ketebalan 3,0 cm, M3: mulsa jerami padi dengan ketebalan 4,5 cm, M4: mulsa jerami padi dengan ketebalan 6,0 cm, M5: mulsa jerami padi dengan ketebalan 7,5 cm, M6: mulsa jerami padi dengan ketebalan9,0 cm. Pengamatan yang dilakukan selama penelitian terdiri dari 3 yaitu, pengamatan pertumbuhan, pengamatan lingkungan, dan pengamatan hasil panen. Pengamatan pertumbuhan dilakukan dengan cara mengambil 2 sampel.Adapun parameter pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, total jumlah bunga, bobot basah akar, bobot kering akar. Pengamatan panen dilakukan dengan mengambil 4 contoh tanaman pada petak percobaan. Parameter panen yang diamati meliputi:Jumlah buah total panen per tanaman, bobot segar buah per tanaman (kg), diameterbuah, danfruit set (%). Pengamatan lingkungan tanaman dilakukan pada saat tanaman berumur 14 – 84hst. Parameter pengamatan meliputi:suhu tanah, kelembaban tanah, dan pengamatan terhadap bobot kering gulma. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila dari hasil analisa tersebut terjadi pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan mulsa tidak memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap parameter pertumbuhan, tetapi memiliki hasil yang berbeda nyata pada parameter hasil. Pemberian mulsa jerami padi dengan ketebalan 4,5 cm dapat menekan pertumbuhan gulma sebesar 59,71% dan menurunkan suhu tanah pada pagi dan siang hari masing – masing sebesar 5,30% dan 1,68%, sehingga dapat menghasilkan jumlah buah sebanyak 21,24 buah atau meningkat sebesar 103,83% dan bobot segar sebesar 1,81 kg atau meningkat sebesar 98,90% dibandingkan tanpa pemberian mulsa jerami padi. Pemberian mulsa jerami padi setebal 6,0 cm, 7,5 cm, dan 9,0 cm menghasilkan jumlah buah dan bobot segar buah yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan ketebalan mulsa 4,5 cm.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/118/051502427
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130091
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item