BKG

Aili, EviNur (2015) Pengaruh Pemberian Kolkisin Terhadap Penampilan Fenotip Galur Inbrida Jagung Pakan (Zea mays L.) Pada Fase Pertumbuhan Vegetatif. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan jagung semakin bertambah seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri pakan dan pangan. Namun, produksi jagung nasional belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produktivitas jagung dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan genetiknya. Upaya ini telah dilakukan oleh tim peneliti Universitas Brawijaya yang telah membentuk varietas harapan hibrida dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan menciptakan karakter dengan cara menentukan keragaman galur berdasarkan karakter fenotip dan penanda molekuler menggunakan SSR dari 35 genotip jagung (Kustanto et al., 2013). Induksi mutasi menggunakan kolkisin diharapkan dapat memperbaiki sifat tanaman, baik secara kualitatif maupun kuantitatif khususnya dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Potensi hasil pada tanaman di kendalikan oleh banyak gen (poligenik). Semakin banyak gen pada tanaman maka akan meningkatkan hasil produksi. Dosis gen dapat ditingkatkan atau diperbanyak dengan menggunakan kolkisin. Dengan adanya poliploidi diharapkan hasil dari setiap individu akan lebih baik dan unggul. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan kolkisin terhadap penampilan fenotip dua galur inbrida jagung pakan/yellow corn (Zea mays L.). Sedangkan hipotesis dari penelitian ini adalah terjadi perubahan penampilan atau karakter fenotip galur inbrida jagung pakan/yellow corn (Zea mays L.) yang diberi perlakuan kolkisin sebagai indikator perubahan genetik pada fase pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2014 di desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah 2 galur jagung pakan/yellow corn (SJB dan SF) , bubuk kolkisin, aquades, DMSO, kertas merang, mulsa, cutex, polybag, pupuk kandang, pupuk NPK (15-15-15), urea, SP-36, ZA, fungisida dan insektisida. Peralatan yang digunakan meliputi cutter, gelas ukur, germinator, gunting, kamera, kertas label, papan impraboard, RHS color chart, meteran, penggaris, mikroskop dan timbangan analitik. Penelitian ini menggunakan metode RAKF (Rancangan Acak Kelompok Faktorial). Terdiri dari 2 faktor, faktor pertama berupa galur (G1 dan G2) dan faktor kedua berupa konsentrasi kolkisin (0, 400 ppm dan 600 ppm). Parameter yang diamati ialah warna daun, jumlah tanaman yang tumbuh, tinggi tanaman (cm), lingkar batang (cm), jumlah daun (helai), panjang daun (cm), lebar daun (cm), jumlah stomata, panjang stomata (µm), lebar stomata (µm), umur berbunga jantan (hst) dan umur berbunga betina (hst). Penelitian ini terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Analisis ragam data menggunakan uji F. Jika analasis ragam menunjukkan nilai berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin memberikan pengaruh yang nyata terhadap penampilan fenotip galur inbrida jagung pakan/yellow corn pada fase vegetatif. Perbedaan penampilan fenotip akibat perlakuan kolkisin terjadi pada karakter jumlah tanaman yang tumbuh, tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah stomata, panjang stomata, lebar stomata, jumlah daun, warna daun, umur berbunga jantan dan umur berbunga betina. Sedangkan interaksi antara genotip dan kolkisin memberikan pengaruh yang nyata pada karakter lebar daun, jumlah stomata dan panjang stomata. Hasil ini dapat dijadikan sebagai acuan awal untuk melakukan pendugaan bahwa tanaman yang diberi kolkisin efektif mempengaruhi mutasi atau merubah ploidi jagung.

English Abstract

Corn demand is increasing along with the increasing of population growth and development of the feed and food industries. However, the national production of corn is not yet sufficient the domestic demand. The effort to improve quality and quantity of corn productivity can be done through genetic improvement. This effort has been made by the research team of UB that have shaped the expectations of hybrid varieties with the aim to increase productivity and create a character in a way determine diversity of line based on phenotypic characters and using SSR molecular markers of 35 genotypes of maize (Kustanto et al., 2013). Induction of mutations using colchicine is expected to improve the characteristics of plants, both qualitatively and quantitatively especially in improving crop productivity. The potential results of plants are controlled by many genes (polygenic). The more genes in the plant will increase the production. Gene dosage can be increased or reproduced by using colchicine. The existence of polyploidy, it is expected that results of each individual will be better and superior. Based on these descriptions, the purpose of this research was to know the effect of colchicine treatment on phenotype of two inbred lines yellow corn (Zea mays L.). The hypothesis of this research was there was a change in appearance or character of the phenotype of yellow corn inbreed line (Zea mays L.) when it were treated with colchicine as an indicator of genetic changes during vegetative growth. This research was conducted in April-July 2014 in the village Ampeldento, Karangploso, Malang. The materials used in this experiment was two line of yellow corn (SJB and SF), colchicine powder, aquadest, DMSO, paper straw, mulch, cutex, polybag, manure, NPK fertilizer (15-15-15), urea, SP-36, ZA, fungicides and insecticides. The tools used were cutter, measuring cups, germinator, scissors, cameras, paper of label, impraboard, RHS color chart, meters, ruler, microscope and analytical balance. This research used RAKF (Factorial Randomized Block Design). It consisted of two factors, the first factor was line (G1 and G2) and the second factor was colchicine concentrations (0 ppm, 400 ppm and 600 ppm). The observed parameters were the colors of leaves, number of plants, plant height (cm), diameter of stem (cm), number of leaves (strands), leaf length (cm), leaf width (cm), number of stomata, stomata length (µm) , stomata width (µm), time of anthesis (dap) and time of silking (dap). This research consisted of qualitative and quantitative data. The data analysis of variance used F test. If the result of analysis showed significant, it will be continued by having HSD test in the rate 5%. The results showed that colchicine treatment gave a significant effect on the phenotype appearance inbred lines of yellow corn on the vegetative phase. The difference in appearance of the phenotype due to colchicine treatment occur in the character number of plants, plant height, diameter of stem, number of stomata, stomata length, stomata width, number of leaves, leaf color, time of anthesis and time of silking. While the interaction between genotype and colchicine gave significant effect on the character of the leaf width, number of stomata and stomata length. These results could be used as a reference that treatment of colchicine was presume to be effective to affect mutation or change ploidy corn.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/114/051502423
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130087
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item