BKG

Amelia, Mesi (2015) Keragaman Genetik dan Tingkat Sterilitas Tepung Sari pada 50 Genotip Padi Calon Galur Mandul Jantan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi ( Oryza sativa ) adalah komoditas tanaman pangan di Indonesia. Kebutuhan beras nasional meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan padi di Indonesia perlu dilakukan upaya peningkatan produksi. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain melalui pemuliaan tanaman. Pemuliaan tanaman dapat dilakukan dengan merakit kultivar baru, salah satunya ialah padi hibrida. Varietas unggul padi hibrida yang dilepas di Indonesia dirakit dengan menggunakan sistem tiga galur yaitu galur mandul jantan (GMJ atau galur A), galur pelestari (maintainer atau galur B) dan tetua jantan yang sekaligus berfungsi sebagai pemulihan kesuburan (restorer atau galur R). Padi adalah tanaman menyerbuk sendiri. Dengan demikian, perakitan padi hibrida memerlukan tetua mandul jantan. Pemulia berbagai jenis tanaman telah melakukan seleksi terhadap karater tanaman berdasarkan nilai koefisien keragaman genetik dan heritabilitas. Sebelum menetapkan metode seleksi yang akan digunakan dan kapan seleksi akan dimulai, perlu diketahui berapa besar keragaman genetik, Tetapi dengan melihat keragaman genetik saja sangat sulit untuk mempelajari suatu karakter. Untuk itu, diperlukan parameter genetik lain seperti heritabilitas. Heritabilitas adalah parameter genetik yang digunakan untuk mengukur sejauh mana keragaman penampilan suatu genotipe dalam populasi terutama yang disebabkan oleh peranan faktor genetik . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik, tingkat sterilitas tepung sari dan mengetahui calon galur mandul jantan terbaik. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat keragaman yang tinggi pada beberapa genotip calon galur mandul jantan (GMJ) yang diamati dan beberapa genotip calon GMJ yang diteliti mempunyai tingkat sterilitas tepung sari yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggan + 450 mdpl, dan suhu rata-rata harian 23-29 ° C. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Mei 2014. Bahan yang digunakan adalah 50 calon galur mandul jantan , 7 galur mandul jantan sebagai pembanding dan larutan kalium iodide (KI) . Alat yang digunakan adalah alat tanam, mikroskop, cover glass, kaca preparat, pipet, pinset, hand counter, kamera dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan adalah 50 genotip calon GMJ, 7 GMJ pembanding, larutan Kalium Iodida (KI), pupuk Urea (300 kg/ha), pupuk SP 36 (100 kg/ha), pupuk KC l 100 kg/ha, kantong panen dan label . Pengendalian gulma menggunakan herbisida Ally Plus 77WP dan herbisida DMA6 825SL . Pengendalian hama yaitu belalang pemakan daun padi menggunakan insektisida Decis 2,5 EC . Untuk pengendalian penyakit yaitu hawar daun bakteri tidak dilakukan karena serangan dapat ditoleransi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Augmented Design dengan 50 genotip calon GMJ tanpa ulangan dan 7 GMJ sebagai pembanding yang diulang sebanyak tiga kali. Jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 20 cm yang terdiri dari 6 0 tanaman dalam satu genotip dan jarak antar genotip adalah 40 cm. Calon galur mandul jantan ditanam berdampingan dengan galur pelestarinya ( maintainer ). Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan karakter kuantitatif dengan 4 tanaman sampel dan karakter kualitatif dengan 1 sampel pada calon galur mandul jantan. Variabel pengamatan adalah jumlah anakan produktif, j umlah gabah isi per malai, bobot 1000 butir (gram), umur berbunga (hst), tinggi tanaman (cm), jumlah malai/tanaman, panjang malai (cm), sterilitas tepung sari (%).

English Abstract

Rice ( Oryza sativa ) is a food crops commodity in Indonesia. National rice demand increasing every year along with the increase of population. To comply the requirement of rice in Indonesia needs to be done an efforts to increased production. Increased production can be done in various ways, among others through plant breeding. Plant breeding can be done by assembling new cultivars, one of which is the hybrid rice. Hybrid rice varieties were released in Indonesia assembled using three lines system which are Cytoplasmic Male Sterile line ( CMS or A line ), maintainer line ( B line ) and male parental which functions as sterility dignification all at once (restorer or R line ). Rice is self-pollinated plants. Thus, the assembling of hybrid rice requires male sterile’s parental. Various types of plant breeders have been doing the selection of plant characters based on the coefficient of genetic variability and heritability. Before decide selection method to be used and when the selection will begin, must to know about number of genetic diversity, but only looking at the genetic variability is very difficult to learn a character. Because of that, the needful of other genetic parameters such as heritability. Heritability is the genetic parameters that used to measure the extent of appearance variety a genotype in the population is mainly caused by the role of genetic factors. This research purpose to knowing genetic variety, the level of pollen sterility and knowing the male sterile strains best candidate. The hypothesis of this research are there is a high diversity in several genotypes CMS lines were observed and several genotypes CMS candidates were observed have high level in pollen sterility. The research was conducted in Tunggulwulung village, Lowokwaru subdistrict, Malang regency with an altitude + 450 meters above sea level and the daily average temperature 23-29 ° C. The research was conducted in January-May 2014. The tools that was used are cropping tool, microscope, cover glass, glass slide, pipette, tweezers, hand counters, cameras and stationery. The materials that was used are 50 Cytoplasmic Male Sterile (CMS) candidates, 7 CMS as check and potassium iodide and iodine solution ( I KI), urea (300 kg/ha), SP36 (100 kg/ha), KC l (100 kg/ha), harvest bags and labels. Weed control using Ally Plus 77WP herbicide, DMA6 825SL herbicide and pest control is a grasshopper using Decis 2.5 EC insecticide. To control the bacterial leaf blight disease is not be done because of the attack can be tolerated. The research used by Augmented Design with 50 genotypes CMS candidate without rep lication and 7 GMJ as check were repeated three times. Crop distance used is 20 x 20 cm consisting of 60 plants in one genotype and the distance between genotypes is 40 cm. CMS candidate were planted side by side with maintainer lines .

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/11/051500670
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130082
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item