BKG

Auliya, Afif (2014) Keragaman Genetik dan Pendugaan jumlah gen ketahanan populasi F2 kacang panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap penyakit kuning (Yellow Mosaic Virus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Beberapa tahun terakhir produksi kacang panjang mengalami penurunan akibat serangan penyakit kuning (Yellow Mosaic Virus). Intensitas serangan penyakit kuning (Yellow Mosaic Virus) di lapang dapat menyerang tanaman kacang panjang sampai mencapai 80-100%. Hal ini membuat kerugian yang besar terhadap produsi kacang panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai heritabilitas dan ragam genetik serta menduga jumlah gen pengendali ketahanan kacang panjang terhadap penyakit mosaik kuning. Hipotesis yang diduga dalam penelitian ini adalah terdapat karakter tanaman kacang panjang yang memiliki nilai heritabilitas yang tinggi dan keragaman yang luas serta ketahanan kacang panjang terhadap penyakit kuning (Yellow Mosaic Virus) dikendalikan oleh sedikit gen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Badas, Kabupaten Kediri pada bulan April sampai Juli 2013. Alat yang digunakan adalah cangkul, pisau, papan nama, mistar, label, tali rafia, kamera dan spidol. Metode penelitian ini menggunakan metode single plant dengan populasi P1 dan P2 masing – masing adalah 100 tanaman, populasi F1 adalah 50 tanaman dan populasi F2 adalah 360 tanaman. Variabel pengamatan yang diamati pada penelitian ini meliputi jumlah polong per tanaman, panjang polong (cm), jumlah biji per polong, bobot segar polong (g), umur awal berbunga (HST), umur awal panen (HST) dan intensitas penyakit (IP). Data hasil pengamatan dianalisis dengan pendugaan nilai heritabilitas dan ragam genetik serta uji square (ᵡ2). Hasil pengamatan di lapang menunjukkan bahwa gejala awal dari serangan penyakit kuning terhadap kacang panjang adalah muncul bercak kuning pada daun muda, kemudian akan menyebar ke seluruh permukaan daun disertai dengan terjadinya malformasi pada daun sehingga mengakibatkan bentuk daun berubah menjadi lebih kecil atau mengerucut. Serangan penyakit kuning juga menyerang polong kacang panjang yang mengakibatkan warna polong berubah warna menjadi warna kuning. Persentase intensitas penyakit pada tanaman uji menunjukkan respon berbeda, pada populasi P1 menunjukkan respon tahan dengan persentase 9%, populasi P2 menunjukkan respon rentan dengan persentase 47%, dan populasi F1 dan F2 menunjukkan respon sama yaitu sedang dengan persentase masing – masing 33%. Pada nilai ragam genetik menunjukkan bahwa pada karakter jumlah polong dan jumlah biji per tanaman memiliki keragaman yang sempit sedangkan pada karakter panjang polong, bobot segar polong, umur berbunga dan umur panen memiliki keragaman yang luas. Pada pengamatan heritabilitas didapat pada karakter panjang polong dan jumlah biji per polong memiliki nilai heritabilitas yang rendah dan pada karakter jumlah polong, bobot segar polong, umur berbunga dan umur panen memiliki nilai heritabilitas yang tinggi. Segregasi populasi F2 memiliki nisbah 9: 3: 4 (tahan: agak tahan: rentan) yang mengindikasikan bahwa karakter ketahanan terhadap penyakit kuning dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi epistasis resesif.

English Abstract

The low production of yardlong bean at last few years caused of an attacking of Yellow Mosaic Virus. Intensity of Yellow Mosaic Virus in field could attacked up to 80-100 % for yardlong beans. This problems could make a large loss for yardlong beans production. The purposes of this study were to determine the heritability and genetic variability and assumed number of genes that controlled resistance of yardlong bean for Yellow Mosaic Diseases. The hypothesis of this study, there are a characters of yardlong bean that have a high value of heritability and wide variability and the resistance of yardlong bean of Yellow Mosaic Virus was controlled by a few genes. This research was conducted in Badas village, Kediri on April to July 2013. The tools for this research are hoe, knive, label, ruler, label, raffia, camera and pen. This research method used a method of observation single plant with population of P1 and P2 respectively each are 100 plants, population of F1 was 50 plants and population of F2 was 360 plants. Variabel observations in this study are number of pods per plant, pods length (cm), number of seeds per pod, weight of fresh pods (g), flowering time, harvesting time ,and the intensity of the disease. The data were analyzed with a heritability estimate and test square (ᵡ2). The results showed that the early symptoms of yellow mosaic virus are yellow spots appeared on young leaves, then it would spread to the entire leaves surface with accompanied by the occurrence of malformations in the leaves and make the leaves shape, changed into smaller or conical. The yellow mosaic virus disease also attacked the pods of yardlong beans become a yellow color. The percentage of the intensity of the disease in the plants treatments showed the different responses, the response of resistant populations on P1 showed the percentage are 9 %, a population susceptible on P2 showed the percentage are 47 %, and F1 and F2 populations showed the same response that is moderate, with each percentage are 33 %. At the genetic variability value showed that the character number of pods and number of seed per pod have a narrow variability whereas that the character pod length, weight of fresh pod, flowering time and harvesting time have a wide variability. At the heritability value showed that the characters number of pods , weight of fresh pods, flowering time, harvesting time have high heritability value whereas the characters pods length and number of seeds per pod have low heritability value. F2 segregation population has a ratio of 9:3:4 (resistant: moderate resistant: susceptible) which indicates that the character of resistance to yellow mosaic virus disease was controlled by two genes with recessive epistasis action.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/81/051402130
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130043
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item