BKG

Zainal, Moch (2014) Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.).Merill) Pada Berbagai Tingkat Pemupukan N dan Pupuk Kandang Ayam. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai (Glycine max L.) ialah satu diantara beberapa komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Hal tersebut terkait dengan peran biji kedelai sebagai sumber protein nabati dengan harga yang murah. Akibatnya permintaan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Namun demikian, permintaan tersebut belum dapat segera terpenuhi sebagai akibat masih rendahnya tingkat produktivitas tanaman tersebut. Berdasarkan data BPS (2010) dilaporkan bahwa produksi kedelai maksimal tahun 2010 sebanyak 962.540 ton, dan itu hanya mampu untuk mencukupi sekitar 43 % dari kebutuhan nasional. Berdasarkan pada kenyataan tersebut, maka upaya yang bertujuan untuk meningkatan produktivitas tanaman kedelai perlu dilakukan yaitu melalui perbaikan sifat fisik tanah. Hal ini mengingat karena umumnya tanaman kedelai ditanam di lahan sawah pada akhir musim penghujan, sehingga air merupakan salah satu kendala dalam pencapaian hasil yang maksimum. Sehubungan dengan permasalahan, maka pengaplikasian bahan organik yang berupa pupuk kandang ayam diharapkan akan dapat berfungsi dalam perbaikan sifat fisik tanah, khususnya struktur tanah, melalui perbaikan sifat fisik tanah ini, maka akan dapat merangsang terjadi granulasi tanah, sehingga tanah akan menjadi lebih ringan, dan kemampuan tanah dalam menahan air akan meningkat. Selain itu dengan semakin remahnya kondisi tanah tersebut, maka akan dapat memacu perkembangan perakaran tanaman yang lebih baik, sehingga akar tanaman akan dapat mencari air dan unsur hara sendiri. Apabila akar tanaman dapat mencari air dan unsur hara sendiri, maka pengaplikasian pupuk an-organik dalam jumlah tinggi akan dapat dikendalikan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2013 di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan meliputi cangkul, tugal, sabit, meteran, timbangan digital, oven, Leaf Area Meter, dan kamera digital. Sedangkan bahan yang akan digunakan ialah benih kedelai varietas Wilis, pupuk kandang ayam, dan pupuk Urea, insektisida Furadan 3G. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan perlakuan pertama pupuk N sebagai (anak petak) terdiri dari tiga taraf, N1 = 25 kg ha -1, N2 = 50 kg ha-1, N3 = 75 kg ha-1. Perlakuan kedua (Petak utama) ialah K0 = Tanpa Pupuk Kandang ayam K1 = 7,5 ton ha-1, K2 = 15 ton ha-1. Dari kedua perlakuan tersebut didapatkan 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan kombinasi perlakuan. Pengamatan dilakukan secara destruktif dengan mengambil 3 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hst, 30 hst, 45 hst, 60 hst, dan 75 hst, serta pengamatan hasil pada saat panen (umur 85 hst). Parameter yang diamati meliputi parameter pertumbuhan, yaitu : Luas daun, Jumlah daun, Jumlah cabang, Bobot segar total tanaman, Bobot kering total tanaman serta parameter hasil yang mencakup: Jumlah polong total per tanaman, Bobot polong per tanaman, Jumlah biji per polong, Bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan Hasil panen (ton ha-1). Analisis pertumbuhan tanaman yang diamati meliputi: LPR, dan Indeks Panen, data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5 % dan apabila terjadi pengaruh nyata, dilanjutkan uji antar perlakuan dengan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5 % untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Dari hasil menujukkan bahwa pemupukan kandang ayam dosis 15 ton ha-1 yang dikombinasikan dengan berbagai level pemupukan N, menghasilkan komponen pertumbuhan (bobot segar akar dan jumlah cabang) maupun komponen hasil (jumlah polong per tanaman) paling tinggi. Sedangkan pemupukan dosis kandang ayam 15 ton ha-1 memberikan pengaruh nyata pada berbagai komponen hasil meliputi bobot polong isi per tanaman, bobot 100 biji dan hasil biji (ton ha-1) paling tinggi, masing- masing sebesar 36,77 g tan-1, 13,94 g tan-1 dan 2,17 ton ha-1 biji kering.

English Abstract

Soybean (Glycine max L.) is one of several food crops that have significant economic value in Indonesian. This is related to the role of soybeans as a vegetable protein source with low prices. As a result, demand continues to increase in line with increases in population. However, the request can not be met as a result of the low level of productivity of the plant. Based on data from BPS ( 2010) reported that soybean production in 2010 reached a maximum of 962 540 ton, and was only able to meet about 43 % of the national requirement. Based on this fact, the effort aims to increase the productivity of soybean plants needs to be done is through the improvement of soil physical properties. It is generally given as soybean plants grown in paddy fields at the end of the rainy season, so the water is one of the obstacles in achieving maximum results. In connection with the problem, then the application of organic matter in the form of chicken manure is expected to be able to function in the improvement of soil physical properties, particularly soil structure, through the improvement of the physical properties of the soil, it will be able to stimulate granulation happen soil, so the soil will become lighter, and ability of soil to hold water will increase. In addition to the more crumb the soil conditions, it will be able to spur the development of better plant roots, so the roots of the plant will be able to search for water and nutrients them self. If the plant roots can find water and nutrients it self, then the application of inorganic fertilizers in high amounts will be controlled. Research has been conducted in May up to July 2013 at Kepuharjo village, Karangploso distric, Malang regency. The tools are hoe, drill, sickle, meter, digital scales, ovens, Leaf Area Meter, and digital camera. The materials that used in this research is local variety Wilis of soybean, chicken manure and urea fertilizer, insecticide Furadan 3G. The experimental method that use in this research is split plot design with consists of three levels, fertilizer N as the first treatment (subplot) consists of three levels, N1: 25 kg ha-1, N2 : 50 kg ha-1, N3: 75 kg ha-1. The second treatment (main plot) is K0: Without Chicken Manure K1 :7.5 ton ha-1, K2:15 ton ha-1. The treatment of two obtained 9 combined treatment and repeated 3 times so there are 27 combinetions treatments, Observation made in 3 plants by taking a destructive example for every combination of treatment done at 15, 30, 45, 60 and 75 dap, observation results at harvest (age 85 dap). The parameters observed growth components, namely : Leaf area per plant, number of leaves per plant, number of branches per plants, total weights of fresh plant, total weight dry per plant, and yield componets: the number of pods per plant, weights of pods per plant, number of seeds pods per plant, weight seeds per plant, 100 seed weight and yields (ton ha-1). Analysis of the observed plant growth include : LPR, and Harvest Index , the data was collected were analyzed using the F test analysis (at the level of p = 0.05) to see the influence of the presence or absence of treatment. In case of apparent influence of the commission, then extend to test the standard 5 % BNT to know the differences between treatments. The Plants that are fertilized by chicken manure of dosage 15 tons ha-1 which is combinated with different levels of N fertilization, resulted the highest growth component (fresh weight of roots and number of branches) and the highest of yield components (number of pods per plant). The plant that are fertilized by chicken manure of dosage 15 ton ha-1, resulted a weight of pods per plant, 100 seed weight and the highes yield seed (ton ha-1) each results reach the amount to 36.77 g plants, 13.94 g plants and 2.17 ton ha-1 of dry beans

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/77/051402126
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130038
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item