BKG

Fitriana, DiahAsih (2014) Pengaruh Dosis Rhizobium Serta Macam Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Varietas Kancil. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis dalam pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Kacang tanah juga sangat penting untuk dikembangkan karena dari segi produktivitasnya, kacang tanah yang dibudidayakan di Indonesia masih rendah. Menurut Badan Pusat Statistik (2013) produksi kacang tanah di Indonesia tahun 2010 sampai 2012 belum memenuhi permintaan konsumen, sehingga dilakukan impor. Jumlah impor kacang tanah tahun 2010 sebanyak 181.808 ton, tahun 2011 sebanyak 251.748 ton dan tahun 2012 sebanyak 125.636 ton. Produksi kacang tanah tahun 2013 di Jawa Timur hanya kurang lebih 320.660 ton/ tahun. Usaha yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan perbaikan cara bertanam, penanaman varietas unggul, pengaturan populasi, pemupukan dan pengendalian hama penyakit serta gulma. Peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan penambahan pemupukan. Nitrogen (N) merupakan unsur paling penting bagi pertumbuhan tanaman, namun ketersediaan N didaerah tropis termasuk Indonesia tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan teknologi penambatan N secara hayati melalui inokulasi rhizobium untuk mengefesienkan pemupukan N (Noortasiah,2005). Selain penggunaan pupuk hayati, peningkatan produksi kacang tanah dilakukan dengan penambahan bahan organik kedalam tanah. Penggunaan pupuk kandang dapat dianggap sebagai pupuk yang lengkap, karena selain menghasilkan hara yang tersedia, juga meningkatkan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah (Sutedjo, 1994). Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh hubungan dosis inokulum rhizobium dan 2 macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Hipotesis yang diajukan adalah a) Terdapat hubungan antara dosis inokulum rhizobium dengan pupuk kandang. b) Dengan pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah bintil akar yang dihasilkan oleh bakteri Rhizobium. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada bulan April sampai Juli 2014. Ketinggian tempat di kecamatan Dau 600 mdpl. Dengan dengan suhu udara rata-rata 200 C dan jenis tanah Alfisol. Bahan yang digunakan pada percobaan adalah benih tanaman kacang tanah varietas Kancil yang berasal dari BALITKABI (Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian), inokulum rhizobium (legin) yang berasal dari Laboratorium Mikrobiologi UGM, pupuk kandang sapi , pupuk kandang ayam, Urea, KCl dan pestisida. Alat yang digunakan yaitu timbangan, alat pengukur luas daun (leaf area meter), oven untuk mengeringkan tanaman, alat-alat lain yang diperlukan untuk budidaya tanaman di lapangan seperti cangkul, sekop, parang, sabit, dan alat penyiraman di samping kelengkapan lain berupa tali rafia, ember, selang, meteran. Metode penelitian menggunakan RAK faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Masing- masing perlakuan terdiri perlakuan pertama I0: Tanpa inokulum, I1: Inokulum rhizobium (legin) ( 5 g/ kg benih), I2: Inokulum rhizobium (legin) (10 g/ kg benih), I3: Inokulum rhizobium (legin) (15 g/ kg benih). Perlakuan kedua P0 : Tanpa pupuk P1: pupuk kandang sapi, P2: pupuk kandang ayam. Pengamatan dilakukan pada saat tanaman 21 hst, 35 hst, 49 hst, 63 hst dan panen. Parameter pengamatan meliputi : luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, berat kering tanaman, jumlah bunga, jumlah ginofor, jumlah polong/ tanaman, jumlah bintil akar, bobot kering polong, indeks panen. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5 % untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil analisis ragam yang nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5 % untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian terjadi interaksi antara pemberian inokulum rhizobium dan jenis pupuk kandang terjadi pada beberapa parameter yaitu, luas daun umur 35 Hst, indeks luas daun umur 35 hst, berat kering total tanaman umur 21 Hst dan 63 Hst, laju pertumbuhan tanaman, jumlah bunga pada umur 35 Hst, jumlah ginofor umur 49 Hst, jumlah bintil akar umur 49 Hst dan 63 Hst, jumlah polong panen, dan indeks panen. Pemberian inokulum rhizobium 10 g/kg benih dan jenis pupuk kandang ayam memberikan hasil jumlah polong yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan pemberian inokulum rhizobium 0 g/kg benih dan tanpa pupuk kandang. Pemberian inokulum rhizobium 5 g/kg benih dan tanpa pupuk kandang dapat memberikan hasil indeks panen yang tertinggi.

English Abstract

Peanut (Arachis hypogaea L.) is an important legume crop after soybean that has a strategic role in national food as a source of protein and vegetable oil. Peanuts are also very important to be developed because in terms of productivity, peanuts are cultivated in Indonesia is still low. According to the Central Bureau of Statistics (2013) the production of peanut in Indonesia on 2010 to 2012 do not satisfy consumer demand, so do imports. The number of imported peanuts in 2010 at 181 808 tonnes, in 2011 as many as 251 748 tonnes and 125 636 tonnes in 2012 as much. Peanut production in East Java in 2013 only approximately 320 660 tons/year. Efforts that can be taken to overcome these obstacles is by improving the farming, planting improved varieties, population regulation, fertilization and pest and weed control. Improved soil fertility can be done by adding fertilizer. Nitrogen (N) is the most important elements of for plant growth, but the availability of N in tropical region including Indonesia is very low. Therefore, the necessary technology in biological N fixation by Rhizobium inoculation for mengefesienkan fertilizer N (Noortasiah, 2005). In addition to the use of biological fertilizers, increased the production of peanuts is done with the addition of organic matter into the soil. The use of manure can be regarded as a complete fertilizer, because in addition to producing nutrients available, also increases the activity of microorganisms in the soil (Sutedjo, 1994). This research to study the effect of Rhizobium inoculum dose relationship and 2 kinds of manure on growth and yield of peanut. The hypothesis is a) There is a relationship between the dose of inoculum Rhizobium with manure. b) With the manure application can increase the number of root nodules produced by Rhizobium bacteria. The research was conducted in the District Dau Malang from April to July 2014. The altitude of 600 meters above sea level in the Dau district Malang. With the average air temperature of 200 C and Alfisol soil types. Materials used in the experiment are the seeds of peanut Kancil varieties derived from Balitkabi (Research Institute for Legumes and Tuber Crops), Rhizobium inoculum (Legin) derived from Microbiology Laboratory UGM, cow manure, chicken manure, urea, KCl and pesticides. The tools used are scales, gauges leaf area (leaf area meter), oven for drying crops, other tools necessary for the cultivation of plants in a field such as hoes, shovels, machetes, sickles and watering tools in addition to other equipment such as rope, buckets, hoses, gauges. The research method uses a combination of RAK factorial with 12 treatments and 3 replications. Each treatment consisted first treatment I0: Without rhizobium inoculum, I1: Rhizobium inoculum (Legin) (5 g/kg seed), I2: Rhizobium inoculum (Legin) (10 g/kg of seed), I3: Rhizobium inoculum (Legin) (15 g/kg of seed). Second treatment P0: Without fertilizer P1: cow manure, P2: chicken manure. Observations were made at the plant 21 dap, 35 dap, 49 dap, 63 dap and harvest. Parameters observations include: leaf area, leaf area index, crop growth rate, plant dry weight, number of flowers, number ginofor, number of pods, number of root nodules, pod dry weight, harvest index. Observational data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) at 5% level to know the effect of treatment. Results of analysis of variance continued significant with Least Significant Difference test at 5% significance level to determine differences between treatments. Results of the study giving an interaction between Rhizobium inoculum and the kinds of manure occurs on several parameters that is, leaf area age of 35 dap, leaf area index age of 35 dap, the total dry weight of the plant age of 21 dap and 63 dap, the rate of plant growth, the amount of interest at the age of 35 dap, the number ginofor age of 49 dap, the number of root nodules ages 49 dap and 63 dap, number of pods harvested, and harvest index. Results of the study that is the giving rhizobium inoculum of 10 g/kg of seed and kind chicken manure yield a higher number of pods and significantly different than that of rhizobium inoculum 0 g/kg seed and without manure. Giving Rhizobium inoculum 5 g/kg of seed and without manure can yield the highest harvest index.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/476/051408378
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129959
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item