BKG

Nurhayati, (2014) Pengaruh Lama dan Media Penyimpanan Benih Terhadap Perkecambahan Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) Klon PB 260. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman karet ( Hevea brasiliensis ) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet. Dalam budidaya tanaman karet, untuk memperoleh pohon yang mampu menghasilkan lateks tinggi disamping batang atas batang bawah perlu memperoleh perhatian. Benih yang diperlukan untuk batang bawah harus terjamin kemurniannya. Kemurnian benih yang tinggi dapat diperoleh dari kebun yang terdiri atas klon anjuran untuk batang bawah. Benih karet ialah benih rekalsitran, dimana benih rekalsitran tidak dapat disimpan pada suhu yang terlalu rendah dan kelembaban yang rendah. Benih karet dapat dipertahankan daya simpannya dengan mempertahankan kandungan air benih dan oksigen yang cukup selama penyimpanan Penyimpanan benih karet bertujuan untuk mempertahankan daya tumbuh benih dengan cara menciptakan kondisi lingkungan simpan yang optimum, kondisi optimum ini diperlukan. agar benih tidak berkecambah dan busuk selama dalam penyimpanan dan mampu berkecambah sewaktu ditanam. Lama penyimpanan benih harus pada suhu yang sesuai, karena apabila suhu tidak sesuai maka benih akan rusak, demikian juga dengan media penyimpanan harus mampu menjaga kelembaban benih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan media penyimpanan benih karet yang sama atau dibandingkan media serbuk gergaji yang biasa digunakan. Hipotesis yang diajukan adalah media penyimpanan benih karet yang sama atau lebih baik daripada selain serbuk gergaji, dan lama penyimpanan benih berpengaruh terhadap perkecambahan dan pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2014 sampai Juni 2014 di laboraturium dan rumah kaca Balai Penelitian Sembawa, Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih karet klon PB 260, pasir sebagai media tanam, sekam padi, serbuk gergaji, sekam arang, tanah liat sebagai media penyimpanan benih, plastik sebagai wadah benih. Alat yang digunakan yaitu : ruang penyimpanan benih, bak persemaian, penggaris, kamera. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri petak utama yaitu lama penyimpanan benih dan anak petak yaitu media penyimpanan benih. Lama penyimpanan benih terdiri dari 5 taraf yaitu L 1 = 0 hari, L 2 = 14 hari, L 3 = 28 hari, L 4 = 42 hari, L 5 = 56 hari. Media Penyimpanan terdiri dari 4 taraf yaitu P 1 = tanpa media,P 2 = sekam padi, P 3 = serbuk gergaji, P 4 = serbuk arang,P 5 = tanah liat. Total kombinasi perlakuan adalah 25 perlakuan dan tiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 75 perlakuan. Parameter pengamatan meliputi : % perkecambahan, laju perkecambahan (dilakukan setiap hari), tinggi tunas, panjang akar dilakukan pada 10 hss, 15 hss dan 20 hss, dan berat segar kecambah dilakukan pada 21 hss. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam atau uji F dengan taraf 5%, apabila terdapat perbedaan antar perlakuan nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh : Sekam padi dan serbuk arang mampu menghasilkan persentase perkecambahan yang tidak berbeda dengan media penyimpanan serbuk gergaji, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif media penyimpanan benih karet. Lama penyimpanan yang tertinggi yaitu pada 0 hari (L 1 ) dengan persentase 87,47%, 14 hari (L 2 ) dengan persentase perkecambahan sebesar 78,80% dan 28 hari (L 3 ) dengan persentase perkecambahan 73,07 %. Benih karet dapat disimpan sampai 28 hari. Semakin lama benih disimpan, maka persentase pertumbuhannya semakin menurun, namun dengan penyimpanan menggunakan pengawet atau media penyimpan, mampu mempertahankan viabilitas benih.

English Abstract

Rubber tree ( Hevea brasiliensis ) is one of the important commodities, both as a source of income, vocation and foreign exchange. Seeds required for the rootstock must be certified of its purity. The purity can be obtained from the garden consisting of suggestions for rootstock clones. As recalcitrant seeds, ruber seeds can not be stored at low temperatures which is considered low humidity and oxygen supply . Seed storage purpose to maintain growth by creating optimum storage environment , to avoids germinate and seed rotting during storage so it been able to germinate when planted. Seed storage required an appropriate temperature otherwise it will be damaged . The proper storage media also need to maintain to keep seed moisture. The purpose of this research is to know the effect of storage time and storage media or the same rubber seed than sawdust media used. The hypothesis is that the rubber seed storage medium equal to or better than other than sawdust, and old seed storage affect the germination and growth. This research started in March 2014 until June 2014 in the laboratory and greenhouse Sembawa Research Institute, Sembawa Lalang village, District Sembawa, Banyuasin regency, South Sumatra. The materials used in this research that rubber seed clones PB 260, as a growing medium sand, rice husk, sawdust, rice husk charcoal, clay as a medium for storing seeds, seed plastics as containers. The tools used are: storage of seeds, nursery tub, a ruler, a camera. The methods of the research used a Spilt Plot Design (SPD) which are storage duration as main plot and storage media as subplot. Seed storage duration consists of 5 levels ie L1 = 0 days, 14 days = L2, L3 = 28 days, L4 = 42 days, L5 = 56 days. Media Storage consists of 4 levels, namely P1 = no media, P2 = rice husk, sawdust P3, P4 = charcoal powder, P5 = clay. Total combined treatment is 25 treatments and each treatment was repeated 3 times, so there are 75 treatment. Observation parameters include:% germination, germination rate (done every day), shoot height, root length conducted at 10 das, 15 das and 20 das, and the fresh weight of sprouts performed at 21 das. The data obtained will be analyzed using analysis of variance or F test with a level of 5%, if there is a difference between real treatment then continued with HSD test level of 5%. Based on the research results obtained: rice husk and charcoal powder capable of producing germination percentages did not differ with sawdust storage media, so it can be used as an alternative to the rubber seed. The higher germination persentage happened in 0 day (L1) storage duration with a percentage of 87.47%, 14 days (L2) with a percentage of 78.80% germination and 28 days (L3) with a percentage of 73.07% germination. Rubber seed can be stored up to 28 days. The longer the seed is stored, the percentage growth is declining, but the use of preservatives or storage storage media, able to maintain seed viability.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/466/051408295
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129948
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item