BKG

Swasono, FrisGuinnea (2014) Pengaruh Cekaman Air Dan Kombinasi Pupuk Nitrogen Dan Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Kadar Minyak Atsiri Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Serai wangi ( Cymbopogon nardus L.). merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dari kelompok Graminiae. Serai wangi menghasilkan minyak atsiri yang dikenal dengan nama citronella oil . Minyak serai wangi mengandung 2 senyawa penting yang dapat menjadi bahan utama untuk pembuatan ester untuk parfum dan kosmetik yaitu senyawa sitronellal dan geraniol. Minyak atsiri dari seraiwangi juga banyak digunakan sebagai insektisida, nematisida, antijamur, antibakteri, hama gudang maupun jamur kontaminant lainnya. Harga pasar atsiri terhadap citonella oil cukup tinggi yaitu mencapai Rp. 180.000 per kg pada tahun 2013. Upaya untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman serai wangi adalah dengan pemberian cekaman air yang diharapkan dapat meningkatkan kadar atsiri tanaman serai wangi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan peningkatan hasil tanaman serai wangi secara kuantitas maupun kualitas dengan pemberian air pada kadar tertentu dan pemberian kombinasi pupuk N dan K pada kombinasi tertentu. Tanaman serai wangi yang mendapatkan perlakuan cekaman air yang dikombinasikan dengan berbagai macam kombinasi pemberian pupuk Nitrogen dan Kalium memiliki hasil yang lebih tinggi dalam kuantitas maupun kualitas produksi tanaman serai wangi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2014 bertempat di fasilitas rumah kaca, kebun percobaan Kepuharjo Universitas Brawijaya, desa Kepuharjo, kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Memiliki ketinggian ±540 meter di atas permukaan laut dan suhu 23 - 260C. Bahan yang digunakan adalah bibit serai wangi spesies Cymbopogon nardus L. jenis lenabatu, air, dan pupuk anorganik tunggal. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 8 perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga terdapat 32 satuan percobaan. Perlakuan dalam percobaan meliputi: cekaman air terdiri dari 2 taraf yaitu: Pemberian air sejumlah kapasitas lapang, dan pemberian air sejumlah 50% dari kapasitas lapang. Kombinasi pupuk nitrogen (Urea) dan kalium (KCl) terdiri dari 4 kombinasi yaitu: Tanpa pemberian pupuk Nitrogen dan pupuk Kalium, pemberian pupuk Nitrogen 2 g dan Kalium 1,5 g per polibag, pemberian pupuk Nitrogen 4 g (Rekomendasi) dan pupuk Kalium 3,5 g (Rekomendasi) per polybag, dan pemberian pupuk Nitrogen 6 g dan pupuk Kalium 5 g per polibag. Sehingga didapat 8 perlakuan yaitu: P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 dan P8. Pengamatan non destruktif meliputi parameter pertumbuhan serai wangi, yaitu: jumlah anakan per rumpun, panjang tanaman, dan jumlah daun. Pengamatan panen adalah berat kering angin dan kadar atsiri serai wangi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada semua variabel pertumbuhan tidak ada perbedaan nyata. Variabel hasil panen, berat kering angin didapat bahwa perlakuan pemberian air pada kapasitas lapang dan pemberian pupuk N dan K sesuai rekomendasi memberikan hasil tertinggi sebesar 558,5 g. Perlakuan yang mendapat hasil berat kering angin terendah ada pada kelompok perlakuan pemberian air pada 50% kapasitas lapang, dan tanpa pemberian pupuk N dan K yaitu 511 g. Sedangkan pada pengamatan hasil dengan variabel kadar atsiri serai wangi perlakuan pemberian air pada 50% kapasitas lapang dan pemberian pupuk N dan K sesuai rekomendasi memberikan hasil tertinggi sebesar 1,102% dan hasil terendah ada pada perlakuan pemeberian air pada kapastitas lapang dan pemberian pupuk N dan K pada 50% dari dosis rekomendasi yaitu 0,66%.

English Abstract

Citronella Grass ( Cymbopogon nardus L.) is one of graminiae plant that produce essential oil. Citronella grass produce essential oil that known as citronella oil . Citronella oil contains two important compounds sitronellal and geraniol which become the main substance for the manufacture of esters for perfumes and cosmetic. Citronella oil from citronella grass also widely used as insecticides, nematicides, antifungal, antibacterial, and pests warehouse pest and any other fungal contaminants. The essential oil market price of citronella oil is fairly high, reaching Rp. 180.000,- in 2013. Efforts to improve the productivity of citronella plant is the provision of water stress is expected to increase levels of essential plant citronella. The purpose of this study was to determine the effect of water stress treatment and the combination of Nitrogen and Potassium fertilizer on levels of essential plant citronella. The hypothesis is water stress and nitrogen and potassium fertilizer application at the recommended dose will increase the levels of volatile produced by citronella plants. The research was conducted from April to July 2014 the facility took place in a greenhouse, Kepuharjo experimental farm of University of Brawijaya, Kepuharjo villages, subdistricts Karangploso, district Malang. The land has altitude of ± 540 meters above sea level and temperature around 23 - 260C. The materials used are seeds citronella Cymbopogon species L. nardus lenabatu types, water, and inorganic fertilizer alone. The research used a randomized block design, with 8 treatments and 4 replications, so there were 32 experimental units. Treatment in the experiment include: water stress consists of 2 levels ie: Provision of water on field capacity, and provision of water on 50% of field capacity. The combination of nitrogen fertilizer (urea) and potassium (KCl) consists of 4 combinations are: Without giving Nitrogen fertilizer and potassium fertilizer, Nitrogen Fertilizer Potassium 2 g and 1,5 g per polybag, 4 Nitrogen Fertilizer g (Recommendations) and 3,5 g of potassium fertilizer (Recommendations) per polybag, and 6 g fertilizer nitrogen and potassium fertilizer 5 g per polybag. Thus obtained 8 treatments namely: P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 and P8. Non-destructive observations include citronella growth parameters, namely: the number of tillers per hill, plant length, and number of leaves. Observations harvest is harvest weights and levels of citronella essential oil. The results showed that in all growth variables did not have real difference. Yields variables, harvest weights obtained that treatment of the water supply at field capacity and the provision of fertilizer N and K as recommended giving the highest yield of 558.5 g. Treatment that gets lowest result at harvest weight in the treatment group is provision of water treatment at 50% field capacity, and without the application of fertilizer N and K, giving 511 g of weights harvest. While the observation results with variable levels of citronella essential oil, provision of water treatment at 50% field capacity and the provision of fertilizer N and K as recommended giving the highest yield of 1.102% levels of citronella oil and the lowest is in the water treatment at field capacity and without provision N and K fertilizer giving 0.66% levels of citronella essential oil.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/463/051408292
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129945
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item