BKG

Riyani, NormaWinda (2014) Pengaruh Pupuk Kandang dan Crotalaria juncea L. Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu jenis tanaman palawija yang memiliki banyak kegunaan sehingga komoditas ini diprioritaskan untuk dikembangkan. Dalam pengembangan komoditas kedelai, banyak kendala yang dihadapi terutama produksi kedelai yang masih rendah sehingga kebutuhan akan kedelai belum tercukupi. Penurunan produktivitas kedelai ini disebabkan oleh penurunan areal tanam sehingga produktivitas mengalami stagnasi. Sejalan dengan peningkatan kesadaran manusia akan dampak dari penggunaan pupuk anorganik yang terus-menerus tanpa diimbangi dengan pemberian pupuk organik akan mengakibatkan kesuburan tanah berkurang, sehingga mengakibatkan kadar bahan organik di dalam tanah sangat rendah yakni kurang dari 2 % dan menjadi faktor pembatas untuk mencapai produksi yang tinggi. Kandungan bahan organik tanah yang sangat rendah membutuhkan masukan bahan organik yang tinggi untuk menciptakan kondisi tanah yang ideal dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Bahan organik yang ditambahkan memberikan perbaikan positif bagi kesuburan tanah yang ditandai dengan peningkatan Kapasitas Tukar Kation (KTK) dalam tanah. Oleh karena itu, dengan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang dan Crotalaria juncea diharapkan dapat menurunkan penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pupuk kandang dan Crotalaria juncea L. untuk mengurangi dosis pupuk anorganik pada pertanaman kedelai. Hipotesis yang diajukan adalah pupuk kandang dan Crotalaria juncea L. dapat menurunkan dosis pupuk anorganik pada pertanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai Juli 2014, di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan berupa timbangan, meteran, oven, cangkul, gembor, tugal, Leaf Area Meter (LAM). Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas Anjasmoro, benih Crotalaria juncea, pupuk kandang sapi, pupuk pupuk Urea (46% N), SP-36 (36% P2O5), KCl (60% K2O), Insektisida Decis 25 EC dan Ripcord 50 EC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk anorganik (A) yang terdiri atas pupuk anorganik dengan 3 taraf yaitu : A1 : pupuk anorganik 100 % (50 kg ha-1 Urea + 60 kg ha-1 SP-36 + 100 kg ha-1 KCl), A2 : pupuk anorganik 75 % (38 kg ha-1 Urea + 45 kg ha-1 SP-36 + 75 kg ha-1 KCl), A3 : pupuk anorganik 50 % (25 kg ha-1 Urea + 30 kg ha-1 SP-36 + 50 kg ha-1 KCl). Sedangkan Faktor kedua adalah pupuk organik (O) dengan 4 taraf yaitu : O0 : Tanpa pupuk organik, O1 : Pupuk kandang 10 ton ha-1, O2 : Crotalaria juncea 10 ton ha-1, O3 : Pupuk kandang 5 ton ha-1 dan Crotalaria juncea 5 ton ha-1. Pengamatan dilakukan dengan cara mengambil 4 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 14, 28, 42, 56, 70 hari setelah tanam dan pada saat panen yang meliputi komponen pertumbuhan dan hasil, analisis pertumbuhan tanaman, dan analisis tanah. Pengamatan komponen pertumbuhan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi: Leaf Area Index (LAI), Crop Growth Rate (CGR). Pengamatan komponen hasil meliputi: jumlah polong per tanaman, presentase polong hampa, bobot polong total per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, hasil panen per hektar. Analisis tanah meliputi: Sifat kimia tanah (N, P, K, C-Organik, dan KTK tanah) sebelum penelitian dan setelah penelitian. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5 % untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil yang didapatkan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5 % untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik belum mampu mengurangi kebutuhan pupuk anorganik pada pertanaman kedelai. Perlakuan 50% dosis pupuk anorganik sebesar 1,21 ton ha-1 dan 75% dosis pupuk anorganik sebesar 1,35 ton ha-1 memberikan hasil biji kedelai yang tidak berbeda nyata dengan 100% dosis pupuk anorganik sebesar 1,28 ton ha-1. Kombinasi 5 ton ha-1 pupuk kandang + 5 ton ha-1 C. juncea memiliki hasil biji kedelai sebesar 1,36 ton ha-1 lebih tinggi 13,33% dibandingkan dengan tanpa penggunaan pupuk organik yang memiliki hasil biji sebesar 1,20 ton ha-1 dan meningkat 9,67% dari 10 ton ha-1 pupuk kandang dengan hasil biji sebesar 1,24 ton ha-1, serta meningkat 3,81% dari 10 ton ha-1 C. juncea dengan hasil biji sebesar 1,31 ton ha-1.

English Abstract

Soybean (Glycine max L.) is one of the crops having utility which makes this commodity are prioritized to be developed. In the soybean commodity development, there are many obstacles faced especially the low production of Soybean which causes the unfulfilled Soybean need. The decreasing of Soybean productivity is caused by the reduction of planting area causing the stagnation of production. In accordance with people awareness about the continually use of inorganic fertilizer without balancing by organic fertilizer, it will decrease the soil fertility, so that the degree of organic substance of soil is very low, which is less than 2% and become the limitation factor to reach the high production. The low amount of organic substance of soil needs high supply of organic substance for creating ultimate soil condition for sustaining the growth and crop of plant. Organic substance added will give positive upgrading for the soil fertility. Because of that, by adding the organic substance such as animal manure and Crotalaria juncea, it is expected to decrease the use of inorganic fertilizer and increase the growth and crop of plant. The purpose of the research for studying the effect of Animal manure and Crotalaria juncea L. to decrease inorganic fertilizer dose of Soybean. The hypothesis is that animal manure and Crotalaria juncea L. can decrease the inorganic fertilizer dose in Soybean plant. This research done at March to July 2014, in trial garden of Brawijaya University located in Jatikerto Village, Kromengan district, Malang. The instruments used are scale, meter, oven, hoe, hype, drill, and Leaf Area Meter (LAM). The materials used are Anjasmoro variety of soybean seed, Crotalaria juncea seed, animal manure, urea (46% N), SP-36 (36% P2O5), KCl (60% K2O), Decis Insecticide 25 EC and Ripcord 50 EC. The research used the randoming design factorial, consisting of 2 factors 3 times repeatedly. The first factor is inorganic fertilizer (A) consisting of 3 level of inorganic fertilizer: A1 : 100 % inorganic fertilizer (50 kg ha-1 Urea + 60 kg ha-1 SP-36 + 100 kg ha-1 KCl), A2 : 75 % inorganic fertilizer (38 kg ha-1 Urea + 45 kg ha-1 SP-36 + 75 kg ha-1 KCl), A3 : 50 % inorganic fertilizer (25 kg ha-1 Urea + 30 kg ha-1 SP-36 + 50 kg ha-1 KCl). The second factor is organic fertilizer (O) with 4 level: O0 : without organic fertilizer, O1 : 10 ton ha-1organic fertilizer, O2 : 10 ton ha-1Crotalaria juncea, O3 : 5 ton ha-1 organic fertilizer and 5 ton ha-1 Crotalaria juncea. The observations done by taking 4 sample plants for every trial combination done when the plant is in 14, 28, 42, 56, 70 days after the first planting and during harvest which covers product and growth component, plant growing analysis, and soil analysis. The observations of growing components involves: plant height, number of leaves, leaf area, total dry weight of the plant. The analysis of plant growing involves: Leaf Area Index (LAI) and Crop Growth Rate (CGR). The observations of yield component are: number of pods by plant, precentage of empty pods, pods total weight by plant, number of seeds by plant, 100 seed weight, yield. The analysis of soil are: soil chemical characteristics (N, P, K, C-Organic, and KTK of soil) after and before research. Data analyzed using Analysis of Varian (ANOVA) at the level 5%. If there any significant difference among treatments was continued, with test comparison Least Significant Difference (LSD) at the level 5 %. The result of research shows that the use of organic fertilizer has not yet decrease the use of inorganic fertilizer in soybean. The treatment of 50% dose of inorganic fertilizer in amount of 1,21 ton ha-1 and 75% dose of inorganic fertilizer in amount of 1,35 ton ha-1 gives the same soybean seed crop with the 100% dose of inorganic fertilizer in amount of 1,28 ton ha-1. The combination of 5 ton ha-1 animal manure + 5 ton ha-1 C. juncea produces the soybean seed crop in amount of 1,36 ton ha-1 which is 13,33% higher rather than without the use of organic fertilizer which produces the seed crop in amount of 1,20 ton ha-1 and increase 9,67% from 10 ton ha-1 animal manure with the seed crop of 1,24 ton ha-1, and increase 3,81% from 10 ton ha-1 C. juncea with the seed crop of 1,31 ton ha-1.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/459/051408268
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129940
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item