BKG

Tamura, MuhfidDeris (2014) Variasi Jenis Dan Kultivar Kelengkeng (Nephellium Longan L.) Unggulan Di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia mempunyai lebih dari 6000 sumber plasma nutfah, sehingga mempunyai banyak varietas buah – buahan unggul. Salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dan cukup banyak jenisnya di Indonesia ialah kelengkeng. Kabupaten Malang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang berpeluang untuk mengembangkan varietas unggul kelengkeng yang belum banyak dikenal masyarakat. Oleh karena itu, perlu digali calon varietas unggul yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai varietas unggul nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi jenis dan kultivar kelengkeng yang terdapat di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang terutama sifat-sifat dari kultivar tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menjadi masukan bagi kepentingan konservasi plasma nutfah, meningkatkan pendapatan petani dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2012. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan mengamati fenomena alam, wawancara dengan petani responden dan dari beberapa instansi terkait. Peubah yang diamati terdiri dari faktor produksi (meliputi model perbanyakan, penanaman, pemupukan, pemangkasan dan penjarangan bunga) dan produktifitas budidaya (hasil panen/pohon/tahun) seluruh peubah tersebut ditanyakan dalam kuisioner. Jawaban kuisioner diukur dengan menggunakan skala likert. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan dalam angka dan persentase. Program yang digunakan adalah SPSS 11.5 for Windows pada sub program frequencies. Dari hasil survei yang telah dilakukan rata-rata jumlah pohon kelengkeng perpetani kebanyakan berkisar antara 1-5 pohon kelengkeng. Dimana pada tabel survei menunjukan bahwa petani yang memiliki pohon kelengkeng antara 0-5 sebanyak 19 petani dari 30 sampel petani yang telah disurvei. Jenis kelengkeng yang ditanam pada lokasi penelitihan yaitu varietas local, mutiara dan varietas introduksi (pingpong, itoh, diamond sagiri, diamond river). Petani lebih banyak menanam varietas lokal yaitu sebesar 80% dari pada varietas mutiara, mutiara lokal dan introduksi. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, bentuk batang tanaman kelengkeng 100% bulat dengan tekstur agak kasar, diameter batang tanaman kelengkeng sangat bervariasi. 73,3 % berdiameter antara 61 – 80 cm, 16,7 % berdiameter lebih dari 80 cm, 6,7 % berdiameter antara 41 – 60 cm dan 3,3 % berdiameter antara 0-20 cm. 53,3 % tinggi tanaman kelengkeng berkisar antara 11-15 m berjumlah 16 pohon, 43,3 % lebih dari 15 meter berjumlah 13 pohon dan 3,3 % tinggi tanaman berkisar antara 0-5 m berjumlah 1 pohon. Sistem percabangan pohon kelengkeng yaitu simpodial. Dari hasil survey, 96,7 % bentuk daun tanaman kelengkeng bulat panjang dengan ujung agak runcing. Dan 3,3 % berbentuk bulat panjang dengan ujung runcing. 100% warna permukaan daun atas berwarna hijau tua dan bawah hijau muda. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, keseluruhan atau 100 % bentuk buah kelengkeng bulat bundar >= kelereng dan permukaan halus. 80 % kelengkeng memiliki kulit buah berwarna coklat, tipis dan permukaannya halus. 20 % memiliki kulit buah berwarna coklat kekuningan, tipis dan permukaannya halus. Sedangkan rasa danging buah 76,6 % kelengkeng memiliki rasa daging buah manis, 20 % memiliki rasa daging buah sangat manis dan 3,3 % memiliki rasa daging buah cukup manis. Sebagian besar bibit kelengkeng di petani poncokusumo berasal dari biji sebanyak 86,7% yakni 26 pohon dari hasil survey, kemudian 13,3% atau 4 pohon kelengkeng berasal dari cangkok. Jarak tanam petani kelengkeng didapatkan hasil survei 90% petani menanam kelengkeng di kebun rumah dengan jarak yang tidak teratur. Sedangkan 10% lainnya menanam secara monokultur. Hampir keseluruhan sample petani kelengkeng yang disurvei cara pengairannya hanya mengandalkan air hujan. Sebagian besar petani tidak memberikan pupuk anorganik pada tanaman kelengkeng melainkan hanya memberikan pupuk kandang. Hama yang menyerang tanaman kelengkeng di petani Poncokusumo yaitu tungau, lalat buah dan lalat daun. Sebagian besar petani mengendalikan hama tersebut dengan penyemprotan insectisida dengan merek dagang lenic dan beberapa ada yang dibiarkan tanpa perlakuan khusus. Lama bunga sampai petik buah kelengkeng 180 hari dengan jumlah panen petani perpohon rata-rata 1 kwintal. Jumlah panen minimal petani per pohon 50 kg sedangkan jumlah panen maksimal perpohon sangat bervariasi 150 kg sampai 200 kg, tetapi ada juga yang hanya mencapai 100 kg.

English Abstract

Indonesia has more than 6000 germplasm resources, so have many varieties of superior fruit. One of the horticultural commodity which has a fairly high economic value and a considerable amount of its kind in Indonesia is longan. Malang Regency is one of the regions in East Java that has had the opportunity to develop superior varieties of kelengkeng are not yet widely known in society. Therefore, it needs to be dug candidates superior varieties which can potentially developed as national superior varieties. This research aims to know the variety of types and cultivars longan contained in Poncokusumo district of Malang is primarily the properties of these cultivars. This research is expected to be beneficial to be input for germplasm conservation interests, increase farmer income and eventually will increase the income of the region. This research was conducted in April-June of 2012. This research includes a descriptive research using survey method. Data collection activities conducted by observing natural phenomena, interviews with farmers and respondents from several related institutions. The observed variables are composed of factors of production (including reproduction model, planting, fertilization, pruning and thinning of flowers) and productivity farming (crops/trees/year) throughout the questionnaire asked in the independent. Answers to questionnaire measured using the likert scale. Data that has been retrieved is analyzed using descriptive analysis. The Data collected in the form of the table is then described in numbers and percentages. The Program used was SPSS 11.5 for Windows in the sub program frequencies. From the results of a survey that has been done average number of trees longan each tree most ranging between 1-5 longan tree. On the table where the survey showed that farmers who have longan between 0-5 by as much as 19 farmers from 30 samples of farmers who have been surveyed. The kind of longan that was planted on the site of the local varieties, i.e. namely research pearls and varieties introduction (ping pong, itoh sagiri, diamond, diamond river). Farmers more planting of local varieties which amounted to 80% of the local varieties of pearls, pearls and the introduction. Based on the results of the survey conducted, the shape of the plant stem longan 100% round with little rough texture, diameter longan plants vary greatly. 73,3% of the diameter of between 61 – 80 cm, 16.7% in diameter of more than 80 cm, with a diameter of 6.7% between 41 – 60 cm and with a diameter of 3.3% between 0-20 cm. tall plants longan 53,3% ranged between 11-15 m totalling 16 trees, 43.3% of more than 15 metres of 13 trees and 3.3% higher plants ranged from 0-5 m totalling 1 tree. Tree branching systems longan i.e. simpodial. From the survey results, 96,7% form the leaves of plants with long end round longan a bit pointy. And 3.3% with elliptic tip tapered. 100% color surface of upper leaves, dark green and light green bottom. Based on the results of the survey conducted, the overall shape of fruit or 100% longan > = spherical marbles and smooth surface. 80% longan has Brown rind, thin and smooth surface. 20% have a yellowish brown coloured rind, thin and smooth surface. While fruit flavours 76,6% kelengkeng has a sweet fruity flavor, 20% have a very sweet fruit flavours and 3.3% have a pretty sweet fruity flavor. Most of the seeds of longan in poncokusumo derived from seed farmers as much as 86,7% i.e. 26 trees from the survey results, then 13.3% or 4 longan comes from tree grafting. Farmers planting distance longan obtained as a result of a survey of 90% of farmers planting longan in the Garden House with irregular spacing. While the other 10% grow in monoculture. Almost the entire sample of farmers surveyed longan way irrigation just rely on rain water. Most farmers do not provide inorganic fertilizers on crops longan but only provide manure. Pests attacking the crop farmers longan in Poncokusumo i.e. mites, fruit flies and fly leaf. Most of the farmers controlling pests by spraying insectisida with trademark lenic and some are left without special treatment. The time of flower to pick fruit longan 180 days by the number of farmers harvest average 1 each tree quintals. The number of harvest of at least 50 kg each tree farmers while the number of harvest a maximum of 150 kg of highly variable each tree to 200 kg, but there are also reaching only 100 kg.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/444/051408058
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129924
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item