BKG

Suchaida, Azziyaa (2014) Tanaman Kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir) Sebagai Fitoremediator Lumpur Sidoarjo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Semburan Lumpur Yang Terjadi Di Porong Sidoarjo Merupakan Suatu Rangkaian Kejadian Dari Proyek Eksplorasi Oleh Suatu Perusahaan Eksplorasi Minyak Dan Gas Yang Mengakibatkan Air Panas Dari Rongga Di Dalam Tanah Meluap Ke Permukaan Dengan Tekanan Yang Cukup Besar Sambil Mengikis Elemen Pasir Dan Liat Yang Terkandung Dalam Tanah. Luapan Lumpur Yang Semakin Meluas Hingga Saat Ini Telah Menimbulkan Endapan Lumpur Yang Padat Dan Mengeras Dalam Jumlah Besar. Salah Satu Cara Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo Agar Dapat Dimanfaatkan Dalam Bidang Pertanian Adalah Dengan Meremediasi Logam Dalam Lumpur Sidoarjo Yang Bersifat Racun Bagi Tanaman. Dengan Banyaknya Logam Yang Bersifat Racun Maka Diperlukan Sebuah Teknologi Untuk Mengembalikan Lumpur Sidoarjo Kefungsi Awalnya. Salah Satu Cara Yang Direkomendasikan Adalah Fitoremediasi Dengan Menggunakan Tanaman Dalam Merestorasi Lahan Yang Tercemar Dan Merupakan Teknologi Yang Ramah Lingkungan. Jenis Tanaman Yang Digunakan Sebagai Tanaman Fitoremediasi Biasanya Berasal Dari Tempat Penambangan Itu Sendiri Yang Telah Memiliki Toleransi Terhadap Tingginya Akumulasi Bahan Kontaminan. Manfaat Dalam Meremediasi Lumpur Sidoarjo Adalah Untuk Mengurangi Jumlah Logam Dalam Lumpur Sidoarjo. Pemilihan Tanaman Kangkung Darat Tersebut Berdasarkan Survei Disekitar Lumpur Sidoarjo Yang Banyak Ditumbuhi Vegetasi Rumput Dan Kangkung. Tanaman Kangkung Juga Salah Satu Tanaman Yang Memiliki Toleransi Dalam Penyerapan Logam Berat. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Potensi Tanaman Kangkung Darat Sebagai Tanaman Fitoremidiator Dan Untuk Mengetahui Pengaruh Hasil Tanaman Kangkung Darat Sebagai Fitoremediator Lumpur Sidoarjo. Hipotesis Dari Penelitian Ini Adalah Tanaman Kangkung Darat Bersifat Hiperakumulator Yang Berpotensi Sebagai Fitoremidiator, Semakin Banyak Tanaman Kangkung Darat Dalam Menyerap Logam, Maka Pertumbuhannya Semakin Terhambat Dan Tanaman Kangkung Darat Hasil Fitoremediator Tidak Layak Dikonsumsi. Penelitian Dilaksanakan Di Desa Pilang Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Pada Ketinggian 23 – 32 Mdpl Dengan Suhu Rata-Rata Perbulan 27,50 C. Penelitian Dilaksanakan Pada Bulan April Hingga Bulan Mei 2014. Alat Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Polybag Ukuran 30cmx30cm, Cangkul, Cetok, Meteran, Label, Bambu, Timbangan Analitik, Dan Oven. Bahan Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Benih Kangkung Varietas Lokal, Endapan Lumpur Sidoarjo, Tanah, Dan Pupuk Kandang Yang Berasal Dari Kotoran Ayam. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Metode Rak (Rancangan Acak Kelompok) Dengan 9 Perlakuan Yang Diulang Sebanyak 3 Kali. T0= Tanah, T1= Lumpur Sidoarjo, T2= Tanah+Lumpur Sidoarjo (1:1), T3= Tanah+Pupuk Kandang (1:1), T4= Lumpur Sidoarjo+Pupuk Kandang (1:1), T5= Lumpur Sidoarjo+Pupuk Kandang (0,5:1,5), T6= Lumpur Sidoarjo + Tanah + Pupuk Kandang (0,5:1:0,5), T7= Lumpur Sidoarjo+Tanah+Pupuk Kandang (1:0,5:0,5), T8= Lumpur Sidoarjo + Tanah + Pupuk Kandang (0,5:0,5:1). Setiap Perlakuan Terdiri Dari 8 Tanaman, 2 Tanaman Untuk Pengamatan Destruktif, 4 Tanaman Untuk Pengamatan Panen. Pengamatan Destruktif Dilakukan Mulai Umur Tanaman 14 Hst, 21 Hst Dan 28 Hst. Setiap Kali Pengamatan Diamati 2 Tanaman Contoh, Variabel Yang Diamati Adalah Bobot Segar Total Per Tanaman (Gram/Tan), Bobot Kering Total Per Tanaman (Gram/Tan), Jumlah Daun, Luas Daun Per Tanaman (Cm2), Bobot Segar Akar, Bobot Kering Akar. Kandungan Unsur Dan Logam Pada Tanaman Kangkung Diperoleh Dari Analisa Tanaman Pada Saat Panen. Data Yang Telah Diperoleh Dianalisis Dengan Menggunakan Analisis Ragam (Uji F). Apabila Terdapat Pengaruh Nyata, Maka Dilanjutkan Dengan Uji Perbandingan Menggunakan Uji Duncan Dengan Taraf Kepercayaan 5%. Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Tanaman Kangkung Darat Berpotensi Sebagai Fitoremidiator Endapan Lumpur Sidoarjo Dengan Kemampuan Menyerap Logam Berat Fe 13,9% Dan Al 11%. Tanaman Kangkung Yang Ditanam Pada Media Lumpur Sidoarjo Akan Menyerap Logam Dan Menghasilkan Bobot Tanaman Terendah 5,07 G/Tanaman. Pemberian Media Tambahan Tanah Dan Pupuk Kandang Pada Media Lumpur Sidoarjo Dengan Perbamdingan (0,5 : 0,5 : 1) Dapat Menurunkan Serapan Logam Dan Mampu Meningkatkan Hasil Tanaman Hingga 16,63 G/ Tanaman Dengan Al 0% Al Dan Fe 6,88%, Dibandingkan Media Lumpur Sidoarjo Sebesar 8,37 G/ Tanaman Dengan Fe 13,9% Dan Al 11%. Tanaman Kangkung Darat Yang Dibudidayakan Di Sekitar Lumpur Sidoarjo Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Karena Kandungan Fe Dan Al Yang Lebih Tinggi Dari Batas Keamanan Pangan Untuk Konsumsi Sebesar Fe 1 Ppm Dan Al 1 Ppm.

English Abstract

Mudflow That Occurred In Porong Sidoarjo Is A Series Of Events Of The Exploration Project By An Oil And Gas Exploration Company That Resulted From The Hot Water Cavity In The Ground Overflowing Onto The Surface With Enough Pressure While Eroding Sand And Clay Elements Contained In The Soil. Mudflow Widespread To Date Has Led To Dense Silt And Hardened In Large Numbers. One Way To Use The Mud To Be Used In Agriculture Is To Remediate Metal In The Mud That Are Toxic To Plants. With So Many Toxic Metals Will Require A Technology To Restore The Originally Mud Function. One Recommended Way Is To Use Plants In Phytoremediation Restore Contaminated Land And Is Environmentally Friendly Technologies. Types Of Plants Used As Phytoremediation Plants Are Usually Derived From The Mining Itself Which Has Had A High Tolerance To The Accumulation Of Contaminants. Benefits In The Mud Remediate Is To Reduce The Amount Of Metal In The Mud. Selection Of Morning Glory Plants Are Based On A Survey Of Land Around The Sidoarjo Mud Grass Overgrown Vegetation And Morning Glory. Morning Glory Is Also One Of The Plants That Can Tolerate The Absorption Of Heavy Metals. The Purpose Of This Study Was To Knowing The Potential Of Morning Glory As Fitoremidiator And Knowing The Harvest Effect Of Morning Glory As Fitoremediator Of Volcanic Mud. The Hypothesis Of This Study Is Morning Glory That Could Potentially Be Hiperakumulator As Fitoremidiator, Morning Glory Absorb More Metals, The Growth Is More Inhibited And Phytoremediation Results Morning Glory Is Not Suitable For Consumption. The Research Design That Used Was About Randomized Block Design (Rbd) With 9 Treatments Were Repeated 3 Times, T0= Soil, T1= Volcanic Mud, T2= Soil + Volcanic Mud (1:1), T3= Soil + Manure (1:1), T4= Volcanic Mud + Manure (1:1), T5= Volcanic Mud + Manure (0.5:1.5), T6= Volcanic Mud + Soil + Manure (0.5:1:0.5), T7= Volcanic Mud + Soil + Manure (1:0.5:0.5), T8= Volcanic Mud + Soil + Manure (0.5:0.5:1). Each Treatment Consisted Of 8 Plants, 2 Plants For Destructive Parameters, 4 Plants For Harvested Parameters. Observations Conducted From Destructive Plant 14 Dap, 21 Dap And 28 Dap. Every Time Observation Of Plants Observed 2 Instances, The Observed Variables Are The Total Fresh Weight Per Plant (G/ Plant), Total Dry Weight Per Plant (G/ Plant), Number Of Leaves, Leaf Area Per Plant (Cm2), Root Fresh Weight, Root Dry Weight. The Content Of Elements And Metals In Morning Glory Obtained From The Analysis Of The Plant At Harvest Time. Research Carried Out In The Village Of Sidoarjo Wonoayu Pilang District. At A Height Of 23-32 Meters Above Sea Level With An Average Temperature Of 27.50c. Musical Influences Research Conducted In April To May 2014 The Tools Used In This Study Is The Polybag Size 30cmx30cm, Hoe, Tape Measure, Trowel, Tag, Bamboo, Analytical Scales, And Oven. The Material Used In This Study Are The Seeds Of Local Varieties, Sidoarjo Mud, Soil And Animal Manure. Data Were Analyzed Using Analysis Of Modes ( Test F ). When There Is A Significant Influence, Then Followed By A Comparative Test Using Duncan Test With A Confidence Level Of 5 %. The Results Showed That A Potential Ground Morning Glory Fitoremidiator Mud Deposition With The Ability To Absorb Heavy Metals 13.9 % Fe And 11 % Al. Morning Glory Were Planted In The Media Mud Will Absorb Metals And Produce The Lowest Plant Weight 5,07 G/Plant. Provision Of Additional Medium Soil And Manure On The Media Mud With A Ratio ( 0.5 : 0.5 : 1 ) Lower Metal Uptake And Can Increase Crop Yields Up To 16,63 G/Plant With Al 0 % Al And Fe 6.88 % , Compared To The Media Soil Of 8,37 G/Plant With Fe 6,85 % And Al 11 %. Morning Glory Cultivated Land Around The Mud Should Not Be Consumed Because The Content Of Fe And Al Were Higher Than The Limit For Consumption Of Food Safety 1 Ppm Fe And Al 1 Ppm

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/425/051407818
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129903
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item