BKG

Arifin, Syaiful (2014) Observasi dan Karakterisasi Pisang Budidaya (Musa Spp) Di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia dikenal sebagai kaisan pusat asal-usul pisang di dunia dan mempunyai ekotype pisang lebih banyak daripada negara lain. Pisang merupakan komoditas unggulan dan memberikan kontribusi paling besar terhadap produksi buah-buahan nasional. Pisang tersebar luas di seluruh pulau di indonesia, khususnya di pulau Jawa. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang mempunyai plasma nutfah pisang beragam di Jawa Timur. Sentra budidaya pisang di Kabupaten Lumajang meliputi Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit. Menurut Ricardo (2006) hasil observasi yang dilaksanakan di Kecamatan Senduro dan Kecamatan Pasrujambe mendata 30 jenis pisang, maka perlu dilakukan observasi dan karakterisasi pisang di Kecamatan Gucialit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi tentang keragaman ekotype dan karakterisasi tanaman pisang di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang. Hipotesis dari penelitian ini adalah Terdapat keragaman tanaman pisang di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang serta terdapat ekotype pisang yang berpotensi untuk digunakan sebagai buah unggulan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang meliputi 9 desa meliputi Wonokerto, Pakel, Kenongo, Dadapan, Kertowono, Tunjung, Jeruk, Sombo, dan Gucialit. Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus sampai november 2013. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Alat tulis, meteran, pisau, kamera dan buku deskriptor tanaman pisang dari IPGRI (International plant Genetic Resources). Bahan yang digunakan adalah tanaman pisang yang dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Gucialit. Penelitian dilaksanakan dengan metode observasi lapang dan wawancara dengan petani berdasarkan data yang diperoleh dari dinas pertanian dan UPT PPL Kecamatan Gucialit dilanjutkan dengan melakukan karakterisasi tanaman pisang, dokumentasi dan wawancara mengenai tanaman pisang beserta cara budidaya. Populasi yang dipilih yaitu tanaman pisang yang budidayakan atau tumbuh liar di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang. Sampel data diambil pada 9 desa tersebut. Pengambilan sampel untuk data penunjang dilakukan secara purposive atau sengaja yaitu memilih petani yang menanam tanaman pisang di Kecamatan Gucialit. Sumber data yang digunakan adalah data petani yang budidaya tanaman pisang Mas Kirana, pisang Agung Semeru dan jenis-jenis pisang lain. Data penunjang penelitian diperoleh dari jawaban responden atas kuisioner dan deskripsi tanaman berdasarkan deskriptor pisang dari IPGRI. Data dianalisis menggunakan minitab 14 dan ditampilkan dalam bentuk deskripsi morfologi dan dendrogram similaritas morfologi. Hasil observasi dan karakterisasi pisang di Kecamatan Gucialit ditemukan 30 jenis tanaman pisang yang tersebar pada 9 desa yaitu Pisang Agung Semeru, Ambon, Ambon Hijau, Ambon Kuning, Australia, Barlin, Embuk, Janjang, Kayu, Kepok, Kidang, Kongkong Hitam, Kongkong Kuning, Kopyok, Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun, Moro Seneng, Raja, Raja Nangka, Santen, Sewulan, Songgo Langit, Songgro, Susu dan Weringinan. Keragaman tanaman pisang terbanyak terdapat di desa Sombo yaitu 22 jenis dan keragaman tanaman pisang paling sedikit di desa Kenongo yaitu 4 jenis. Keberadaan tanaman pisang paling merata yaitu Agung Semeru dan Raja Nangka yang tersebar pada 9 desa di Kecamatan Gucialit, keberadaan tanaman pisang yang satu lokasi yaitu pisang Ambon Hijau, Ambon Kuning, Brentel, Byar, Sewulan, Songgo Langit, Songgro dan Weringinan yang hanya terdapat di desa Sombo. Pisang Janjang, Kidang, Kopyok, Mas Kripik, Moro Seneng hanya terdapat di desa Kertowono. Berdasarkan dendogram similaritas 30 Pisang Agung Semeru dengan pisang Byar mempunyai kedekatan morfologi 95,6545 %. Perbedaan hanya jumlah buah persisir, Pisang Agung Semeru 1-2 sisir sedangkan pisang Byar 3-5 sisir dan letak buah pisang Agung Semeru tegak lurus terhadap tangkai sedangkan pisang Byar melengkung keatas. Pisang Mas Kirana, Mas Kripik dan Mas Talun mempunyai kedekatan morfologi 94.1092 %. Pisang Mas Kirana mempunyai posisi tandan Horisontal, Mas Kripik Sedikit Menyudut 45o, Pisang Mas Talun Horisontal. Perbedaan kedua yaitu Letak buah pisang Mas Kirana dan pisang Mas Kripik Tegak lurus pada tangkai, sedangkan pisang Mas Talun Melengkung keatas. Pisang yang mempunyai kedekatan terjauh yaitu pisang Agung Semeru dengan pisang Brentel yaitu 53,1121 % kedua pisang ini hanya terdapat persamaan morfologi pada bentuk pertumbuhan daun, kanal pada tangkai ketiga dan bentuk dasar daun.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/422/051407808
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129900
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item