BKG

Sihotang, RiamaDewiSartika (2014) Keragaman Hasil Pada Uji 3 Galur Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril) Generasi F3 Hasil Persilangan Tanggamus X Anjasmoro, Tanggamus X Argopuro Dan Tanggamus X Ub. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Permintaan Terhadap Hasil Kedelai Akan Terus Meningkat Sejalan Dengan Semakin Bertambahnya Jumlah Penduduk Dan Semakin Tingginya Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Nilai Gizi, Sebagai Sumber Protein Yang Tidak Mahal. Kedelai Telah Lama Dikenal Dan Digunakan Dalam Beragam Produk Makanan, Seperti Tahu, Tempe, Dan Kecap. Untuk Memenuhi Kebutuhan Tersebut Perlu Dilakukan Upaya Peningkatan Produksi. Peningkatan Produksi Bisa Dilakukan Dengan Berbagai Macam Cara Antara Lain Melalui Usaha Pemuliaan Tanaman. Keragaman Merupakan Modal Dasar Untuk Merakit Kultivar Baru Dan Salah Satu Upaya Peningkatan Keragaman. Pendekatan Karakter Fisiologis Tanaman, Misalnya Jumlah Polong, Buku Subur, Bobot Kering Biji (G/Tan) Dan Bobot 100 Biji (G/Tan), Dapat Dijadikan Sebagai Kriteria Efektif Dalam Program Perbaikan Hasil Kedelai. Dalam Kegiatan Pemuliaan Perlu Juga Diketahui Keragaman Hasil, Heritabilitas, Dan Keeratan Hubungan Antar Karakter Yang Dilakukan Dengan Menggunakan Korelasi. Pada Penelitian Ini Seleksi Generasi F3 Dilakukan Dengan Tetua Varietas Tanggamus Sebagai Tetua Betina Dan Varietas Anjasmoro, Varietas Argopuro Dan Galur Ub Sebagai Tetua Jantan. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah 1) Mempelajari Keragaman Bobot Kering Biji (G/Tan), Jumlah Polong/Tan, Dan Potensi Galur Dari Tanaman Kedelai Generasi F3 Hasil Persilangan Varietas Tanggamus X Varietas Anjasmoro, Varietas Tanggamus X Varietas Argopuro, Dan Varietas Tanggamus X Galur Ub, 2) Mempelajari Heritabilitas Pada Tanaman Kedelai Generasi F3 Hasil Persilangan Tanggamus X Anjasmoro, Tanggamus X Argopuro, Dan Tanggamus X Ub, 3) Untuk Mempelajari Sifat Utama Yang Mendukung Bobot Kering Biji (G/Tan) Pada Tanaman Kedelai Generasi F3 Hasil Persilangan Varietas Tanggamus X Varietas Anjasmoro, Varietas Tanggamus X Varietas Argopuro, Dan Varietas Tanggamus X Galur Ub. Hipotesis Yang Diajukan Ialah 1) Bobot Kering Biji (G/Tan) Dan Jumlah Polong/Tan Pada Generasi F3 Hasil Persilangan Varietas Tanggamus X Varietas Anjasmoro, Varietas Tanggamus X Varietas Argopuro, Dan Varietas Tanggamus X Galur Ub Menunjukkan Keragaman Yang Cukup Tinggi, 2) Terdapat Hubungan Yang Mendukung Bobot Kering Biji (G/Tan) Pada Tanaman Kedelai Generasi F3 Hasil Persilangan Varietas Tanggamus X Anjasmoro, Tanggamus X Argopuro, Dan Tanggamus X Ub. 3) Terdapat Nilai Heritabilitas Yang Cukup Tinggi. Penelitian Ini Dilaksanakan Pada Bulan Maret 2013 Sampai Juni 2013 Di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Dengan Ketinggian Tempat ± 305 M Dpl, Jenis Tanah Alfisol, Suhu Rata-Rata Harian 27-290c Dan Ph 6,4. Alat-Alat Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Meliputi: Penggaris Atau Meteran, Timbangan Analitik, Jangka Sorong, Gembor, Label, Cangkul, Kamera Dan Alat Tulis. Bahan-Bahan Yang Digunakan Antara Lain Benih Kedelai Varietas Tanggamus, Argopuro, Anjasmoro, Dan Ub Sebagai Tetua, Benih F3 Hasil Tiga Kombinasi Persilangan, Karbofuran, Pupuk Urea 50 Kg Ha-1, Sp-36 60 Kg Ha-1, Dan Pupuk Kcl 60 Kg Ha-1, Dan Insektisida Berbahan Aktif Deltametrin 0,5 L Ha-1. Metode Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Single Plant, Yaitu Menanam Seluruh Individu Tanaman Generasi F2 Hasil Masing-Masing Persilangan. Pengamatan Dilakukan Pada Seluruh Tanaman Yang Meliputi; Jumlah Buku Subur/Tan, Jumlah Polong/Tan, Bobot Kering Biji (G/Tan), Dan Bobot 100 Biji (G/Tan). Data Yang Diperoleh Kemudian Dihitung Nilai Keragaman Hasilnya, Heritabilitas, Dah Hubungan Keeratannya Dalam Korelasi Pada Setiap Karakter Yang Diamati. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Generasi F3 Hasil Persilangan Tanggamus X Argopuro Memiliki Rata-Rata Jumlah Polong Isi/Tan, Bobot Kering Biji (G/Tan), Dan Bobot 100 Biji (G/Tan) Yang Tinggi Dibandingkan Kombinasi Persilangan Yang Lain. Nilai Heritabilitas Pada Bobot Kering Biji (G/Tan) Pada Generasi F3 Hasil Tiga Persilangan Memiliki Kegagaman Yang Tinggi (H2>0,5). Dan Keeratan Hubungan Dalam Korelasi Antar Karakter Pada Hasil Tiga Persilangan Korelasi Jumlah Polong Isi Per Tanaman Terhadap Bobot Kering Biji (G/Tan) Pada Ke Tiga Kombinasi Persilangan Generasi F3 Membentuk Hubungan Korelasi Positif Yang Kuat. Hal Ini Ditandai Oleh Nilai Koefisien Korelasi >0,5, Pada Seluruh Kombinasi Persilangan Tanaman Kedelai Generasi F3.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/411/051407663
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129889
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item