BKG

Syahroni, Abdillah (2014) Penampilan Karakter Kuantitatif dan Kualitatif Serta Keberhasilan Persilangan Pada Empat Varietas Stroberi (Fragaria x ananassa Duch. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa Duch) adalah tanaman buah yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat kesehatan yang tinggi. Di Indonesia, penanaman stroberi terpusat di dataran tinggi lebih dari 1000 mdpl dengan masa produksi mencapai dua tahun. Desa Pandanrejo adalah sentra stroberi di Kota Batu dan memiliki varietas lokal batu. Stroberi varietas lokal batu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh varietas yang lain, yaitu aroma buah yang harum. Akan tetapi, produksi buah sedikit karena ukuran buah yang lebih kecil. Petani telah meninggalkan varietas lokal karena varietas introduksi memiliki keunggulan pada produksi dan ukuran buah yang lebih besar. Pemuliaan stroberi dapat diarahkan menuju perakitan varietas stroberi berdaya hasil tinggi dan juga memiliki aroma buah yang wangi. Tahapan pemuliaan dalam penelitian ini adalah evaluasi varietas introduksi yang berdaya hasil tinggi yang dapat dijadikan tetua dalam perbaikan varietas lokal batu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakter kuantitatif dan kualitatif serta kombinasi persilangan pada empat varietas stroberi. Sedangkan hipotesis yang diusulkan adalah terdapat perbedaan karakter baik kuantitatif maupun kualitatif diantara perlakuan yang diuji, dan terdapat perbedaan keberhasilan persilangan diantara kombinasi persilangan yang dilakukan. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Keluraharan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu pada bulan September hingga Desember 2013. Bahan tanam yang digunakan adalah bibit dari empat varietas stroberi yaitu California, Earlibrite, Lokal Batu dan Sweet Charlie. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan perlakuan 4 varietas tanaman stroberi dan diulang sebanyak empat kali. Bibit stroberi berasal dari stek stolon dengan umur yang sama dan telah memiliki 4 helai daun. Pengamatan yang dilakukan adalah bobot buah (g), bobot buah/ tanaman (g), jumlah buah/ tanaman, umur berbunga (hari), umur panen (hari), jumlah anakan dan jumlah stolon. Pengamatan kualitatif meliputi aroma buah, kemanisan, kemasaman, kekerasan. Penilaian karakter kualitatif dilakukan melalui uji sensori atau organoleptik metode Simple Rank Test. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan uji sidik ragam, apabila pengaruh perlakuan nyata maka diuji lanjutan menggunakan uji BNT 5%. Data hasil penilaian karakter kualitatif dianalisis menggunakan Uji Friedman. Hasil uji friedman yang berbeda nyata kemudian dilakukan uji lanjutan menggunakan prosedur LSDrank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karakter kuantitatif, terdapat dua karakter yang tidak berbeda nyata yaitu jumlah stolon dan jumlah buah/ tanaman. Varietas lokal batu memiliki jumlah anakan yang tertinggi. Sedangkan pada karakter umur berbunga dan umur panen, varietas lokal batu cenderung lambat berbunga. Pada karakter bobot buah dan bobot total buah, varietas lokal batu menunjukkan hasil yang paling rendah sedangkan semua varietas introduksi menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh antar varietas introduksi. Pada karakter kualitatif, terdapat dua karakter yang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu karakter kemanisan dan kemasaman. Varietas lokal batu menunjukkan hasil yang tertinggi pada karakter aroma buah. Sedangkan pada karakter kekerasan buah, varietas earlibrite menunjukkan hasil yang tertingggi. Hasil persilangan menunjukkan rata rata keberhasilan persilangan sebesar 61.84%. Kemudian tidak terdapat perbedaan antara penggunaan varietas lokal batu sebagai tetua jantan maupun betina.

English Abstract

Strawberry is the economical and healthy fruit. Pandanrejo village is a strawberry production central in Batu City, East Java. Local variety in pandanrejo village has a better aroma quality than other introduction variety. However, the production of local variety relative low because it has small fruit and seldom in flowering. Farmers have leaved the local variety because they got the new introduction variety from Bali and Bandung. Introduction varieties have a superior character such as bigger fruit, early flowering, and continuous production. The breeding program can be conducted with specific purpose such as improving new variety that has high production and high aroma intensity. The research will be conducted to assess the performance of quantitative and qualitative character, and crossing of four variety of strawberry. The hypothesis is there are significant differences on quantitative and qualitative character, and differences of successful crossing between all combinations. The research will be conducted on farmer field at Kelurahan Sisir, Kota Batu. Planting will start on September to December 2013 with planting material of four introduction variety and local variety. Introduction varieties there are California, Earlibrite, Sweet Charlie and Local variety of Batu. The research is arranged based on Randomize Completely Block Design with 4 replications. Each replication consists of 4 treatments. The observations that will be conducted are total fruit weight/ plant (g), fruit weight (g), number of fruit/ plant, day of flowering (days), day of harvesting (days), number of runner, number of tiller. Observations of organoleptic test are fruit aroma, sweetness, sourness, firmness. Sensory or organoleptic analysis use Simple Rank Test method. Panelist rank 1 to 6 in each observation. 1 value is highest value and 6 rank is a lowest value. The data will be analysis with Analysis of Variance, if F test show significant value, mean data will be tested by Duncan Multiple Range of Test at 5% of significant. Organoleptic data will be analyzed with Friedman test. If there are difference in friedman test, analyses will be followed by LSD rank test. There are no significant different on number of stolon and number of fruit/plant. Local variety show the highest value on number of tiller, day of flowering and harvest. All of introduced variety show the higher value on fruit weight and total fruit weight. On the contrary, local variety show the lowest value. Organoleptic test show no significant difference on sweetness and sourness, however show significant difference on fruit aroma and firmness. Local variety show highest value on fruit aroma. Meanwhile, earlibrite variety show the highest value on fruit firmness. All crossing show 61.84 % of successful crossing. And the selfing show 80.47 %. There are no difference between local variety that use as male plant and female plant.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/394/051407594
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129870
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item