BKG

Satriowibowo, ErlenAgus (2014) Pengaruh Waktu Aplikasi Dan Konsentrasi Naa (Napthalene Acetic Acid) Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) Varietas Jet Set. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) ialah satu dari tanaman sayuran buah yang memiliki potensi untuk dikembangkan, karena cukup penting peranannya baik untuk konsumsi dalam negri maupun untuk komoditas ekspor. Produksi cabai di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2011 sebesar 888.852 ton dengan luas panen cabai besar tahun 2011 sebesar 121.063 ha, dan rata-rata produktivitas 7,34 ton per ha. Dibandingkan dengan tahun 2010, terjadi kenaikan produksi sebesar 81.692 ton (10,12 %). Kenaikan ini disebabkan kenaikan produktivitas sebesar 0,76 ton per ha (11,55 %) sementara luas panen terjadi penurunan sebesar 1,692 ribu ha (1,38 %) dibandingkan tahun 2010 (Badan Pusat Statistik, 2013). Kendala terbesar pada budidaya tanaman cabai besar ialah kerontokan bunga dan buah yang terbentuk yang disebabkan oleh gangguan beberapa proses metabolisme tanaman khususnya yang terkait dengan proses pembentukan bunga dan buah yang terlalu parah dapat menyebabkan rendahnya produksi dan bahkan dapat mengakibatkan kegagalan panen pada tanaman cabai. Upaya untuk meningkatkan produksi cabai selain penggunaan varietas unggul dan budidaya yang baik ialah dengan penambahan zat pengatur tumbuh seperti NAA (Napthalene Acetic Acid) atau auksin. Pemberian zat pengatur tumbuh dapat berperan dalam merangsang pembelahan sel, mengatur pembungaan dan terjadinya buah (Weaver, 1972). Auksin juga mempengaruhi perkembangan buah, dominasi apikal, fototropisme dan geotropisme. Kombinasi auksin dengan giberelin memacu perkembangan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh, sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang Wattimena, 1988). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi dan konsentrasi NAA (Napthalene Acetic Acid) pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar, serta untuk memperoleh perlakuan yang memberikan hasil buah terbaik pada tanaman cabai besar. Penelitian dilaksanakan menggunakan polibag di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Ketinggian tempat pada lokasi penelitian 600 mdpl, dengan suhu harian berkisar antara 19-26 ºC dan curah hujan rata-rata 2.636 mm per tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi. Petak utama adalah taraf waktu aplikasi, terdiri atas 3 perlakuan yaitu Fase berbunga F 38 (F1), Fase berbuah F 61 (F2), Fase berbunga dan berbuah F 38+61 (F3). Anak petak adalah konsentrasi NAA, terdiri atas 5 konsentrasi yaitu 0 ppm (P0), 50 ppm (P1), 100 ppm (P2), 150 ppm (P3), 200 ppm (P4). Pengamatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan penelitian merupakan pengamatan non destruktif. Pengamatan non destruktif variabel pertumbuhan diamati pada umur 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 mst (minggu setelah tanam) dan variabel pengamatan hasil pada panen pertama sampai buah cabai habis. ariabel pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah bunga per tanaman dan fruit set. Variabel pengamatan hasil meliputi jumlah buah, bobot per buah, bobot buah cabai per tanaman, ukuran buah. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata (F hitung > F Tabel 5%), maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa waktu aplikasi dan konsentrasi NAA yang tepat mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar sebagai berikut ; 1. Kombinasi perlakuan waktu aplikasi pada fase berbunga dengan konsentrasi NAA 150 ppm dan 200 ppm dapat meningkatkan jumlah buah terbentuk, berbeda halnya dengan bobot per buah. Bobot per buah tertinggi terdapat pada kombinasi waktu aplikasi pada fase berbunga dan berbuah dengan konsentrasi NAA 200 ppm. 2. Perlakuan waktu aplikasi NAA pada fase berbunga menunjukkan presentase fruit set 33,20%, persentase buah rontok 28,61% dan jumlah buah panen 36,48%. 3. Pemberian NAA dengan konsentrasi 200 ppm mampu meningkatkan 7,84% diameter buah dan mengurangi jumlah biji hingga 27,55%.

English Abstract

Hot papper (Capsicum annuum L.) is one of a crop of vegetables fruit that has the potential to be developed, because its role is important for consumption in the country as well as for export commodities. Hot papper production in Indonesia is experiencing an increase in 2011 amounting to 888.852 tons with great hot papper harvest in 2011 of 121.063 ha, and the average productivity 7,34 tons per ha. Compared to the year 2010, there was a rise in the production of 81.692 tons (10.12%). The increase is due to the increase in productivity of 0.76 tonnes per ha (11.55%) while the vast harvest took place decrease of 1,692 thousand ha (1.38%) compared to the year 2010 (Badan Pusat Statistik, 2013). The biggest constraint on the cultivation of plants hot papper is loss of flowers and fruit formed caused by a disorder of several metabolic processes plants especially associated with the process of the formation of flowers and fruit that is too severe it can cause the low production and even can result in crop failure in hot papper. An attempt to increase the production of hot papper in addition to the use of varieties preeminent and cultivating good the addition of plant growth regulator like NAA (Napthalene Acetic Acid) or auksin. Application plant growth regulator can play role in stimulating cell division, flowering set and the occurrence of fruit (Weaver, 1972). Auxin also influenced the development of apical dominance, fruit, fototropisme and geotropism. The combination of Auxin to spur the development of vessels are challenged and encourage cell division at cambium vessels, thereby supporting the growth of the stem diameter (Wattimena, 1988). This research aims to know the influence of NAA concentration and application time (Napthalene Acetic Acid) on growth and yield of hot papper plants, as well as to obtain the treatment that delivers the best fruit in large hot papper plants. The research conducted use polybag in the village of Kepuarjo, subdistrict of Karangploso, Malang. Research on the location height 600 m above sea level, daily temperature ranges between 19-260C and average rainfall 2.636 mm per years. The research was carried out in April - August 2013. The methods used in this research is split plot design. The main plot is times of application NAA consist of ; Flower phase F 38 (F1), Fruit phase F 61 (F2), Flower and fruit Phase F 38 61 (F3). The sub plots is concentration of NAA consist of : (P0), 50 ppm (P1), 100 ppm (P2), 150 ppm (P3), 200 ppm (P4). Observation at the time of the implementation of the research is the observation of non destructive. Observation non destructive variable growth, observed at age of 2, 4, 6, 8, 10 and 12 wat (weeks after transplanting) and variable observation results in the first crop until fruit hot papper out. Variable observation consist of plant height, number of leaves, number of flowers, number of fruit and percentage of fruit set. Yield variable observation consist of number of fruit drop, number of fruit harvest per plant, weight fruit, weight fruit per plant, size fruit, number of seed, first harvest, last harvest and harvest frequency. Data observation obtained analyzed by using analysis multiform test (F) on standard 5 %. If there is different real ( F count > F table 5 % ), and continued with test BNT standard on 5 %. Based on the analysis of data can be concluded that time application and concentration NAA can increase growth and crop yield hot papper as following; 1. Combination treatment time application at flower phase with concentration NAA 150 ppm and 200 ppm can increased number of fruit set, can’t for weight per fruit. The highest weight per fruit there are combination time application at flower and fruit phase with concentration NAA 200 ppm. 2. Time appication NAA treatment at flower phase showed 33.20% for percentage of fruit set, 28.61% percentage of fruit drop and 36.48% number of fruit harvest. 3. Application NAA with concentration 200 ppm can increased 7,84% for diameter of fruit, and decreased number of seed 27,55%.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/39/051401376
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129865
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item