BKG

Wijaya, MahananiKusuma (2014) Kajian Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Mentimun ( Cucumis sativus L) adalah jenis sayuran semusim dari family cucurbitaceae yang sudah populer di seluruh dunia. Mentimun merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai prospek pasar yang menjanjikan karena memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai bahan olahan yaitu pickle yang dijual di supermarket yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kebutuhan buah mentimun cenderung terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, tingkat pendidikan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai gizi (Cahyono, 2003). Namun peningkatan kebutuhan buah mentimun tersebut tidak diiringi oleh produktivitasnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produktivitas mentimun di Indonesia yang terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 sampai 2013 berturut turut 547.141 ton Ha-1, 521.535 ton Ha-1, 511.525 ton Ha-1 dan 491.636 ton Ha-1. Hal ini kemungkinan disebabkan masih kurang intensif dan efisiennya budidaya mentimun yang dilakukan, untuk mentimun hibrida biasanya hanya ditanam sebagai tanaman selingan. Upaya untuk meningkatkan produksi mentimun harus terus dilakukan. Tindakan yang bisa dilakukan adalah perbaikan teknik budidaya diantaranya dengan pemangkasan. Pemangkasan dapat dilakukan dengan memotong ujung atau pucuk tanaman yang disebut pemangkasan pucuk. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk pada batang utama dan atau cabang lateral terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun ( Cucumis sativus L). Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Sundul, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan pada bulan Maret sampai Mei 2014. Terletak pada ketinggian ± 359 meter dpl, dengan suhu berkisar 25 - 29°C, kelembaban berkisar antara 59 – 86 % dan rata – rata curah hujan perbulan (Bulan Januari – Juli 2014) adalah 123 mm. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 12 perlakuan : P0 = tanpa pemangkasan pucuk pada batang utama dan cabang lateral , P1 = pemangkasan pucuk setelah ruas ke 3 seluruh cabang lateral, P2 = pemangkasan pucuk ruas ke 5 pada batang utama , P3 = pemangkasan pucuk ruas ke 10 pada batang utama , P4 = pemangkasan pucuk ruas ke 15 pada batang utama , P5 = pemangkasan pucuk ruas ke 20 pada batang utama , P6 = pemangkasan pucuk ruas ke 25 pada batang utama, P7 = pemangkasan pucuk ruas ke 5 pada batang utama dan setelah ruas ke 3 pada seluruh cabang lateral, P8 = pemangkasan pucuk ruas ke 10 pada batang utama dan setelah ruas ke 3 pada seluruh cabang lateral, P9 = pemangkasan pucuk ruas ke 15 pada batang utama dan setelah ruas ke 3 pada seluruh cabang lateral, P10 = pemangkasan pucuk ruas ke 20 pada batang utama dan setelah ruas ke 3 pada seluruh cabang lateral, dan P11 = pemangkasan pucuk ruas ke 25 pada batang utama dan setelah ruas ke 3 pada seluruh cabang lateral. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengamatan pertumbuhan dan pengamatan hasil. Pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun pertanaman (helai), luas daun per tanaman (cm2), umur berbunga (hari), dan umur mulai panen (hsb). Sedangkan pengamatan hasil meliputi jumlah bunga jantan dan bunga betina (buah), jumlah buah per tanaman (buah), fruitset (%), bobot baby mentimun per buah (g), bobot baby mentimun per tanaman (g), dan grading (lurus/bengkok). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan akan dilakukan uji F pada taraf 5%. Apabila hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan pucuk setelah ruas ke 3 seluruh cabang lateral (P1) memberikan pengaruh terbaik terhadap peningkatan jumlah bunga betina per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Pemangkasan setelah ruas ke 3 seluruh cabang lateral (P1) meningkatkan persentase bunga betina per tanaman sebesar 78,66% dan jumlah buah per tanaman sebesar 33,51%, serta menurunkan persentase bunga jantan per tanaman sebesar 30,99% dibandingkan perlakuan tanpa dipangkas. Pemangkasan secara umum memberikan peningkatan persentase bunga betina per tanaman sebesar 45,62% dan jumlah buah per tanaman sebesar 6,61% serta memberikan penurunan persentase bunga jantan per tanaman sebesar 32,80% dibandingkan dengan perlakuan yang tidak dipangkas. Pada perlakuan tanpa pemangkasan (P0) menghasilkan nilai fruitset tertinggi dengan persentase 78,38% dibandingkan dengan perlakuan pemangkasan secara umum yang hanya memiliki rata – rata nilai fruitset 56,47%.

English Abstract

Cucumber ( Cucumis sativus L.) is a type of annual vegetable from cucurbitaceae family which was popular around the world. The cucumber is one of the horticultural products have a promising market prospects because it has many benefits, such as the processed materials namely pickle is sold in the supermarket that has a high economic value. The demands of cucumber always increase a s the increase of population, living standard, level of education, and public awareness about the importance of nutritional value (Cahyoo, 2003). But increasing the needs of the cucumber fruit is not accompanied by productivity. Based on the data of the Central Bureau of Statistics (BPS) showed that the productivity of cucumber in Indonesia which continues to decline from year to year. In the year 2010 to 2013 are 547.141 ton Ha-1, 521.535 ton Ha-1, 511.525 ton Ha-1 and 256.006 ton Ha-1. This is likely due to less intensive and efisiennya cultivating cucumbers are done, to Cucumber hybrids planted as intercrop (not as main crop). An efforts to increase the production of cucumbers must be continued. The actions that can be done by improving the technique of shoot pruning cultivation. The purpose of this research are T o know the influenc e of shoot pruning of the main stem and or of lateral branches towards growth and crop production of cucumber ( Cucumis sativus L .) . The research was be conducted on March until May 20 1 4 . The farm used in this research is a t Sundul Village, Parang Distric, Magetan with an altitude of 3 59 m above sea level

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/384/051407392
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129860
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item