BKG

Sari, RahmaPramita (2014) Aplikasi Pupuk Kandang Dalam Meminimalisir Pupuk Anorganik Pada Produksi Padi (Oryza Sativa L.) Sistem Sri. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi ( Oryza Sativa ) Ialah Tanaman Pangan Yang Menghasilkan Beras Sebagai Sumber Makanan Pokok Penduduk Indonesia. Seiring Dengan Pertambahan Jumlah Penduduk Indonesia, Maka Penyediaan Beras Harus Dioptimalkan Agar Kebutuhan Pangan Penduduk Dapat Terpenuhi. Kebutuhan Beras Pada Tahun 2014 Adalah Sebesar 33 Juta Ton. Salah Satu Upaya Yang Dapat Dilakukan Untuk Peningkatan Produktivitas Dan Pemenuhan Kebutuhan Pangan Ialah Dengan Mengembangkan Penanaman Tanaman Padi Melalui Metode Sri ( Sistem Of Rice Intensification ). Sebagian Besar Petani Di Indonesia Masih Sering Menggunakan Pupuk Anorganik, Sehingga Penerapan Sri Belum Dapat Dilakukan Secara Organik. Penggunaan Pupuk Kandang Ditujukan Pada Penambahan Bahan Organik Agar Dapat Memperbaiki Sifat Fisik, Kimia Dan Biologi Tanah. Penerapan Metode Sri Dengan Menggunakan Pupuk Organik Yang Dikombinasikan Dengan Pupuk Anorganik Merupakan Salah Satu Inovasi Teknologi Yang Diharapkan Mampumeminimalisir Penggunaan Pupuk Anorganik, Sehingga Penerapan Sri Untuk Masa Selanjutnya Dapat Diterapkan Secara Organik. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mempelajari Serta Menentukan Dosis Pupuk Kandang Dan Pupuk Anorganik Yang Tepat Dalam Meningkatkan Hasil Tanaman Padi Metode Sri, Mempelajari Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Dalam Meminimalisir Pupuk Anorganik Pada Produksi Padi Metode Sri, Mempelajari Dan Menentukan Dosis Pupuk Kandang Yang Tepat Dalam Meminimalisir Pupuk Anorganik Pada Produksi Padi Metode Sri. Hipotesis Yang Diajukan Adalah Penggunaan Pupuk Kandang Dengan Dosis Tinggi Yang Dikombinasikan Dengan Pupuk Anorganik Dapat Meningkatkan Hasil Tanaman Padi Dengan Meode Sri, Penggunaan Pupuk Kandang Dapat Meminimalisir Penggunaan Pupuk Anorganik Pada Produksi Padi Dengan Metode Sri. Penelitian Dilaksanakan Pada Bulan April-Agustus 2013 Di Lahan Jatikerto Yang Bertempat Di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang Dengan Ketinggian Tempat 303 M Dpl Dan Jenis Tanah Alfisol. Bahan Yang Digunakan Adalah Benih Padi Varietas Cibogo,Urea, Sp 36 , Kcl, Pupuk Kandang Sapi, Dan Insektisida Untuk Menanggulangi Hama Wereng. Alat Yang Digunakan Adalah Bajak, Cangkul, Sabit, Oven, Timbangan Analitik, Leaf Area Meter (Lam), Meteran Dan Kamera Digital. Metode Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Rancangan Petak Terbagi Dengan Petak Utama Adalah Pupuk Organik Yang Terdiri Dari 4 Perlakuan, Yaitu Tanpa Pupuk Kandang (K 0 ), 10 Ton/Ha (K 1 ), 15 Ton.Ha (K 2 ) Dan 20 Ton/Ha (K 3 ), Dan Anak Petak Adalah Pupuk Anorganik Yang Terdiri Dari 3 Perlakuan, Yaitu 100% Dosis (A 1 ), 85% Dosis (A 2 ), Dan 70% (A 3 ). Pengamatan Yang Dilakukan Adalah Pengamatan Destruktif, Non Destruktif Serta Pengamatan Panen. Pengamatan Dilaksanakan Pada Saat 30,45,60,75,90, Dan 105 Saat Panen. Parameter Pengamatan Pertumbuhan Meliputi Tinggi Tanaman, Jumlah Anakan, Luas Daun, Indeks Luas Daun, Berat Kering Dan Cgr. Parameter Pengamatan Hasil Adalah Jumlah Malai Per Rumpun, Jumlah Gabah Per Malai, Persentase Gabah Isi Dan Gabah Hampa Per Malai, Bobot 1000 Butir Gabah, Dan Hasil Panen (Ton Ha-1). Data Yang Diperoleh Dari Hasil Pengamatan Dianalisis Dengan Menggunakan Analisis Ragam (Uji F) Pada Taraf 5% Dan Apabila Terdapat Pengaruh Yang Nyata, Maka Dilanjutkan Dengan Uji Duncan Pada Taraf 5% . Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Penggunaan Pupuk Kandang 20 Ton Ha-1 Dan 100% Dosis Pupuk Anorganik Dapat Meningkatkan Hasil Tanaman Padi. Hasil Panen Pada Penggunaan Pupuk Kandang 20 Ton Ha-1 Dengan 100% Dosis Pupuk Anorganik Ialah Sebesar 5,75 Ton Ha-1 Atau Mengalami Peningkatan Sebesar 24,19% Dibandingkan Dengan Tanpa Penggunaan Pupuk Kandang Dengan 100% Dosis Pupuk Anorganik. Penggunaan Pupuk Kandang 15 Ton Ha-1 Dengan 85% Dosis Pupuk Anorganik (35,53 G) Memiliki Berat Gabah Yang Lebih Tinggi Dibandingkan Tanpa Pupuk Kandang Dengan 100% Dosis Pupuk Anorganik Dan Penggunaan 20 Ton Ha-1Pupuk Kandang Dengan 85% Dosis Pupuk Anorganik (38,12 G) Meningkatkan Berat Gabah Lebih Tinggi Dibandingkan Pupuk Kandang 15 Ton Ha-1Dengan 85% Dosis Pupuk Anorganik, Serta Mengalami Peningkatan Sebesar 15,30% Dibandingkan Tanpa Penggunaan Pupuk Kandang Dengan 100% Dosis Pupuk Anorganik.

English Abstract

Rice ( Oryza Sativa ) Is The Crop Yield Of Rice As A Staple Food Source Of Indonesias Population. Along With The Increase Of The Population Of Indonesia, The Rice Should Be Optimized In Order To Supply The Food Needs Of The Population Can Be Met. Demand For Rice In 2014 Amounted To 33 Million Tons. One Effort That Can Be Done To Improve Productivity And Food Needs Is To Develop Rice Cultivation Through Sri Method (System Of Rice Intensification). Most Farmers In Indonesia Are Still Often Uses Inorganic Fertilizer, So The Application Of S ri Can Not Be Done Organically. The Use Of Manure Is Aimed At Adding Organic Material In Order To Improve The Physical, Chemical And Biological Soil. The Application Of Sri Method Using Organic Fertilizer And Inorganic Fertilizer Is One Of The Technological Innovations That Are Expected To Minimize The Use Of Inorganic Fertilizer, So The Application Of Sri For The Future Can Be Applied Organically. The Purpose Of This Research Is Study And Determine The Dose Of Manure And Inorganic Fertilizer Right In Increasing Rice Crop Sri Method, Studied The Effect Of Manure Application In Inorganic Fertilizers Minimize The Sri Method Of Rice Production, Study And Determine The Appropriate Dose Of Manure In Minimizing Inorganic Fertilizer In Rice Production Sri Method. The Hypothesis Is The Use Of Manure With A High Dose In Combination With Inorganic Fertilizers To Increase Crop Yields Method Rice With Sri, The Use Of Manure Can Minimize The Use Of Inorganic Fertilizers In Rice Production With Sri Method. The Study Was Conducted In April-July 2013 In The Land Jatikerto , Kromengan Malang With Altitude Of 3 0 3 M Above Sea Level And Type Of Soil Alfisol. The Material Used Is Rice Seed Varieties Cibogo, Urea, Sp36, Kcl, Cow Manure, And Regent Insecticides To Combat Pests. The Tools Used Are The Plow, Hoe, Sickle, Oven, Analytical Balance, Leaf Area Meter (Lam), A Tape Measure And A Digital Camera. The Method Used In This Study Is Divided Plot Design With The Main Plot Is An Organic Fertilizer That Consists Of 4 Treatments, Without Manure (K 0 ), 10 Tons/Ha (K 1 ), 15 Ton/Ha (K 2 ) And 20 Tons/Ha (K 3 ), And The Subplot Is Inorganic Fertilizers Consisting Of 3 Treatment, Which Is 100% Dose (A 1 ), 85% Dose (A 2 ), And 70% (A 3 ). The Observations Made Are Observations Destructive, Non-Destructive Harvesting And Observation. Observations Were Conducted During The 30,45,60,75,90, And 1 0 5 During Harvest. The Parameter Of Growth Are Plant Height, Number Of Tillers Per Hill, Dry Weight Of Paddy, Leaf Area, Leaf Area Index, And Cgr. The Parameter Of Yield Are The Number Of Panicles Per Hill, Number Of Grains Per Panicle, Percentage Of Filled Grain And Empty Grains Per Panicle, Grains Weight Per Hill, 1000 Grain s Weight Of Grain, And Crop Yields (Tons/Ha). Data Obtained From The Observations Were Analyzed Using Analysis Of Variance (F Test) At The 5% Level D And If There Is A Real Effect, Then Followed By Duncan Test At 5% Level. The Result Show That The Use Of Manure 20 Tons Ha - 1 And 100 % Inorganic Fertilizer Can Increase The Yield Of Rice Plants

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/38/051401375
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129855
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item