BKG

Rofiq, Mochammad (2014) Uji Hasil Pertumbuhan dan Pembungaan Dua Generasi Bibit Bunga Krisan (Crysanthemum sp.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Krisan ( Chrysanthemum ) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas ( Golden Flower ). Tanaman ini banyak disukai karena warnanya yang beragam sehingga dapat menghiasi ruangan. Pada budidaya krisan untuk bunga potong, kualitas bibit sangat mempengaruhi hasil pembungaannya. Penggunaan bibit yang berkualitas sangat penting untuk diperhatikan dalam proses produksi tanaman krisan. Produksi krisan petani di desa Beru, Bumiaji, Kota Batu lebih banyak membudidayakan krisan berwarna putih dan pink. Varietas yang biasa digunakan adalah varietas Grand Pink, Reagent Splendid dan Bacardi White karena dinilai lebih tahan terhadap serangan patogen. Dalam produksi bunga, biasanya bibit yang dipakai adalah bibit sebar (generasi sumber bibit keempat). Namun, dalam praktik di lapang, bibit yang digunakan petani di desa ini adalah hasil biakan turun temurun selama 3 tahun hingga mencapai generasi keduabelas. Pada hasil penelitian sebelumnya didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan bibit sampai G 6 (generasi ke-6) menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada pertumbuhan dan kualitas hasil bunga krisan (Istianingrum, 2013). Penggunaan bibit sampai G 6 masih baik digunakan untuk produksi bunga potong. Melihat hasil tersebut, dalam penelitian ini digunakan dua generasi bibit krisan yaitu generasi keempat dan keduabelas untuk dibandingkan kualitas hasil pertumbuhannya, apakah tetap sama atau terjadi perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kualitas hasil pertumbuhan dan pembungaan krisan antara generasi keempat (G 4 ) dan kedua belas (G 12 ). Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Beru, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2014. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kamera, cangkul, tugal, selang, sprayer, meteran, tali tambang plastik, alat tulis dan jangka sorong. Bahan yang digunakan adalah bibit bunga krisan (stek berakar) yaitu G 4 dan G 12 varietas Grand Pink, Bacardi White, dan Reagent Splendid dengan tipe spray, dan pupuk NPK (15:15:15). Bibit krisan G 4 berasal dari PT. Condido Agro-Kbu, divisi Classy Farm yang terletak di Jalan Raya Nongkojajar Km2, Tutur, Pasuruan, Jawa Timur, sedangkan bibit krisan G 12 didapatkan dari petani yang pada mulanya berasal dari hasil kultur jaringan yang diturunkan secara rotasi dan turun temurun. Pengamatan terhadap tanaman krisan meliputi pengamatan pertumbuhan tanaman dan pembungaan. Pengamatan pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun per tanaman (helai), dan diameter batang (cm), serta pengamatan jumlah tunas per tanaman dan umur berbunga (hari) yang diamati satu kali pada waktu menjelang panen. Pengamatan pembungaan meliputi umur panen bunga (hari), jumlah bunga per tanaman (tangkai), panjang tangkai bunga (cm), diameter bunga (cm) dan lama kesegaran bunga (hari) yang dilakukan pada saat panen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan generasi stek krisan sebagai faktor utama. Terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan. Setiap kombinasi perlakuan menggunakan 12 tanaman sehingga keseluruhan populasi berjumlah 288 tanaman. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf p = 0,05 yang bertujuan untuk mengetahui nyata tidaknya pengaruh dari perlakuan, dan apabila hasilnya nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf p = 0,05 untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan kualitas antara bibit G4 dan G12 hanya terjadi pada karakter ketajaman warna. Warna bunga hasil bibit G12 lebih terang dibanding bibit G4. Akan tetapi pada praktik pemasaran bunga krisan potong di lapang, kualitas bunga krisan tidak ditentukan berdasarkan ketajaman warna bunga namun berdasarkan panjang tangkai.

English Abstract

Chrysanthemum ( Chrysanthemum ) is ornamental flower plant in the form of shrubs with another name Golden Flower . This plant is much preferred because of its diverse can decorate the room . In chrysanthemum cultivation for cut flowers , seed quality greatly affect to outcome of interest . The use of quality seed is very important in chrysanthemum production process . Chrysanthemum farmer in the village of Beru , Bumiaji , Batu more grow chrysanthemums white and pink. Varieties that commonly used varieties are Grand Pink, Reagent Splendid dan Bacardi White because more resistant to pathogen attack. In the production of flowers , seeds usually used is the seed scatter (fourth generation ). However , in practice the field , seeds used by farmers in this village is the result of hereditary culture for 3 years until they reach the twelfth generation . In the results of previous research obtained that the use of location shoots seed sources to G6 ( 6th generation ) did not show any difference in growth potential and quality of chrysanthemum ( Istianingrum , 2013) . The use of G6 is still good for the production of cut flowers . By Seeing these results, in this research used two generations of chrysanthemum seedlings are the fourth and twelfth generations to compare the quality of growth , whether it remains the same or changes. The purpose of this research was to determine the quality of growth and flowering of chrysanthemum flower seeds on the twelfth generation and the fourth generation. The reserach was conducted in the screen house in the village of Bumiaji , District Bumiaji , Batu , East Java , on altitude ± 950 mb above sea level in April to July 2014. The equipment used in this study are hoes , drill , yells , sickle , meter , ruler , sprayer and calipers . The materials used are chrysanthemum seeds G4 and G12 which already rooted and chrysanthemum varieties used are Grand Pink, Bacardi White, and Reagent Splendid with spray type ( type with one stalk consists of several flowers and NPK fertilizer (15:15:15). G4 chrysanthemum comes from PT .

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/332/051406790
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129804
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item