BKG

Respati, CitraSuryaDwi (2014) Pengaruh Pengendalian Gulma Pada Berbagai Umur Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Menurut data BPS (2012), jumlah penduduk pada tahun 2012 mencapai 244 juta jiwa, sehingga konsumsi beras per kapita tahun 2012 mencapai 135,01 kg per kapita per tahun. Sektor pertanian menghadapi tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi sumber daya lahan. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan produktifitas tanaman dengan memperkecil adanya persaingan antar tanaman melalui pengendalian gulma dan mengefisienkan umur bibit di lahan pertanian. Teknik pengendalian gulma dan umur bibit yang tepat serta penggunaan varietas unggul padi, selain efektif dalam pertumbuhan tanaman juga efisien dalam waktu untuk mendapatkan produktifitas yang optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penyiangan, herbisida metil metsulfuron dan umur bibit dalam pengendalian gulma tanaman padi sawah ( Oryza sativa L.). Penelitian dilakukan di lahan sawah di Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan mulai bulan januari sampai dengan Mei 2014. Bahan yang digunakan dalam percobaan adalah benih padi varietas Inpari 13, Herbisida Ally 20 WG (metil metsulfuron 20%), pupuk urea, SP-36, dan KCl. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah : bibit umur 7 hss dan tidak disiang (U1), bibit umur 14 hss dan tidak disiang (U2), bibit umur 21 hss dan tidak disiang aplikasi (U3), bibit umur 7 hss dan aplikasi herbisida metil metsulfuron (U4), bibit umur 14 hss dan aplikasi herbisida metil metsulfuron (U5), bibit umur 21 hss dan aplikasi herbisida metil metsulfuron (U6), bibit umur 7 hss, aplikasi herbisida metil metsulfuron dan disiang 42 hst (U7), bibit umur 14 hss, aplikasi herbisida metil metsulfuron dan disiang 42 hst (U8), bibit umur 21 hss, aplikasi herbisida metil metsulfuron dan disiang 42 hst (U9), bibit umur 7 hss, disiang 21 hst dan disiang 42 hst (U10), bibit umur 14 hss, disiang 21 hst dan disiang 42 hst (U11), bibit umur 21 hss, disiang 21 hst dan disiang 42 hst (U12). Parameter yang diamati ialah, tinggi tanaman per rumpun, jumlah anakan per rumpun, luas daun per rumpun, dan bobot kering total tanaman, pengamatan pertumbuhan tanaman diamati pada 21 hst, 42 hst, 63 hst, 84 hst dan panen. Pengamatan komponen hasil meliputi jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, jumlah gabah hampa per malai, jumlah gabah isi per malai, bobot gabah per rumpun, hasil padi sawah ton ha-1. Pengamatan terhadap gulma menggunakan metode kuadran dan menghitung nilai SDR dilakukan pada saat sebelum pengolahan tanah, 21 hst, 42 hst, 63 hst dan 84 hst, serta menghitung berat kering gulma per spesies. Data yang didapatkan dari hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BN J dengan taraf 5 % . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : Penggunaan bibit umur 7 hss yang disiang pada 21 dan 42 hst dapat meningkatkan hasil padi sawah sebesar 20,63% (6,84 t ha-1) sedangkan pada perlakuan bibit umur 14 hss yang disiang pada 21 dan 42 hst dapat meningkatkan hasil padi sawah sebesar 13,58% (6,44 t ha-1). Penggunaan bibit umur 7 hss dengan dikombinasikan penyiangan pada 21 dan 42 hst nyata memberikan hasil pertumbuhan tanaman yang lebih baik (tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun dan bobot kering total tanaman). Gulma yang dominan pada perlakuan diantaranya adalah E. colona , L. chinensis , Fimbristylis miliaceae , M. vaginalis , L. flava dan Ludwigia perenis .

English Abstract

Indonesia as a country with a large population face challenges in meeting the food needs of the population . According to BPS data ( 2012), the total population in 2012 reached 244 million, so that per capita rice consumption in 2012 reached 135.01 kg per capita per year . The agricultural sector fac ing the challenge of improving the efficiency and optimization of land resources . The crop improvements to increas e crop productivity are minimizing competition between plants through weed control and streamline seedlings on farms . A Weed ing techniques and the appropiate of seedling and the use of high yield varieties of rice , effective in plant growth and also efficient in time to get an optimal productivity . The purpose of this research is to study the effect of weeding , herbicide metsulfuron methyl and seedlings in a paddy weed control paddy ( Oryza sativa L. ). Experiment conducted at Kepulungan Village, District Gempol, Pasuruan from January – Mei 2014. This research used randomized complete design with 12 treatment and 3 replication. The materials which were used in this experiment were rice seed varieties Inpari 13 , 20 WG Herbicide Ally ( metsulfuron methyl 20 %), urea , SP - 36, and KCl . The research method using randomized block design (RBD ) non- factorial consisting of 12 treatments with 3 replications . Treatment consisted of : Seed age 7 DAS + without weeding ( U 1), Seed age 14 DAS + without weeding ( U 2​​), Seed age 21 DAS + without weeding ( U 3), Seed age 7 DAS + metsulfuron methyl herbicide application (

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/326/051406727
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129797
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item