BKG

Putri, NilamPranitaAyuning (2014) Evaluasi Keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Di Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia adalah negara agraris yang kaya akan hasil pertanian, namun saat ini peningkatan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pemenuhan kebutuhan pangan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, (2011) jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1990 hingga tahun 2010 mengalami peningkatan sebanyak 206,26 juta jiwa. Setiap tahun kurang lebih 2.300 hektar lahan pertanian beralih fungsi menjadi lahan industri ataupun menjadi perumahan . Akibatnya, jumlah produksi sayuran menurun tiap tahunnya tetapi peningkatan permintaan sayuran terus bertambah . Data Dinas Pertanian menunjukan, jumlah produksi sayuran pada tahun 2007 mencapai 340.393 ton. Tetapi pada 2008 produksi ini mengalami penurunan menjadi 268.327 ton . Untuk memenuhi kebutuhan sayuran Indonesia pemerintah dengan Menteri Pertanian bekerjasama untuk membentuk program Rumah Pangan Lestari. KRPL atau Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah rumah penduduk atau suatu kawasan yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberlanjutan kawasan tersebut berdasarkan beberapa faktor antara lain faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga dapat mengajukan rekomendasi. Hipotesis yang diajukan yaitu faktor lingkungan (pelestarian pekarangan, ketersediaan air bersih, pengolahan limbah rumah tangga), ekonomi (penghematan pengeluaran rumah tangga dan penghasilan tambahan keluarga, serta pemenuhan kebutuhan sayuran keluarga), dan sosial (keterikatan masyarakat dengan masyarakat lain yang berada di sekitarnya sejak diadakannya KRPL, kondisi sumber daya manusia yang melaksanakan) berkontribusi pada tingkat keberlanjutan kawasan rumah pangan lestari desa Girimoyo, Karangploso, Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Kawasan Desa Girimoyo, Karangploso, Malang . Alat dan bahan yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah kuisioner yang digunakan untuk pengambilan data dari responden, kamera digunakan untuk mendokumentasikan proses penelitian serta lain pendukung lain seperti keadaan lokasi, peta lokasi, data penduduk, serta data pelaksana KRPL. Peneliti menggunakan data sekunder dan data primer yang mendukung kemudian dikaji melalui tiga tahapan, yaitu tahap pengambilan data atau inventarisasi dengan menggunakan kuisioner dan wawancara secara langsung, tahap evaluasi berbegai aspek didalamnya, dan tahap rekomendasi. Data yang dibutuhkan seperti jenis tanaman yang dibudidayakan, pupuk yang digunakan, luasan area pekarangan, dan jumlah masyarakat yang melaksanakan. Sedangakan data non fisik, seperti pelestarian pekarangan, ketersediaan air bersih, pengolahan limbah rumah tangga, penghematan pengeluaran rumah tangga dan penghasilan tambahan keluarga, pemenuhan kebutuhan sayuran keluarga, keterikatan masyarakat dengan masyarakat lain yang berada di sekitarnya sejak diadakannya KRPL, dan kondisi sumber daya manusia yang melaksanakan. E valuasi dilakukan dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) menggunakan software Rapfish berdasarkan faktor lingkungan, ekonomi dan social . Dari hasil penelitian Kawasan Rumah Pangan Lestari mengalami penurunan pelaksana setiap tahun lebih dari 40 %. Pada awal program pelaksana berjumlah 1.945 KK sedangkan pada tahun 2014 hanya 120 KK. Seluruh pelaksana berasal dari satu dusun saja yaitu dusun Karangploso. Dari hasil survei program KRPL didominasi dengan pelaksana strata 1 yang mencapai 59,25 % sedangkan strata 2 sebanyak 27,81 persen dan strata 3 sebanyak 12,94 dengan jenis tanaman yang banyak dijumpai sayur, buah dan rempah. Sedangkan untuk teknik budidaya didominasi dengan teknik penanaman menggunakan polybag yaitu sebanyak 61,11 % dari seluruh pelaksana. Sesuai dengan tujuan awal program KRPL penghematan biaya yang ditekan oleh para pelaksana sebesar 10 % dari pengeluaran sebelumnya dalam konsumsi sayuran. Sedangkan penambahan penghasilan tidak semua pelaksana dapat melakukan hanya 9,25 % dari seluruh jumlah pelaksana. Berdasarkan hasil analisis dengan 3 dimensi yaitu dimensi ekologi, dimensi sosial dan dimensi ekonomi didapatkan nilai keberlanjutan sebesar 77,37 % untuk dimensi ekologi, 79,65 untuk dimensi sosial dan 34,54 % untuk dimensi ekonomi yang berarti untuk dimensi ekologi dan sosial status keberlanjutannya berkelanjutan sedangkan untuk dimensi ekomoni status keberlanjutannya cukup berkelanjutan. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut status keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari Desa Girimoyo mencapai status cukup keberlanjutan dengan indeks keberlanjutan 63,84%.

English Abstract

Indonesia is an of agricultural country that rich in agricultural products, however the increase population is threatening the food supply. Based on data from the Central Bureau of Statistics, (2011) the population of Indonesia from 1990 to 2010 has increased by 206.26 million people on the other hand each year approximately 2,300 acres of agricultural land converted into industrial land or into housing. As a result, the amount of vegetable production is decreasing each. Department of Agriculture data shows that the amount of vegetable production in 2007 reached 340,393 tons, but in 2008 this production decreased to 268,327 tons. To fulfill the needs of vegetables in Indonesia, the government and the Minister of Agriculture create cooperation to establish a Sustainable Food House. Program KRPL or Sustainable Food House Region is an area resident that improving their own yard to be used for a variety of local resources wisely which ensures continuity of supply of household food quality and variety. The purpose of this study was to evaluate the sustainability of the region based on several factors such as social, economic, and its environment so as to offer recommendations. The proposed hypothesis in the factors (conservation grounds, water supply, sewage treatment households), economic (household expenditure savings and additional income families, as well as fulfilling the needs of the family vegetables), and social (community engagement with other communities located in the vicinity since the holding KRPL, state human resources carry out) achieved, the sustainability of the region on sustainable food Girimoyo village has been reached. The experiment was conducted in April-June 2014 in the Girimoyo, Karangploso, Malang. Tools and materials required in this study is a questionnaire that is used to capture the data from the respondents, the camera is used to document the research process as well as other supporting such a state other location, location maps, population data, as well as data implementers KRPL. Primary and Secondary data is through three stages, first is inventory by using questionnaires and direct interviews,second is evaluation, and the last is recommendation. Required data such as the type of crop plants, fertilizer, the extent of the yard area, and the number of people who carry out. And the non-physical data such as the preservation of the yard, water supply, sewage treatment households, household expenditure savings and additional income families, fulfilling the needs of the family vegetables, public engagement with other communities in the surrounding areas since the holding KRPL, and conditions of human resources performing. Evaluation was conducted using Multidimensional Scaling (MDS) using Rapfish software based on environmental factors, economic and social. The result is Sustainable Food House Region is decreasing every year more than 40%. The family who join this program in the begging 2011 are 1.945 yet on 2014 the program is only conduct by 120 family they are all in Karangploso. From the results of are only the survey program is dominated land for this program by (strata 1) which is reached 59.25%, while stratum 2 is 27.81 percent and statum 3 is 12.94. all of the implementers are cultivating vegetables, fruit and specis/ hebs. For the technique of cultivation is dominated by cultivation techniques using polybags 61.11%. In accordance with the original purpose of the KRPL program implementers are able to suppressed 10% of daily expenses from consuming vegetable from their own yard. While not all the implementers are able to increase their income only 9,25 % of then are able to increase their income from implementing KRPL. Based on the results of the 3-dimensional analysis of the ecological dimension, the social dimension and the economic dimension of sustainability values ​​obtained at 77.37% for the ecological dimension, the social dimension and 79.65 to 34.54% for significant economic dimension to the ecological and social dimensions of sustainability status whereas for sustainable economic dimension of sustainability status is sustainable enough. Based on the three dimensions of sustainability status Sustainable Food House Region in Girimoyo is quite reached the status of sustainability with sustainability index 63.84%.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/324/051406680
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129795
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item