BKG

SrirejekiDewiIndah, (2014) Aplikasi PGPR dan Dekamon serta Pemangkasan Pucuk Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Buncis adalah sayuran kacang-kacangan dari genus Phaseolus yang banyak dibudidayakan oleh petani. Saat ini, produksi buncis di dalam negeri mengalami produksi yang berfluktuasi. Produksi buncis yang berfluktuasi dan cenderung masih rendah mengakibatkan kebutuhan baik didalam maupun untuk tujuan ekspor masih belum terpenuhi. Penambahan nutrisi dalam melakukan budidaya buncis merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil buncis di lapang. Penambahan nutrisi dapat diberikan berupa pupuk organik maupun pupuk hayati atau dengan penambahan zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh (ZPT) pada tanaman adalah senyawa organik bukan hara, yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tumbuhan. Plant Growth Promotor Rhizobacteria (PGPR) adalah bakteri pengurai pada tanah yang berkoloni diperakaran tanaman yang ikut terinokulasi pada benih serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Aplikasi PGPR dapat dilakukan sebagai perlakuan benih (seed treatment) sesaat sebelum dilakukan penanaman atau digunakan sebagai pupuk dan dikocorkan pada tanaman. Dekamon 22.43 L memiliki bahan utama garam natrium senyawa fenol berwarna coklat yang dapat larut dalam air dan mempunyai bau spesifik. Penyemprotan Dekamon pada tanaman apabila dengan taraf konsentrasi optimum maka sintesa protein akan meningkat yang berguna sebagai bahan penyusun tanaman. Buncis tipe tegak mempunyai pertumbuhan determinate, yaitu pertumbuhan tunas pucuk akan terhenti pada saat tanaman mulai berbunga. Pemangkasan pucuk yang dilakukan pada tanaman buncis diharapkan dapat memacu pertumbuhan tunas-tunas lateral dan dapat meningkatkan jumlah bunga atau polong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi zat pengatur tumbuh (PGPR dan Dekamon) serta pemangkasan pucuk terhadap produktivitas buncis tipe tegak. Hipotesis yang diajukan ialah aplikasi zat pengatur tumbuh PGPR dan pemangkasan pucuk saat umur 14 hst dapat memberikan hasil yang lebih optimal daripada aplikasi Dekamon serta pemangkasan pucuk umur 14 hst dan pemangkasan pucuk saat umur 14 hst memberikan hasil yang lebih baik daripada umur pemangkasan 21 dan 28 hst. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar dengan ketinggian tempat 200 m di atas permukaan laut dan dimulai pada bulan Juni 2012 hingga Agustus 2012. Penelitian ini merupakan percobaan non-faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Adapun perlakuan yang diberikan ialah pemangkasan pucuk pada berbagai umur serta penggunaan ZPT (PGPR dan Dekamon), yaitu P0 (tanpa perendaman + tanpa pemangkasan), P1 (tanpa perendaman + pemangkasan pucuk 14 hst), P2 (tanpa perendaman + pemangkasan pucuk 21 hst), P3 (tanpa perendaman + pemangkasan pucuk 28 hst), P4 (perendaman PGPR + tanpa pemangkasan pucuk), P5 (perendaman PGPR + pemangkasan pucuk 14 hst), P6 (perendaman PGPR + pemangkasan pucuk 21 hst), P7 (perendaman PGPR + pemangkasan ii pucuk 28 hst), P8 (penyemprotan Dekamon + tanpa pemangkasan pucuk , P9 (penyemprotan Dekamon + pemangkasan pucuk 14 hst), P10 (penyemprotan Dekamon + pemangkasan pucuk 21 hst), P11 (penyemprotan Dekamon + pemangkasan pucuk 28 hst). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari pengamatan pertumbuhan yaitu pengamatan non destruktif dan destruktif serta pengamatan panen. Pengamatan non destruktif meliputi: tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, jumlah bunga, jumlah polong, jumlah daun per tanaman, diameter batang. Pengamatan destruktif meliputi: luas daun, ILD, Laju Asimilasi Bersih (NAR), bobot kering total per tanaman, Laju Pertumbuhan Tanaman (CGR). Pengamatan panen meliputi: jumlah polong per tanaman, bobot segar polong per tanaman serta bobot segar polong per hektar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf 5%. Apabila seluruh data berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT serta pemangkasan pucuk memberikan respon terhadap produktivitas tanaman buncis tegak. Aplikasi PGPR tanpa pemangkasan pucuk mampu meningkatkan bobot segar polong per hektar sebesar 15,41 t ha-1 dibandingkan tanpa ZPT serta pemangkasan pucuk sebesar 62,39%. Perlakuan tanpa ZPT, pemangkasan pucuk umur 14 dan 28 hst dapat meningkatkan bobot segar polong per tanaman dan per hektar sebesar 54,16% dan 42,89% dibandingkan tanpa pemangkasan pucuk. Aplikasi PGPR dapat meningkatkan produktivitas tanaman buncis apabila tanpa dilakukan pemangkasan pucuk, jika dilakukan pemangkasan pucuk saat umur 14, 21, dan 28 hst aplikasi PGPR serta Dekamon tidak dapat meningkatkan produktivitas buncis. Perlakuan penyemprotan ZPT Dekamon tidak dapat meningkatkan bobot segar polong per tanaman maupun per hektar baik pada tanaman yang dilakukan pemangkasan saat umur 14, 21, dan 28 hst atau tidak dilakukan pemangkasan pucuk, akan tetapi pemangkasan saat umur 21 hst dapat meningkatkan bobot segar polong per hektar 43,25% dibandingkan tanpa pemangkasan pucuk dan tanpa penggunaan PGPR dan Dekamon.

English Abstract

French beans are vegetables from genus Phaseolus cultivated by farmers. Currently, the production of french beans in the country having production fluctuates. Production of french beans, which tend to fluctuate and still low caused the needs of french beans for domestic and exports purpose is still not fulfilled. The addition of nutrients in cultivated french beans is one way increase the yield. The addition of nutrients can be provided in the form of biological fertilizer and organic fertilizer or with the addition of a plant growth regulator. Plant growth regulator (ZPT) is an organic compound in plants is not a nutrient, which in a small amount can support, inhibit, and can change physiological process of plants. Plant Growth Promotor Rhizobacteria (PGPR) is a microbial bacteria colonize in the plant roots and which had inoculated on seed and can enhance plant growth. PGPR application can be done as treatment of seed (seed treatment) before planting or used as fertilizer and watering on the plant. Dekamon 22,34 L has a main ingredient sodium salt phenol compound brown which are soluble in water and has specific smell. Dekamon in plants spraying when the optimum concentration level then it will increase protein synthesis are useful as plant material. French beans with upright type has determinate, namely the growth of buds shoots will be stop at a time when the plant starts flowering. Pruning shoots done on french beans expected be able to spur the growth of lateral shoots and can increase the amount of flower or pods. This research aims to know the influence of plant growth regulator (PGPR and Dekamon) and pruning shoots of the productivity of the french beans upright type. The hypothesis are application of PGPR and pruning shoots at age 14 dap can provide result that are more optimal than the application of Dekamon and pruning shoots at age 14 dap gives a better outcome than pruning shoots at age 21 and 28 dap. This research conduct in the at fields in Tumpang Village, Talun District, Blitar Regency with latitude 200 m above sea level and start on June to August 2012. This research is a non factorial experiment using Randomized Block Design (RBD), as for the the treatment are pruning shoots at various ages and the use of ZPT (PGPR and Dekamon), they are P0 (without ZPT+without prunning shoots), P1 (without ZPT+prunning shoots 14 dap), P2 (without ZPT+prunning shoots 21 dap), P3 (without ZPT+prunning shoots 28 dap), P4 (seed treatment with PGPR+without prunning shoots), P5 (seed treatment with PGPR+prunning shoots 14 dap), P6 (seed treatment with PGPR+prunning shoots 21 dap), P7 (seed treatment with PGPR+prunning shoots 28 dap), P8 (spraying ZPT Dekamon+without prunning shoots), P9 (spraying ZPT Dekamon+prunning shoots 14 dap), P10 (spraying ZPT Dekamon+prunning shoots 21 dap), P11 (spraying ZPT Dekamon+prunning shoots 28 dap). Each treatment was repeated three times. Observations made consisting of observation of growth that are non destructive and destructive observation and the observation of the harvest. Non destructive observation include : leafe total per plant, plant height, branch total per iv plant, flower total per plant, pods total per plant, and stem of diameter. Destructive observation include: leaf area, leaf area index, specific leaf area, net assimilation rate, dry weight total per plant, crop growth rate. Observations of harvest include: pods total per plant, fresh pods weight per plant, fresh pods weight per acre. The data obtained were analyzed by using the F test with 5% level. If entire data was significant different, then continued with the Least Significant Different Test Method (LSD test) at of 5% level. The result showed that treatment of ZPT and prunning shoots give a response to the productivity of the crop french beans upright type. PGPR application without prunning shoots can increase the weight of fresh pods per hectare of 15,41 t ha-1 compared without ZPT and pruning shoots 62,39%. Treatment without ZPT, prunning shoots at age 14 and 28 dap can increase the weight of fresh pods per plant and per hectare of 54,16% and 42,89% higjer than without prunning shoots. PGPR application can increase the productivity of the french beans when without prunning shoots, if done prunning shoots at age 14, 21 and 28 dap PGPR application and Dekamon can not raise the productivity of the french beans. Treatment of spraying ZPT Dekamon can not increase the weight of fresh pods per plant and per acre at both plants are donne prunning shoots at age 14, 21 and 28 dap or not done prunning shoots, but prunning shoots when at age 21 dap can increase fresh weight of pods per hectare 43,25% compare with no prunning shoots and without PGPR and Dekamon.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/319/051406595
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129789
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item